Elyse Myers Ungkap Operasi Histerektomi dan Kondisi Kronisnya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 17:37 WIB 3
Elyse Myers Ungkap Operasi Histerektomi dan Kondisi Kronisnya

Elyse Myers kembali menjadi sorotan setelah membagikan kisahnya menghadapi nyeri kronis dan gangguan kesehatan reproduksi yang berlangsung lama. Dalam potongan podcast yang ramai dibicarakan di media sosial, ibu dua anak itu mengaku mengalami pendarahan hampir sepanjang tahun sebelum akhirnya menjalani histerektomi.

Pengakuan Myers memicu gelombang simpati dari warganet, terutama perempuan yang merasa memiliki pengalaman serupa saat mencari penanganan medis. Cerita itu juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi banyak perempuan muda ketika berhadapan dengan keluhan reproduksi yang kerap tidak segera dipercaya dokter.

Keluhan Kesehatan Elyse Myers

Dalam podcast tersebut, Myers menjelaskan bahwa kondisi tubuhnya memburuk jauh sebelum operasi dilakukan. Ia mengatakan mengalami pendarahan sekitar 300 hari dalam setahun, disertai mual yang membuatnya sulit makan.

Ia juga mengungkap pernah pingsan saat mengantre pemeriksaan TSA di bandara. Menurut penuturannya, berat badannya turun drastis karena tubuhnya tidak mendapatkan asupan yang memadai.

Keluhan berkepanjangan itu membuat aktivitas hariannya terganggu dan kualitas hidupnya menurun. Myers menyebut rasa sakit yang dialaminya berlangsung terus-menerus dan sulit diabaikan.

Ia bahkan sempat melontarkan candaan bahwa rahimnya seperti berusaha membunuhnya. Pernyataan itu kemudian disambut dengan respons hangat dari pembawa acara, atlet rugby Olimpiade Ilona Maher.

Pengalaman Tak Didengar Dokter

Myers mengatakan dirinya tidak menyangka akan mendapat saran menjalani histerektomi di usia yang masih tergolong muda. Namun, ia merasa lega karena akhirnya bertemu dokter yang mau mendengarkan keluhannya secara serius.

Ia menuturkan bahwa pengalaman paling menyakitkan selama proses medis bukan hanya gejala fisik, melainkan juga sikap tenaga kesehatan. Menurutnya, ia kerap datang ke dokter tetapi tidak dipercaya sepenuhnya.

Rasa divalidasi setelah bertemu dokter yang tepat menjadi momen penting bagi Myers. Ia menilai pengakuan atas keluhannya sangat membantu secara emosional, selain manfaat medis yang diterimanya.

Pandangan Myers menyoroti persoalan yang lebih luas dalam layanan kesehatan reproduksi. Banyak perempuan merasa keluhan mereka dianggap berlebihan, meski gejala yang dialami sudah sangat mengganggu.

Tantangan Akses Prosedur Reproduksi

Selain menceritakan pengalamannya pribadi, Myers juga menyoroti sulitnya perempuan muda mendapatkan akses terhadap prosedur medis tertentu. Ia menyebut banyak dokter enggan melakukan tindakan seperti pengangkatan rahim ketika pasien masih berusia muda.

Menurutnya, keputusan medis seharusnya mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi pasien, bukan semata-mata usia. Ia menilai tubuh tersebut adalah milik pasien, sehingga hak atas keputusan medis perlu dihormati.

Myers mengungkap dirinya dan sang suami sudah sepakat tidak ingin menambah anak lagi sebelum operasi dilakukan. Pasangan ini telah memiliki dua putra yang masih kecil.

Kesepakatan itu menjadi bagian dari pertimbangan dalam memilih prosedur histerektomi. Bagi Myers, keputusan tersebut diambil setelah melalui proses panjang dan pertimbangan yang matang.

Pemulihan Setelah Operasi

Beberapa minggu setelah menjalani operasi, Myers merasakan perubahan besar pada tubuhnya. Ia mengatakan jerawatnya mulai hilang, tidurnya menjadi lebih nyenyak, dan rambutnya tidak lagi rontok.

Perbaikan kondisi itu memberi tanda bahwa langkah medis yang diambil membawa dampak positif. Myers tampak memperoleh kembali kenyamanan fisik yang sebelumnya lama hilang.

Kisahnya kemudian mendapat banyak perhatian karena dianggap mewakili pengalaman banyak perempuan dengan gangguan kesehatan reproduksi. Kolom komentar di media sosial dipenuhi cerita serupa dari pengguna lain yang merasa pernah tidak didengar.

Perbincangan tersebut menunjukkan pentingnya akses layanan kesehatan yang responsif terhadap keluhan pasien. Dalam kasus Myers, keputusan untuk menjalani operasi menjadi titik balik setelah masa panjang penuh ketidakpastian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!