Eks Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Alami Mati Suri

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 13:46 WIB 8
Eks Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Alami Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri sepanjang hidupnya. Pengalaman itu, menurut wanita berusia 55 tahun tersebut, mengubah cara pandangnya terhadap kematian, kesadaran manusia, dan hubungan antara sains dengan spiritualitas.

Honkala mengatakan setiap pengalaman itu menghadirkan sensasi yang serupa, yakni seolah masuk ke dimensi lain yang tak dapat dijelaskan oleh pancaindra. Kisahnya menarik perhatian publik karena ia bukan hanya seorang akademisi bergelar doktor, tetapi juga pernah bekerja untuk NASA dan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Pengalaman Mati Suri Honkala

Honkala mengklaim pengalaman pertama terjadi saat usianya baru dua tahun, ketika ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumah. Saat itu, pengasuhnya disebut sedang berada di ruangan lain, sementara ibunya pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya.

Dalam kondisi hampir tenggelam, Honkala mengaku sempat panik karena kesulitan bernapas. Namun, rasa takut itu perlahan berubah menjadi ketenangan mendalam yang sulit ia lupakan hingga kini.

Ia mengatakan kesadarannya terasa terpisah dari tubuh fisik, seolah bisa melihat tubuh kecilnya mengambang di dalam air. Dalam keadaan itu, ia merasa tidak lagi menjadi anak kecil, melainkan kesadaran murni yang tenang, luas, dan tidak terikat waktu.

Menurut Honkala, pengalaman tersebut membuatnya merasakan keheningan yang luar biasa, tanpa ketakutan dan tanpa pikiran. Ia menilai momen itu sebagai awal dari pemahamannya tentang realitas yang lebih dalam dari kehidupan sehari-hari.

Klaim Melihat Sang Ibu

Salah satu bagian yang paling mengejutkan dari kisah Honkala adalah klaim bahwa ia dapat melihat ibunya dari kejauhan saat tak sadarkan diri. Ia bahkan menyebut bisa berkomunikasi dengan sang ibu tanpa menggunakan kata-kata.

Ibunya kemudian bergegas pulang dan menemukan Honkala di dalam tangki air. Peristiwa itu, menurut Honkala, menjadi pengalaman yang menegaskan keyakinannya bahwa kesadaran tidak sepenuhnya bergantung pada tubuh.

Sejak saat itu, ia mengaku tidak pernah lagi takut pada kematian. Honkala menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa apa yang disebut kehidupan setelah mati tidak terasa seperti tempat yang jauh.

Ia juga menyebut kesadaran mungkin bukan hasil kerja otak semata, melainkan sesuatu yang lebih mendasar. Pandangan itu menjadi dasar dari keyakinannya terhadap hubungan antara pengalaman spiritual dan realitas manusia.

Dua Kali Mengalami Lagi

Selain kejadian masa kecil, Honkala mengaku mengalami dua peristiwa mati suri lain dalam hidupnya. Yang pertama terjadi setelah kecelakaan motor saat usianya 25 tahun, sedangkan yang kedua terjadi ketika usianya 52 tahun saat tekanan darahnya turun drastis dalam operasi.

Ia mengatakan ketiga pengalaman tersebut selalu membawanya ke kondisi damai yang sama. Menurutnya, sensasi itu konsisten, meski situasi medis yang dihadapi berbeda-beda.

Menariknya, pengalaman spiritual itu justru mendorongnya semakin mendalami sains. Ia ingin memahami hakikat realitas melalui observasi dan penelitian, bukan hanya melalui pengalaman pribadi.

Selama bertahun-tahun, Honkala memilih memusatkan perhatian pada karier ilmiah dan jarang membicarakan pengalamannya ke publik. Namun seiring waktu, ia mulai percaya bahwa sains dan spiritualitas tidak selalu saling bertentangan.

Sains dan Spiritualitas

Honkala menilai sains dan spiritualitas mungkin hanya berupaya menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda. Bagi dirinya, keduanya dapat berjalan berdampingan tanpa harus dipertentangkan.

Meski demikian, pengalaman mati suri seperti yang ia alami masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti. Sebagian ahli menilai fenomena itu dapat dipicu halusinasi atau mekanisme psikologis saat seseorang berada di ambang kematian.

Sejumlah penyintas pengalaman serupa juga kerap melaporkan melihat cahaya terang, anggota keluarga yang telah meninggal, atau sosok religius. Pola itu membuat kisah mati suri terus menjadi bahan diskusi di ranah medis dan ilmiah.

Namun Honkala tetap yakin bahwa yang dialaminya bukan sekadar mimpi atau imajinasi. Baginya, tiga pengalaman itu cukup untuk mengubah pandangannya tentang hidup, mati, dan kesadaran manusia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!