Dokter: Lemon dan Bawang Tak Turunkan Kolesterol Secara Signifikan

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 00:45 WIB 2
Dokter: Lemon dan Bawang Tak Turunkan Kolesterol Secara Signifikan

Banyak orang masih mengandalkan air lemon dan bawang sebagai cara cepat untuk menurunkan kolesterol setelah menyantap daging kurban. Namun, anggapan tersebut belum memiliki dasar klinis yang kuat, menurut spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH.

Menurut dr Aru, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menyatakan bahwa bawang atau lemon mampu menurunkan kadar kolesterol secara signifikan. Karena itu, masyarakat disarankan lebih fokus pada pengaturan pola makan harian, terutama setelah periode konsumsi daging dalam jumlah besar.

Fakta Kolesterol dan Lemon

dr Aru menjelaskan bahwa anggapan bawang dapat mencegah kenaikan kolesterol masih tergolong mitos. Ia menegaskan, belum ada bukti klinis yang menunjukkan bawang bekerja langsung menurunkan kolesterol.

Hal serupa juga berlaku pada lemon, yang kerap dianggap sebagai penetral setelah makan berat. Meski ada sejumlah jurnal yang menunjukkan perubahan kadar kolesterol pada kondisi tertentu, hasil tersebut dinilai belum cukup kuat untuk dijadikan acuan umum.

Dengan demikian, konsumsi air lemon tidak bisa dipandang sebagai solusi utama untuk mengendalikan kolesterol. Efek yang muncul, jika ada, tidak dapat menggantikan langkah medis maupun pengaturan pola makan yang tepat.

Batas Konsumsi Makanan

Menurut dr Aru, hal yang lebih penting adalah menjaga agar asupan makanan dan minuman tidak berlebihan sepanjang hari. Fokus utama perlu diarahkan pada pengendalian konsumsi makanan tinggi kolesterol, lemak, dan karbohidrat.

Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan makan berlebihan dapat memicu gangguan metabolik lain, termasuk asam urat. Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada saat menikmati hidangan daging kurban yang umumnya tinggi lemak.

Pengendalian porsi menjadi langkah sederhana yang paling masuk akal untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Cara ini dinilai lebih efektif dibanding mengandalkan bahan alami yang belum terbukti manfaatnya secara ilmiah.

Pola Makan Sehat Harian

Untuk mencegah kolesterol naik, dr Aru menyarankan masyarakat memperhatikan keseimbangan menu harian. Asupan sayur, buah, protein tanpa lemak, dan air putih perlu tetap dijaga dalam jumlah yang wajar.

Selain itu, kebiasaan makan cepat dan berlebihan sebaiknya dikurangi karena dapat memperburuk kondisi metabolik. Pilihan makanan yang lebih terukur akan membantu tubuh mengolah lemak dan energi secara lebih baik.

Langkah sederhana seperti membatasi gorengan, jeroan, dan santapan tinggi lemak juga dapat membantu menjaga profil lipid tetap terkendali. Dengan pola makan yang disiplin, risiko lonjakan kolesterol setelah makan daging kurban bisa ditekan.

Cek Kesehatan Secara Berkala

Dr Aru menilai pemeriksaan kesehatan rutin penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi. Pemeriksaan ini membantu mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul keluhan yang lebih serius.

Bagi masyarakat yang sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, tes kolesterol dapat menjadi pengingat untuk memperbaiki pola makan. Hasil pemeriksaan juga bisa membantu dokter memberikan saran yang lebih sesuai dengan kondisi pasien.

Dengan memahami kondisi tubuh, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat. Alhasil, pengendalian kolesterol tidak bergantung pada mitos, melainkan pada kebiasaan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!