Dua Perempuan Nelayan Maluku-Papua Raih Penghargaan Inspiratif

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 19:52 WIB 5
Dua Perempuan Nelayan Maluku-Papua Raih Penghargaan Inspiratif

Dua perempuan nelayan dari Maluku Tenggara dan Papua Barat menjadi sorotan setelah meraih penghargaan Perempuan Inspiratif 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Keduanya dinilai berhasil mengubah peran perempuan pesisir, dari sekadar pelaku rumah tangga menjadi penggerak ekonomi daerah.

Perempuan tersebut adalah Sri Fany Mony dan Nova Theodora J.M. Essuruw, yang sama-sama membangun usaha berbasis hasil laut serta mendorong praktik perikanan berkelanjutan. Prestasi mereka menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan pesisir dapat melahirkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang nyata.

Perempuan Nelayan Ubah Ekonomi

Sri Fany Mony memulai perjalanannya dari seorang ibu rumah tangga tanpa usaha ekonomi. Kini, ia memimpin Kelompok Pengolah dan Pemasar atau Poklahsar Dullah Tama di Ohoi Watkidat, Maluku Tenggara.

Di bawah kepemimpinannya, kelompok tersebut mengembangkan berbagai olahan ikan dan produk ecoprint. Transformasi ini membuat perempuan anggota kelompok memiliki ruang lebih luas untuk berdaya dan mandiri.

Pada 2025, Dullah Tama mencatat pendapatan Rp44,1 juta, naik sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian itu menjadi bukti bahwa usaha kecil berbasis pesisir dapat bertumbuh ketika dikelola secara konsisten.

Inovasi Olahan Ikan Bernilai

Nama Nova Theodora J.M. Essuruw juga mendapat perhatian karena inovasinya di Teluk Arguni, Kaimana, Papua Barat. Sebagai pendeta Protestan sekaligus Ketua Wilayah, ia mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih produktif.

Melalui Kelompok Seraphim Bofuwer, Nova memanfaatkan kakap cina yang sebelumnya kerap tidak dimaksimalkan. Daging ikan yang dulu jarang diolah kini diubah menjadi abon, sambal, kecap ikan, dan produk pangan lain.

Inisiatif tersebut memberi nilai tambah ekonomi sekaligus membantu mengurangi pemborosan hasil perikanan. Selain itu, ketahanan pangan keluarga di wilayah pesisir juga ikut menguat karena produk olahan lebih mudah disimpan dan dipasarkan.

Pemasaran Menjangkau Wilayah Luas

Keberhasilan usaha kelompok binaan tidak berhenti pada tahap produksi. Seraphim Bofuwer membangun jejaring pemasaran yang konsisten agar produknya dapat diterima lebih luas.

Produk mereka kini menjangkau Fakfak, Sorong, Timika, dan Jayapura. Kelompok ini juga meraih Juara 3 Festival Senja Indah Kaimana 2024.

Selain penghargaan, mereka memperoleh pendampingan BPOM sebagai orang tua asuh UMKM. Dukungan itu membantu peningkatan mutu produk, legalitas, dan kepercayaan pasar.

Perempuan Dorong Perikanan Berkelanjutan

Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai Sri Fany dan Nova sebagai sosok yang membawa perubahan di wilayah pesisir. Keduanya tidak hanya menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga penggerak komunitas.

Peran mereka sejalan dengan penerapan Ecosystem Approach to Fisheries Management atau EAFM. Pendekatan ini menempatkan keberlanjutan sumber daya laut sebagai bagian penting dari kegiatan usaha.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menyebut penghargaan tersebut menegaskan peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional. Menurutnya, kontribusi perempuan nelayan semakin penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!