Aktor sekaligus presenter Ferry Maryadi membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat berjuang melawan vertigo yang pernah membuatnya terjatuh dan harus mendapat penanganan di Unit Gawat Darurat. Kondisi itu terjadi sekitar dua hingga tiga tahun lalu, dan sempat mengganggu aktivitas hariannya, termasuk kebiasaannya berkendara jarak jauh.
Ferry mengungkapkan, serangan vertigo yang dialaminya tergolong cukup parah. Ia juga menerima peringatan dari dokter agar tidak terlalu memaksakan diri saat menempuh perjalanan jauh, terutama dengan motor besar yang kerap ia gunakan untuk touring.
Vertigo Ferry Maryadi
Ferry Maryadi menceritakan pengalamannya ketika vertigo menyerang secara mendadak dan membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan. Ia mengaku sempat jatuh hingga akhirnya harus dibawa ke UGD untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu, menurut Ferry, terjadi sekitar dua atau tiga tahun lalu. Ia menyebut kondisi tersebut bukan sekadar pusing biasa, melainkan serangan yang cukup berat sehingga membuatnya benar-benar kesulitan beraktivitas.
Dalam penjelasannya, Ferry menyebut vertigo yang dialaminya berhubungan dengan gangguan pada telinga. Ia mengatakan informasi itu didapat dari dokter yang menangani kondisinya saat itu.
Ferry juga menegaskan bahwa ketidakseimbangan tubuh menjadi salah satu dampak utama dari vertigo. Karena itulah, ia menyadari bahwa masalah kesehatannya tidak bisa dianggap sepele.
Saran Dokter untuk Ferry
Setelah menjalani pemeriksaan, dokter memberi peringatan khusus kepada Ferry terkait aktivitas berkendara. Ia disebut tidak disarankan untuk melakukan perjalanan jauh karena berisiko memicu kondisi yang lebih buruk.
Ferry mengaku saran itu cukup berat bagi dirinya, mengingat ia dikenal gemar touring menggunakan motor besar. Meski begitu, ia memahami bahwa keputusan tersebut diambil demi keselamatan dirinya sendiri.
Menurut Ferry, dokter menilai kebiasaan berkendara jarak jauh dapat menjadi tantangan bagi orang yang memiliki riwayat vertigo. Karena itu, ia diminta lebih berhati-hati dalam mengatur aktivitas fisik dan mobilitasnya.
Meski ada larangan, Ferry tetap berusaha mencari cara agar hobi berkendaranya tidak sepenuhnya terhenti. Ia mengaku mulai mempertimbangkan perlunya membawa obat-obatan saat bepergian sebagai langkah antisipasi.
Aktivitas Touring Terganggu
Hobi touring yang selama ini melekat pada Ferry ikut terdampak oleh kondisi kesehatannya. Perjalanan jauh yang biasanya menjadi bagian dari aktivitasnya kini harus dipikirkan lebih matang.
Ia menyebut, untuk tetap bisa berkendara, dirinya perlu menyiapkan obat-obatan yang mungkin dibutuhkan selama perjalanan. Langkah itu dilakukan agar ia merasa lebih aman ketika berada di jalan.
Ferry tidak menampik bahwa vertigo membuatnya lebih waspada terhadap kondisi tubuh. Ia memahami bahwa rasa percaya diri saat berkendara harus diimbangi dengan kesiapan medis yang memadai.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa gangguan keseimbangan dapat berdampak besar pada rutinitas seseorang. Dalam kasus Ferry, hobi yang biasanya menyenangkan pun harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan.
Dukungan Deswita Maharani
Selain masukan dari dokter, Ferry juga mendapat perhatian dari sang istri, Deswita Maharani. Pada awalnya, Deswita disebut sempat melarang Ferry untuk melakukan aktivitas yang berisiko bagi kesehatannya.
Larangan itu muncul karena kekhawatiran terhadap kondisi Ferry setelah ia mengalami vertigo berat. Sebagai pasangan, Deswita ingin memastikan suaminya tidak memaksakan diri.
Namun seiring waktu, larangan tersebut perlahan melunak. Ferry menuturkan bahwa situasinya kemudian disikapi dengan lebih santai, selama ia tetap bertanggung jawab atas kondisi tubuhnya.
Ferry pun mengakui bahwa dukungan keluarga sangat penting dalam menghadapi masalah kesehatan seperti vertigo. Baginya, keseimbangan antara menjaga kesehatan dan mempertahankan aktivitas menjadi hal yang harus dijalani dengan bijak.
