Dua Nelayan Perempuan Maluku-Papua Raih Penghargaan KemenPPPA

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 04:22 WIB 2
Dua Nelayan Perempuan Maluku-Papua Raih Penghargaan KemenPPPA

Dua perempuan nelayan dari Maluku Tenggara dan Papua Barat mencuri perhatian nasional setelah dinobatkan sebagai perempuan inspiratif 2025 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Keduanya dinilai berhasil mengubah peran perempuan pesisir, dari pelaku domestik menjadi penggerak ekonomi keluarga dan komunitas.

Sri Fany Mony dan Nova Theodora J.M. Essuruw menunjukkan bahwa sektor perikanan bukan hanya soal menangkap ikan, tetapi juga mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah. Melalui kerja komunitas, keduanya ikut mendorong ketahanan pangan, memperluas pasar, dan memperkuat ekonomi daerah.

Perempuan Nelayan dan Pemberdayaan

Sri Fany Mony berangkat dari latar belakang ibu rumah tangga tanpa usaha ekonomi, lalu tumbuh menjadi ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar Dullah Tama di Ohoi Watkidat, Maluku Tenggara. Di bawah kepemimpinannya, kelompok ini mengembangkan aneka olahan ikan dan produk ecoprint yang memberi sumber pendapatan baru bagi warga.

Pada 2025, kelompok Dullah Tama mencatat pendapatan Rp 44,1 juta, naik sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian itu menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan pesisir dapat menghasilkan dampak ekonomi yang terukur dan berkelanjutan.

Selain menguatkan usaha, Fany juga aktif membagikan praktik baik di berbagai forum, baik di tingkat nasional maupun internasional. Perannya memperlihatkan bahwa perempuan nelayan mampu menjadi motor perubahan sosial di wilayah pesisir.

Inovasi Olahan Hasil Laut

Di Papua Barat, Nova Theodora J.M. Essuruw menghadirkan pendekatan berbeda melalui Kelompok Seraphim Bofuwer di Teluk Arguni, Kaimana. Sebagai pendeta Protestan sekaligus ketua wilayah, ia mendorong pemanfaatan ikan kakap cina yang sebelumnya kurang dimanfaatkan secara optimal.

Komoditas tersebut lalu diolah menjadi abon ikan, sambal, kecap ikan, dan sejumlah produk pangan lain yang bernilai jual lebih tinggi. Inovasi ini tidak hanya mengurangi pemborosan sumber daya, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga pesisir.

Jejaring pemasaran yang dibangun secara konsisten membuat produk Seraphim Bofuwer menjangkau Fakfak, Sorong, Timika, hingga Jayapura. Kelompok ini juga meraih Juara 3 Festival Senja Indah Kaimana 2024 dan memperoleh pendampingan BPOM sebagai orang tua asuh UMKM.

Penghargaan dan Kolaborasi

Keduanya menerima penghargaan perempuan inspiratif 2025 dalam ajang bertema Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045. Penghargaan itu menegaskan bahwa perempuan pesisir memiliki kontribusi langsung terhadap pembangunan nasional.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menyebut penghargaan tersebut diberikan melalui seleksi kolaboratif antara KemenPPPA dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penilaian mencakup kepemimpinan perempuan, dampak sosial ekonomi di komunitas, serta kontribusi terhadap pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Keduanya juga tercatat sebagai Champion CFI Indonesia, bagian dari Project GEF-6 CFI Indonesia yang didukung kerja sama KKP dan WWF-US sebagai Global Environment Facility Agency. Program ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola perikanan berkelanjutan di Wilayah Pengelolaan Perikanan 715, 717, dan 718 di Indonesia Timur.

Dampak bagi Ekonomi Biru

Project CFI Indonesia telah berjalan sejak Desember 2019 dan ditargetkan berlangsung hingga 2026. Sejauh ini, program tersebut menjangkau lebih dari 5.500 nelayan, dengan sekitar 32 persen di antaranya merupakan perempuan nelayan.

Penguatan yang dilakukan meliputi pelatihan pengolahan hasil perikanan, kerajinan ecoprint, manajemen usaha, sertifikasi produk, hingga penguatan merek dan kemitraan dengan pasar modern. Produk kelompok binaan kini telah dipasarkan di lebih dari 10 jaringan ritel modern di Maluku dan Papua Barat.

Dalam kerangka program itu, Champion dibekali keterampilan teknis, teknologi ramah lingkungan, dan praktik Ecosystem Approach to Fisheries Management. Model ini diharapkan melahirkan agen perubahan yang mampu menjaga keberlanjutan ekonomi biru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!