FTSE Russell Coret DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA dari Indeks

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 24 Mei 2026 11:42 WIB 6
FTSE Russell Coret DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA dari Indeks

FTSE Russell mengumumkan perubahan konstituen indeks dalam laporan June 2026 Quarterly Review pada Sabtu, 23 Mei 2026. Empat saham emiten Indonesia, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Daaz Bara Lestari Tbk, PT Hillcon Tbk, dan PT Mulia Industrindo Tbk, dikeluarkan dari daftar indeks karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Keputusan tersebut akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 19 Juni 2026. Meski begitu, hasil tinjauan masih dapat ditinjau ulang hingga penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, sebelum dinyatakan final pada Senin, 8 Juni 2026.

Alasan FTSE Russell

FTSE Russell menyebut saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA dikeluarkan dari kategori Large Cap GEIS. Saham milik Grup Sinar Mas itu dinilai gagal memenuhi ketentuan high shareholding concentration atau HSG.

Dalam pengumumannya, FTSE Russell menegaskan bahwa DSSA tercatat sebagai saham dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi. Status tersebut membuat saham itu tidak lagi memenuhi syarat sebagai konstituen indeks tertentu.

Selain DSSA, FTSE Russell juga menyingkirkan PT Daaz Bara Lestari Tbk atau DAAZ dari kategori micro cap. Emiten tersebut dinilai memiliki free float di bawah batas minimum yang dipersyaratkan.

Daftar emiten terdampak

Selain DAAZ, dua saham lain yang turut dikeluarkan dari kategori yang sama adalah PT Hillcon Tbk atau HILL dan PT Mulia Industrindo Tbk atau MLIA. Keduanya dinyatakan tidak memenuhi kriteria dalam surveillance stocks screen.

FTSE Russell menggunakan penyaringan berkala untuk memastikan konstituen indeks tetap sesuai dengan standar kelayakan. Mekanisme ini menjadi salah satu alat penting dalam menjaga kualitas dan representasi indeks global.

Keputusan penghapusan ini tercantum dalam laporan resmi yang dirilis FTSE Russell di laman mereka. Perubahan tersebut menggambarkan bahwa emiten harus terus menjaga kepatuhan terhadap parameter indeks, termasuk kepemilikan saham publik dan likuiditas.

Jadwal berlakunya keputusan

FTSE Russell menjelaskan bahwa hasil tinjauan masih dapat mengalami revisi hingga penutupan perdagangan pada 5 Juni 2026. Selama periode tersebut, data dan status emiten masih berada dalam tahap evaluasi akhir.

Mulai 8 Juni 2026, hasil tinjauan indeks akan dianggap final. Setelah itu, perubahan lanjutan umumnya hanya dapat dilakukan dalam kondisi luar biasa sesuai kebijakan FTSE Russell.

Efektifnya penghapusan konstituen baru akan dimulai setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026. Dengan demikian, pasar memiliki waktu untuk menyesuaikan diri terhadap komposisi indeks yang diperbarui.

Dampak bagi pasar

Masuk atau keluarnya saham dari indeks acuan global kerap menjadi perhatian pelaku pasar. Perubahan ini dapat memengaruhi minat investor institusi yang menjadikan indeks sebagai referensi alokasi portofolio.

Bagi emiten, status dalam indeks juga berkaitan dengan persepsi likuiditas dan minat pasar. Karena itu, kepatuhan terhadap ketentuan free float, struktur kepemilikan, dan kelayakan perdagangan menjadi faktor yang terus diawasi.

Pengumuman FTSE Russell kali ini menunjukkan pentingnya pemenuhan standar indeks secara konsisten. Emiten yang ingin tetap berada dalam daftar konstituen perlu menjaga profil kepemilikan saham serta kualitas perdagangan di bursa.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!