Erin Tolak Damai, Pilih Lanjutkan Proses Hukum

Lifestyle Clara Monica 21 Mei 2026 20:12 WIB 6
Erin Tolak Damai, Pilih Lanjutkan Proses Hukum

Rien Wartia Trigina atau Erin menegaskan tidak akan menerima tawaran perdamaian dari mantan asisten rumah tangga, Herawati, dalam polemik yang kini bergulir ke ranah hukum. Sikap itu diambil karena Erin menilai tuduhan yang diarahkan kepadanya telah merusak nama baik dan menciptakan kesan negatif di mata publik.

Dalam keterangannya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu malam, 20 Mei 2026, Erin menyebut dirinya memilih menempuh jalur hukum agar fakta yang sebenarnya terungkap. Ia juga memastikan laporan balik atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik tetap dikawal bersama tim kuasa hukumnya.

Sikap Tegas Erin

Erin mengaku bukan tidak ingin berdamai, tetapi ia merasa posisinya sudah terlanjur dirugikan oleh tuduhan yang beredar. Menurutnya, fitnah yang muncul membuat orang-orang di sekitarnya ikut membentuk penilaian keliru terhadap dirinya. Ia menilai situasi itu telah mencoreng reputasinya sebagai publik figur dan ibu dari tiga anak.

Ia mengatakan, menerima damai dalam kondisi saat ini justru dapat dimaknai sebagai bentuk pengakuan atas tuduhan yang ia bantah. Karena itu, Erin memilih bertahan pada pendiriannya untuk tidak menyetujui penyelesaian kekeluargaan. Baginya, menjaga kehormatan pribadi jauh lebih penting daripada menyepakati jalan pintas yang tidak sesuai fakta.

Erin menegaskan dirinya ingin proses hukum berjalan sesuai bukti dan mekanisme yang berlaku. Ia berharap penyidikan dapat memberi kejelasan, sekaligus menjadi pelajaran agar tuduhan serupa tidak kembali dilontarkan. Dalam pandangannya, keadilan harus tetap menjadi prioritas utama.

Tuduhan Dinilai Berlebihan

Di hadapan awak media, Erin menyoroti sejumlah tuduhan yang menurutnya sangat serius dan berlebihan. Ia menyebut narasi yang menyatakan dirinya mencakar, mencekik, menendang, hingga menodongkan pisau sebagai fitnah yang sangat keterlaluan. Erin menilai tuduhan itu bukan sekadar keliru, tetapi sudah masuk kategori serangan terhadap nama baik.

Ia merasa keberatan karena tuduhan tersebut telah membentuk persepsi negatif di lingkungan sosialnya. Erin mengatakan, orang-orang mulai mempertanyakan sikap dan kepribadiannya setelah mendengar kabar itu. Menurutnya, framing seperti itu membuat dirinya seolah telah melakukan tindakan yang tidak pernah dilakukan.

Erin juga menekankan bahwa tuduhan semacam itu memiliki dampak besar terhadap kehidupan pribadinya. Selain merugikan secara moral, ia menyebut reputasi keluarga ikut terdampak. Karena itu, ia menilai perlu ada pembuktian yang tegas agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh informasi yang tidak benar.

Bukti dan Laporan Balik

Didampingi kuasa hukum, Erin memastikan laporan balik yang telah dibuat ke kepolisian akan terus dikawal. Ia menyebut rekaman CCTV di kediamannya menjadi salah satu bukti penting untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya. Erin berharap bukti itu dapat menunjukkan bahwa tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak berdasar.

Ia mengaku telah melaporkan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik, termasuk melalui pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menurutnya, laporan tersebut sudah diajukan ke Polres Metro Jakarta Selatan dalam dua berkas berbeda. Erin menilai langkah itu perlu ditempuh agar ada efek jera bagi pihak yang dianggap menyebarkan tuduhan.

Erin menegaskan dirinya akan tetap mengikuti seluruh proses yang berjalan. Ia berharap penyidik dapat memeriksa semua pihak secara objektif dan berdasarkan fakta. Dengan begitu, menurutnya, publik bisa mengetahui duduk perkara secara utuh tanpa terpengaruh opini sepihak.

Awal Perseteruan

Perseteruan ini bermula ketika Herawati, mantan ART Erin, mengaku mendapat perlakuan kasar dan ancaman. Kasus tersebut kemudian dibawa ke DPR RI untuk meminta perlindungan dan perhatian dari pihak terkait. Dari sana, polemik keduanya semakin meluas dan menyita perhatian publik.

Pihak Herawati sempat menyatakan bersedia berdamai dengan syarat tertentu, termasuk adanya pengakuan kesalahan dari Erin. Namun, Erin tidak menerima tawaran itu dan memilih melanjutkan langkah hukum. Setelah itu, ia justru melayangkan laporan balik atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah.

Erin juga mengklaim memiliki sejumlah bukti yang menunjukkan Herawati kerap melanggar privasi keluarga. Ia menyebut ada tindakan memotret anak-anaknya tanpa izin hingga merokok di area rumah. Hingga kini, kedua pihak masih saling melapor dan proses hukum terus bergulir di kepolisian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!