Ferry Maryadi Ungkap Alasan Suka Belanja Thrift di Jepang

Lifestyle Anindya Kirana Putri 02 Juni 2026 18:30 WIB 2
Ferry Maryadi Ungkap Alasan Suka Belanja Thrift di Jepang

Ferry Maryadi mengaku cukup sering membeli barang bekas atau thrift, terutama saat berkunjung ke Jepang. Ia menilai pengalaman berbelanja di negeri itu menarik karena pilihan barangnya beragam dan harganya dinilai masih masuk akal.

Di sela aktivitasnya di Studio Trans 7, Mampang, Jakarta Selatan, Ferry mengatakan belanja di Jepang kerap dimanfaatkan untuk mencari pakaian kerja dan busana santai. Menurutnya, barang thrift di sana memiliki daya tarik tersendiri, baik dari sisi model maupun kualitas.

Thrift Jepang jadi pilihan Ferry

Ferry menjelaskan bahwa kebiasaannya membeli barang bekas bukan hal baru. Saat liburan ke Jepang tahun lalu, ia dan keluarga sempat berbelanja di beberapa tempat.

Ia menyebut pusat perbelanjaan di Jepang membuat aktivitas berburu barang thrift terasa lebih nyaman. Karena itu, belanja pakaian untuk kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu agenda yang tidak dilewatkan.

Menurut Ferry, barang yang dicari umumnya adalah pakaian yang bisa dipakai untuk bekerja. Ia juga memilih item yang cocok untuk kegiatan berkendara motor agar tetap nyaman digunakan.

Harga thrift dinilai menarik

Ferry menilai harga barang thrift di Jepang cukup menarik dibandingkan dengan Indonesia. Ia menyebut, pada kondisi tertentu, pembeli bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah jika pandai menawar.

Ia mencontohkan, barang yang dipasang seharga Rp100 ribu bisa turun menjadi Rp40 ribu atau Rp30 ribu. Menurutnya, peluang mendapatkan harga terbaik sangat bergantung pada kemampuan pembeli dalam bernegosiasi.

Ferry mengatakan harga pas di Jepang memang sudah sesuai dengan kualitas barang yang ditawarkan. Meski begitu, penawaran yang tepat tetap bisa membuat transaksi menjadi lebih hemat.

Rasa aman saat bertransaksi

Salah satu alasan utama Ferry menyukai belanja thrift di Jepang adalah soal keamanan produk. Ia menilai aturan di sana membuat peredaran barang palsu sangat sulit terjadi.

Menurutnya, hal itu membuat pembeli merasa lebih tenang saat bertransaksi. Keyakinan bahwa barang yang dijual bukan produk palsu menjadi nilai tambah tersendiri.

Ferry menegaskan bahwa barang asli di Jepang memang cenderung mahal. Namun, kepastian kualitas dan keaslian produk membuat pembelian tetap dianggap sepadan.

Fokus pada pakaian fungsional

Barang yang dibeli Ferry umumnya memiliki fungsi khusus, bukan sekadar mengikuti tren. Ia lebih memilih pakaian yang menunjang aktivitas sehari-hari dan terasa nyaman dipakai.

Salah satu item yang ia sukai adalah celana untuk berkendara motor. Menurutnya, bahan dan karakter celana tersebut lebih nyaman dibandingkan jeans biasa saat digunakan dalam perjalanan.

Ferry menjelaskan bahwa jenis celana itu tidak terlalu berat ketika terkena hujan. Karena alasan praktis tersebut, ia merasa barang thrift tertentu justru lebih bermanfaat untuk kebutuhan harian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!