Dokter Ingatkan Risiko Ubi Cream Cheese yang Terlalu Gosong

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 12:41 WIB 5
Dokter Ingatkan Risiko Ubi Cream Cheese yang Terlalu Gosong

Ubi cream cheese yang dipanggang atau dibakar sedang ramai dibicarakan di media sosial karena aroma smoky dan permukaannya yang kecoklatan dianggap lebih menggugah selera. Namun, di balik tren camilan viral ini, dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mengolah ubi sampai terlalu gosong atau kehitaman.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa ubi sebenarnya bisa diolah dengan cukup aman selama tidak menambah terlalu banyak kalori dari bahan tambahan. Ia menekankan bahwa cara memasak, terutama saat dibakar, perlu diperhatikan agar bagian permukaan tidak hangus dan tetap aman dikonsumsi.

Ubi cream cheese dan risikonya

Ubi cream cheese menjadi populer karena dianggap lebih ringan dibanding dessert berbasis tepung. Teksturnya lembut, rasanya manis, dan sentuhan cream cheese membuatnya terasa lebih modern. Tren ini membuat banyak orang mengira camilan tersebut otomatis lebih sehat. Padahal, cara pengolahan tetap menjadi penentu utama.

Dr Tjandra mengatakan, ubi dapat dimasak dengan berbagai metode yang relatif aman. Oven, kukus, dan bakar di atas arang masih tergolong wajar jika tidak berlebihan. Masalah muncul ketika proses pemanasan membuat permukaan makanan terlalu gelap. Kondisi itu dapat memunculkan zat yang perlu diwaspadai.

Ia menegaskan bahwa tambahan kalori juga perlu diperhitungkan. Ubi yang digoreng, misalnya, akan membawa beban kalori lebih besar daripada ubi kukus atau panggang. Begitu pula penggunaan topping yang terlalu banyak. Karena itu, camilan viral ini tidak selalu otomatis sehat hanya karena berbahan dasar ubi.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya tetap bijak menikmati tren makanan yang sedang ramai. Rasa enak dan tampilan menarik memang menjadi daya tarik utama. Namun, keamanan pangan dan keseimbangan gizi tetap harus diutamakan. Hal itu penting agar makanan viral tidak justru menimbulkan risiko kesehatan.

Bahaya bagian yang gosong

Bagian ubi yang berwarna hitam akibat pembakaran berlebihan menjadi perhatian utama. Dr Tjandra menyebut bagian tersebut tidak boleh sering dikonsumsi. Semakin gelap permukaan makanan, semakin besar pula potensi terbentuknya senyawa yang tidak diinginkan. Karena itu, tingkat kematangan perlu dijaga.

Ia menjelaskan, bagian yang gosong dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Hal ini terjadi karena proses pemanasan yang terlalu tinggi dapat memicu terbentuknya akrilamid. Senyawa tersebut bisa muncul pada sejumlah makanan berpati yang dipanaskan terlalu lama. Ubi termasuk bahan yang perlu diperhatikan dalam proses ini.

Akrilamid terbentuk ketika makanan berpati dipanaskan pada suhu tinggi. Jika permukaan ubi sampai menghitam, maka kandungannya dapat meningkat. Dalam jumlah tertentu, paparan yang berulang tentu tidak baik bagi kesehatan. Karena itu, konsumsi ubi yang terlalu gosong sebaiknya dibatasi.

Meski terdengar sederhana, kebiasaan memanggang sampai hangus sering dianggap normal oleh sebagian orang. Padahal, tujuan mendapatkan aroma smoky tidak harus membuat permukaan makanan hitam. Warna kecoklatan ringan masih dapat diterima. Yang penting, bagian yang terbakar tidak dominan.

Cara memasak yang lebih aman

Menurut dr Tjandra, ubi dapat diolah dengan cara yang lebih aman seperti dikukus atau dipanggang tanpa pembakaran berlebihan. Metode ini membantu menjaga cita rasa tanpa menambah terlalu banyak risiko. Penggunaan oven juga dapat menjadi pilihan yang baik. Kuncinya ada pada pengaturan suhu dan waktu.

Jika ingin memanggang di atas arang, prosesnya harus dipantau lebih cermat. Ubi sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di atas panas langsung. Putar posisi ubi agar matangnya merata. Dengan begitu, bagian luar tidak cepat hangus sementara bagian dalam masih mentah.

Selain teknik memasak, bahan tambahan juga perlu dibatasi. Cream cheese memang memberi rasa gurih, tetapi dapat menambah lemak dan kalori. Bila ditambah topping manis atau saus berlebihan, nilai gizinya bisa berubah drastis. Konsumsi pun menjadi kurang seimbang.

Pilihan porsi juga tidak kalah penting. Menikmati ubi cream cheese sesekali masih dapat dilakukan sebagai camilan. Akan tetapi, frekuensinya perlu dijaga agar tidak berlebihan. Pola makan harian tetap harus mempertimbangkan kebutuhan gizi secara keseluruhan.

Menikmati tren tanpa berlebihan

Tren ubi cream cheese menunjukkan bahwa makanan sederhana bisa naik daun lewat media sosial. Visual yang menarik sering membuat orang ingin mencoba tanpa banyak pertimbangan. Karena itu, edukasi soal keamanan pangan menjadi semakin penting. Masyarakat perlu tahu bahwa tampilan lezat tidak selalu identik dengan sehat.

Dr Tjandra mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap makanan yang terlalu gosong. Aroma smoky boleh dicari, tetapi tidak perlu sampai mengorbankan kualitas pangan. Semakin gelap bagian makanan, semakin perlu dihindari. Prinsip ini berlaku juga pada berbagai olahan lain yang dipanggang.

Memilih cara memasak yang tepat dapat membantu menjaga manfaat ubi sebagai sumber karbohidrat. Jika diolah tanpa berlebihan, ubi masih bisa menjadi camilan yang cukup baik. Namun, tambahan lemak, gula, dan proses pembakaran ekstrem perlu dikendalikan. Dengan begitu, tren kuliner tetap bisa dinikmati secara lebih aman.

Pada akhirnya, ubi cream cheese tetap dapat masuk ke daftar camilan sesekali. Yang perlu dijaga adalah cara memasak, porsi, dan tingkat kematangan. Jika permukaan mulai menghitam, sebaiknya bagian itu tidak dimakan. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko yang tidak perlu.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!