FTSE Keluarkan DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA dari Indeks

Forex & Saham Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 12:11 WIB 3
FTSE Keluarkan DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA dari Indeks

FTSE Russell menghapus empat saham emiten dari hasil tinjauan indeks dalam laporan June 2026 Quarterly Review yang diumumkan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Saham tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Daaz Bara Lestari Tbk, PT Hillcon Tbk, dan PT Mulia Industrindo Tbk.

Keputusan itu dibuat karena masing-masing emiten dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai konstituen indeks FTSE. Revisi masih terbuka hingga penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, sebelum hasilnya menjadi final pada Senin, 8 Juni 2026.

Saham FTSE Tersingkir

FTSE Russell menyatakan saham milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA, dikeluarkan dari kategori Large Cap GEIS. Penyebabnya, saham tersebut masuk dalam kategori dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration.

Dalam pengumumannya, FTSE Russell menegaskan DSSA dinilai failed high shareholding concentration. Status itu membuat saham tersebut tidak lagi memenuhi syarat sebagai bagian dari indeks pada tinjauan kali ini.

Pengeluaran DSSA menjadi sorotan karena emiten tersebut tergolong berkapitalisasi besar di pasar. Kondisi kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi menjadi faktor penentu dalam evaluasi indeks.

Bagi investor, keputusan ini menunjukkan bahwa likuiditas dan sebaran kepemilikan tetap menjadi perhatian penting dalam penilaian indeks. Sinyal tersebut juga menegaskan disiplin FTSE Russell terhadap kriteria kelayakan konstituen.

Daaz Bara Lestari Terkena Sanksi

Selain DSSA, FTSE Russell juga mengeluarkan PT Daaz Bara Lestari Tbk atau DAAZ dari kategori micro cap. Alasan utamanya, saham tersebut memiliki free float di bawah batas minimum yang dipersyaratkan.

Free float yang rendah membuat saham beredar di publik menjadi terbatas. Dalam evaluasi indeks, kondisi ini dapat mengurangi representasi dan kelayakan suatu emiten.

FTSE Russell tidak merinci lebih jauh langkah lanjutan untuk DAAZ di luar keputusan penghapusan dari kategori tersebut. Namun, persyaratan free float menjadi indikator utama dalam seleksi saham indeks global.

Bagi pasar, keputusan ini penting karena dapat memengaruhi minat investor institusi yang mengikuti komposisi indeks. Emiten dengan porsi saham publik kecil umumnya menghadapi tantangan dalam memenuhi standar indeks internasional.

HILL dan MLIA Ikut Keluar

Pada kategori yang sama, FTSE Russell juga mengeluarkan PT Hillcon Tbk atau HILL dan PT Mulia Industrindo Tbk atau MLIA. Keduanya dinyatakan tidak memenuhi kriteria, atau failed surveillance stocks screen.

Istilah tersebut merujuk pada hasil penyaringan pengawasan yang menunjukkan emiten belum memenuhi standar tertentu. Meski FTSE Russell tidak memaparkan detail teknis masing-masing kasus, status itu cukup untuk menggugurkan kelayakan saham.

Keputusan atas HILL dan MLIA menambah daftar emiten yang harus keluar dari hasil tinjauan kali ini. Dalam praktiknya, penyaringan semacam ini bertujuan menjaga kualitas dan konsistensi indeks.

Pasar biasanya mencermati keputusan seperti ini karena dapat berdampak pada aliran dana pasif. Jika suatu saham keluar dari indeks, permintaan dari reksa dana atau instrumen yang melacak indeks dapat berubah.

Jadwal Berlaku Keputusan

FTSE Russell menyebut keputusan tersebut efektif berlaku setelah penutupan perdagangan pada 19 Juni 2026. Artinya, perubahan komposisi indeks baru benar-benar diterapkan pada jadwal yang telah ditetapkan.

Meski begitu, hasil tinjauan masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Setelah tanggal tersebut, revisi hasil review akan dianggap final mulai Senin, 8 Juni 2026.

FTSE Russell menegaskan perubahan lanjutan umumnya hanya akan dipertimbangkan dalam kondisi luar biasa. Kebijakan itu mengikuti pedoman perhitungan ulang indeks yang berlaku di FTSE Russell.

Dengan demikian, emiten yang terdampak masih memiliki waktu sebelum keputusan tersebut sepenuhnya mengikat. Investor pun perlu mencermati perkembangan lanjutan hingga masa peninjauan berakhir.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!