Dokter Tegaskan Air Dingin Tidak Membekukan Lemak Tubuh

Lifestyle Anindya Kirana Putri 02 Juni 2026 08:53 WIB 6
Dokter Tegaskan Air Dingin Tidak Membekukan Lemak Tubuh

Banyak orang masih percaya air dingin yang diminum setelah makan daging dapat membuat lemak membeku di dalam tubuh. Mitos ini kembali ramai dibicarakan saat perayaan besar, ketika konsumsi sate, gulai, dan makanan berlemak meningkat. Minuman dingin seperti es teh manis pun kerap dianggap memperparah keadaan. Namun, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menegaskan anggapan itu tidak benar.

Menurut dr Aru, makanan dan minuman yang masuk ke tubuh akan menyesuaikan suhu tubuh. Karena itu, air dingin tidak akan tetap dingin saat melewati tenggorokan hingga saluran pencernaan. Lemak juga tidak akan membeku hanya karena seseorang minum air dingin setelah makan. Penjelasan ini penting agar masyarakat tidak mudah terjebak pada informasi yang keliru.

Air dingin dan mitos lemak

dr Aru menjelaskan bahwa anggapan air dingin bisa membekukan lemak di dalam tubuh hanyalah mitos. Secara alami, tubuh akan menyesuaikan suhu dari setiap makanan dan minuman yang masuk. Air dingin maupun air hangat akan mengalami penyesuaian tersebut. Dengan demikian, efek yang ditakutkan banyak orang tidak terjadi.

Ia menegaskan bahwa air dingin tidak mungkin tetap berada dalam kondisi dingin ketika masuk ke tenggorokan dan usus. Suhu cairan akan berubah mengikuti suhu tubuh. Proses ini terjadi secara normal dalam sistem pencernaan. Karena itu, lemak tidak akan membeku di saluran cerna.

Penjelasan tersebut sekaligus menepis kekhawatiran yang sering muncul setelah makan makanan berlemak. Minuman dingin tidak membuat makanan menjadi keras atau membeku di dalam tubuh. Tubuh manusia memiliki mekanisme yang menjaga suhu tetap stabil. Itulah sebabnya mitos tersebut tidak memiliki dasar medis yang kuat.

Cara kerja suhu tubuh

Menurut dr Aru, semua asupan yang masuk ke tubuh akan menyesuaikan diri dengan suhu internal. Air dingin tidak bisa mempertahankan suhunya secara utuh di dalam saluran pencernaan. Setelah masuk, cairan tersebut segera mengikuti kondisi tubuh. Proses ini membuat efek pembekuan lemak menjadi tidak mungkin terjadi.

Ia menambahkan bahwa tubuh manusia memang dirancang untuk menjaga kestabilan suhu. Karena itu, suhu makanan atau minuman tidak akan bertahan seperti saat pertama dikonsumsi. Baik minuman panas maupun dingin akan menyesuaikan kondisi tubuh. Dengan penyesuaian itu, tidak ada lemak yang mengeras di dalam saluran pencernaan.

Penjelasan ilmiah ini sekaligus menunjukkan bahwa kekhawatiran masyarakat selama ini tidak perlu berlebihan. Mengonsumsi air dingin setelah makan daging tidak menimbulkan pembekuan lemak. Yang lebih penting justru menjaga pola makan dan porsi konsumsi. Langkah tersebut jauh lebih berpengaruh terhadap kesehatan tubuh.

Minuman setelah makan daging

Di tengah kebiasaan menikmati sate, gulai, atau hidangan berlemak saat perayaan, pilihan minuman sering ikut menjadi perhatian. Sebagian orang sengaja menghindari minuman dingin karena takut lemak membeku. Padahal, menurut penjelasan dokter, kekhawatiran itu tidak berdasar. Minuman dingin tidak menimbulkan efek seperti yang sering diceritakan.

Masyarakat tetap dapat memilih minuman sesuai kenyamanan masing-masing. Air dingin, air hangat, atau minuman lain tidak akan mengubah lemak menjadi beku di tubuh. Hal yang perlu diperhatikan justru jumlah konsumsi makanan berlemak. Dengan pengaturan yang tepat, tubuh dapat tetap nyaman setelah makan besar.

Fenomena berulangnya mitos ini menunjukkan bahwa informasi kesehatan masih mudah disalahpahami. Karena itu, penjelasan dari tenaga medis menjadi penting untuk meluruskan anggapan yang keliru. Masyarakat diimbau lebih kritis terhadap informasi yang beredar luas. Sikap tersebut membantu mencegah kesalahpahaman tentang kesehatan.

Pesan dokter untuk masyarakat

dr Aru mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu takut minum air dingin setelah makan. Tidak ada bukti medis yang menunjukkan air dingin membekukan lemak dalam tubuh. Tubuh akan menyesuaikan suhu asupan secara alami. Karena itu, mitos tersebut sebaiknya tidak lagi dipercaya.

Ia juga menekankan pentingnya memahami informasi kesehatan dari sumber yang kredibel. Pengetahuan yang benar akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih baik. Mitos yang terus diulang tanpa dasar justru dapat menimbulkan kebingungan. Edukasi yang tepat menjadi kunci untuk meluruskannya.

Dengan pemahaman yang benar, masyarakat dapat menikmati makanan tanpa khawatir berlebihan. Yang utama adalah menjaga pola makan seimbang dan tidak berlebihan saat menyantap hidangan berlemak. Air dingin bukan penyebab lemak membeku, melainkan sekadar minuman yang suhunya akan menyesuaikan tubuh. Penjelasan ini diharapkan dapat menghentikan mitos yang telah lama beredar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!