Faisal Jadikan Idul Adha Momen Edukasi Gala

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 05:26 WIB 2
Faisal Jadikan Idul Adha Momen Edukasi Gala

Haji Faisal memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Adha sebagai sarana pendidikan keluarga, khususnya bagi cucunya, Gala Sky Andriansyah. Dalam rangkaian perayaan di Jakarta Barat, ia mengajak Gala menyaksikan langsung proses kurban, setelah salat Idul Adha berjemaah dan ziarah ke makam Vanessa Angel serta Bibi Ardiansyah.

Menurut Faisal, kebiasaan itu penting agar anak-anak terbiasa dengan nilai berbagi sejak dini. Ia juga menilai reaksi malu-malu Gala saat melihat hewan kurban sebagai bagian dari proses belajar memahami empati dan kepedulian sosial.

Makna Idul Adha Keluarga

Faisal menegaskan bahwa Idul Adha bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang menumbuhkan kebiasaan berbagi. Ia ingin anak dan cucunya merasakan kegembiraan lebaran dengan cara yang lebih bermakna. Karena itu, seluruh keluarga diajak terlibat dalam kegiatan yang sarat nilai sosial. Momen tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa rezeki perlu dibagikan kepada sesama.

Rangkaian kegiatan keluarga itu dimulai dengan salat Idul Adha berjemaah di masjid dekat rumah. Setelah itu, rombongan melanjutkan ziarah ke makam mendiang Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah. Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan melihat hewan kurban yang telah disiapkan anak-anaknya. Bagi Faisal, langkah itu menjadi satu paket pendidikan keluarga yang utuh.

Ia menilai kebersamaan saat Idul Adha memberi pelajaran yang lebih kuat dibandingkan sekadar penjelasan lisan. Anak-anak dapat melihat langsung bagaimana keluarga menjalankan ibadah, menghormati yang telah tiada, dan peduli pada lingkungan sekitar. Dari situ, nilai empati diharapkan tumbuh secara alami. Hal itu, menurutnya, jauh lebih membekas bagi anak kecil.

Gala dan Idul Adha

Gala Sky turut diajak melihat hewan kurban yang disiapkan keluarga, meski awalnya tampak malu-malu. Faisal menyebut cucunya sempat menunjukkan rasa takut ketika mendekati hewan kurban. Namun, ia menganggap reaksi tersebut wajar bagi anak seusia Gala. Proses itu justru dinilai penting untuk mengenalkan lingkungan baru dengan cara yang lembut.

Faisal mengatakan, kehadiran Gala dalam momen Idul Adha bertujuan membangun rasa peduli terhadap sesama. Ia ingin cucunya memahami bahwa berbagi bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk kasih sayang. Melalui pengalaman langsung, Gala diharapkan belajar melihat makna kurban dari sisi sosial. Dengan begitu, nilai empati dapat tertanam sejak usia dini.

Menurutnya, anak perlu dikenalkan pada kegiatan keagamaan secara bertahap agar tidak merasa terpaksa. Karena itu, ia memilih mengajak Gala secara langsung ke tengah kegiatan keluarga. Cara tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan hanya memberi penjelasan di rumah. Faisal percaya pembiasaan seperti ini akan membentuk karakter yang lebih peka.

Idul Adha dan Inisiatif Anak

Selain mendidik cucu, Faisal juga mengaku bangga karena anak-anaknya telah menunjukkan inisiatif sendiri untuk berkurban. Ia mengatakan bahwa Fujianti Utami dan Fadly Faisal kini tidak lagi menunggu arahan untuk menjalankan ibadah tersebut. Keduanya justru lebih dulu menyiapkan hewan kurban jauh sebelum hari raya. Bagi Faisal, sikap itu menjadi tanda bahwa nilai keluarga mulai tertanam kuat.

Pada Idul Adha tahun ini, Fuji diketahui berkurban satu ekor sapi dengan bobot sekitar 700 kilogram. Fadly Faisal juga menyiapkan kurban dengan bobot yang hampir serupa, ditambah beberapa ekor kambing. Persiapan itu disebut dilakukan sejak jauh hari tanpa perlu diminta. Faisal menilai inisiatif tersebut sebagai bentuk kedewasaan dalam beribadah.

Ia mengungkapkan bahwa anak-anaknya bahkan memberi informasi lebih dulu soal lokasi dan waktu pemotongan hewan kurban. Menurutnya, hal itu menunjukkan kesadaran yang tumbuh dari diri sendiri. Faisal merasa bersyukur karena nilai kebaikan yang ia tanam selama ini mulai terlihat hasilnya. Ia berharap kebiasaan tersebut terus berlanjut pada generasi berikutnya.

Pola Asuh Idul Adha

Faisal menekankan bahwa pola asuh keluarga mereka selalu menempatkan kepedulian sebagai fondasi utama. Sejak kecil, anak dan cucu diajak terlibat dalam kegiatan yang mengajarkan hormat kepada orang tua, saudara, dan lingkungan. Ia percaya kebiasaan itu akan membentuk pribadi yang lebih tangguh dan berempati. Nilai tersebut dianggap penting di tengah kehidupan modern yang serba cepat.

Menurut Faisal, ziarah ke makam keluarga juga memiliki arti pendidikan yang dalam. Anak-anak diajak memahami bahwa menghormati orang yang telah tiada adalah bagian dari adab dalam keluarga. Di saat yang sama, mereka juga belajar bahwa rezeki yang dimiliki perlu dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, Idul Adha dipandang sebagai momentum yang sangat lengkap.

Faisal menegaskan bahwa berbagi tidak harus menunggu berlebih, melainkan dilakukan sesuai kemampuan. Baginya, setiap bentuk kepedulian kecil tetap memiliki nilai besar bagi orang lain. Ia ingin anak-anaknya tumbuh dengan rasa syukur dan tanggung jawab sosial. Dengan cara itu, makna Idul Adha tidak berhenti sebagai perayaan, tetapi menjadi pelajaran hidup yang terus diwariskan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!