Erin Serahkan CCTV untuk Bantah Tuduhan Penganiayaan

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 22:14 WIB 2
Erin Serahkan CCTV untuk Bantah Tuduhan Penganiayaan

Rien Wartia Trigina atau Erin mendatangi kepolisian untuk memenuhi panggilan penyidik terkait laporan dugaan penganiayaan yang diajukan mantan asisten rumah tangganya, Herawati. Pemeriksaan berlangsung di Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat malam, 22 Mei 2026, bersama tim kuasa hukum. Dalam agenda itu, Erin menjalani berita acara pemeriksaan selama beberapa jam dan menjawab puluhan pertanyaan dari penyidik. Pihaknya juga menyerahkan rekaman CCTV yang diyakini dapat membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Kuasa hukum menyebut Erin bersikap kooperatif sepanjang proses pemeriksaan dan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Mereka menegaskan bukti yang diserahkan merupakan rekaman utuh dari kamera pengawas di rumah Erin tanpa potongan. Menurut tim pembela, isi rekaman itu tidak menunjukkan adanya tindakan kekerasan seperti yang dilaporkan Herawati. Proses selanjutnya kini berada di tangan penyidik untuk menilai keterangan saksi dan barang bukti yang telah diserahkan.

Erin dan Pemeriksaan Polisi

Erin hadir di kepolisian dengan pendampingan penuh dari tim kuasa hukum. Kehadirannya merupakan respons atas panggilan penyidik dalam kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan mantan ART-nya. Pemeriksaan dilakukan di Polres Metro Jakarta Selatan pada malam hari. Selama sesi tersebut, Erin menjalani BAP dan memberikan keterangan terkait kronologi kejadian.

Menurut kuasa hukum, klien mereka mengikuti proses hukum secara terbuka. Sikap kooperatif itu disebut menjadi bagian dari upaya untuk menghormati penyelidikan yang berjalan. Erin juga menjawab 22 pertanyaan dari penyidik mengenai peristiwa yang dipersoalkan pelapor. Pihak pembela menilai seluruh pertanyaan telah dijawab sesuai fakta yang diketahui klien mereka.

Tim hukum menegaskan tidak ada upaya menghambat proses pemeriksaan. Mereka justru mendorong agar penyidik menilai perkara ini secara objektif. Dalam kasus seperti ini, kata mereka, bukti materiil menjadi sangat penting untuk menguji kebenaran laporan. Karena itu, pemeriksaan dan penyerahan bukti dilakukan secara bersamaan pada kesempatan tersebut.

Kuasa hukum berharap langkah yang ditempuh Erin dapat memperjelas duduk perkara. Mereka percaya penyidik akan memproses perkara berdasarkan fakta yang sahih. Dengan demikian, tuduhan yang beredar tidak berkembang tanpa dasar. Seluruh tahapan pemeriksaan kini masih terus berjalan di kepolisian.

Bukti CCTV Jadi Andalan

Selain pemeriksaan, tim hukum Erin menyerahkan satu unit recorder CCTV kepada penyidik. Alat bukti tersebut disebut merekam seluruh kejadian di rumah Erin secara utuh. Rekaman itu telah dipelajari lebih dahulu oleh tim pembela sebelum diserahkan. Dari hasil penelaahan mereka, tidak ditemukan tindakan kekerasan sebagaimana yang dituduhkan.

Kuasa hukum Stivany Agusia mengatakan bukti itu penting untuk mematahkan narasi laporan yang dibuat pelapor. Ia menyebut rekaman CCTV memperlihatkan peristiwa secara jelas dan rinci. Menurutnya, tuduhan mencekik, mencakar, hingga menodongkan pisau tidak terbukti dalam rekaman tersebut. Karena itu, pihaknya yakin bukti tersebut akan membantu mengungkap fakta sebenarnya.

Adlina Amalia, kuasa hukum lainnya, juga menegaskan bahwa isi rekaman dapat menunjukkan adegan dan ucapan yang dipersoalkan. Ia menyebut semua detail peristiwa terekam dengan baik dalam CCTV. Pernyataan itu disampaikan untuk menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi dugaan yang tidak sesuai fakta. Tim hukum pun meminta publik menunggu hasil penilaian penyidik.

Menurut pihak Erin, rekaman itu menjadi alat bukti utama dalam menghadapi tuduhan yang muncul. Mereka menilai bukti digital seperti CCTV memiliki nilai penting karena merekam kejadian secara langsung. Dalam konteks kasus ini, rekaman tersebut dianggap dapat menjawab pertanyaan inti tentang apa yang benar-benar terjadi. Penyidik kini diharapkan menelaah bukti itu bersama keterangan para pihak.

Isi Rekaman Dipaparkan

Tim kuasa hukum menjelaskan bahwa rumah Erin memiliki banyak titik kamera pengawas. Mereka menyebut jumlahnya sekitar 12 unit CCTV yang memantau berbagai sudut rumah. Kondisi itu membuat aktivitas di dalam rumah dapat terekam secara menyeluruh. Tidak ada celah besar bagi pihak manapun untuk menafsirkan kejadian di luar fakta rekaman.

Adlina mengatakan seluruh pergerakan mantan ART dapat terlihat melalui kamera yang terpasang. Menurutnya, rekaman itu memperlihatkan kejadian secara terperinci dari awal hingga akhir. Dengan begitu, penyidik diharapkan bisa menilai peristiwa berdasarkan data visual yang objektif. Tim hukum menilai ini akan menjadi pembeda utama antara tuduhan dan fakta di lapangan.

Stivany menegaskan pihaknya telah memeriksa rekaman sebelum menyerahkannya kepada polisi. Ia menyatakan tidak terdapat indikasi tindakan dugaan kekerasan dalam video tersebut. Pernyataan itu disampaikan untuk menolak tuduhan yang disebut tidak sesuai dengan isi kamera pengawas. Pihak Erin pun menilai proses pembuktian akan sangat bergantung pada analisis rekaman itu.

Dalam pandangan kuasa hukum, keberadaan banyak CCTV di rumah klien mereka justru menjadi keuntungan dalam mengungkap perkara. Seluruh sudut rumah dinilai terekam dengan baik, sehingga alur kejadian dapat dilihat secara utuh. Karena itu, mereka berharap rekaman tersebut dapat menjadi dasar objektif bagi penyidik. Pihak Erin pun yakin transparansi bukti akan membantu penyelesaian perkara ini.

Proses Hukum Masih Berjalan

Hingga kini, perkara dugaan penganiayaan tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Penyidik disebut akan mendalami keterangan Erin, pelapor, serta barang bukti yang telah diserahkan. Proses hukum berjalan sesuai prosedur untuk memastikan semua pihak mendapat kesempatan yang sama. Kuasa hukum menegaskan mereka akan terus mengikuti perkembangan penyidikan.

Pihak Erin menyatakan tidak akan mendahului hasil pemeriksaan polisi. Mereka memilih menyerahkan penilaian akhir kepada penyidik yang memegang kewenangan penyelidikan. Sikap itu diambil agar proses hukum dapat berlangsung secara profesional dan terukur. Dengan demikian, hasil akhirnya diharapkan mencerminkan fakta yang sebenarnya.

Tim pembela juga menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah dalam perkara ini. Menurut mereka, tuduhan belum dapat dianggap benar sebelum dibuktikan melalui proses hukum. Karena itu, mereka meminta publik tidak berspekulasi sebelum penyidik mengeluarkan kesimpulan resmi. Semua bukti, termasuk CCTV, kini menjadi bagian penting dalam penelusuran kasus.

Kasus ini masih menunggu tindak lanjut dari kepolisian untuk mengungkap kebenaran atas laporan yang bergulir. Erin dan tim hukumnya berkomitmen tetap kooperatif jika dibutuhkan pemeriksaan lanjutan. Mereka berharap rekaman video dan keterangan yang sudah diberikan dapat menjadi dasar penjernihan persoalan. Pada akhirnya, keputusan akhir akan bergantung pada hasil pendalaman penyidik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!