Dokter Ingatkan Risiko Ubi Bakar yang Terlalu Gosong

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 23:34 WIB 2
Dokter Ingatkan Risiko Ubi Bakar yang Terlalu Gosong

Ubi cream cheese panggang tengah ramai dibicarakan di media sosial karena dinilai memiliki aroma smoky dan tekstur yang lebih menggugah selera. Meski kerap dianggap lebih sehat dibanding dessert berbahan tepung, dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan cara memasaknya.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa ubi sebenarnya bisa diolah dengan berbagai cara yang relatif aman. Namun, ia menegaskan bagian ubi yang terlalu gosong atau kehitaman sebaiknya dibatasi karena berpotensi meningkatkan risiko kesehatan.

Ubi Panggang dan Risiko

dr Tjandraningrum mengatakan cara memasak ubi tidak menjadi masalah selama tidak menambah banyak kalori dari bahan tambahan. Menurutnya, pengolahan seperti dipanggang, dikukus, atau dibakar masih tergolong aman. Yang perlu diperhatikan adalah intensitas panas dan lama proses memasak.

Ia menilai masalah muncul ketika ubi digoreng, karena metode tersebut menambah asupan kalori secara signifikan. Dalam kondisi tertentu, konsumsi kalori yang meningkat justru dapat mengurangi kesan sehat dari camilan tersebut. Karena itu, pilihan metode memasak perlu disesuaikan dengan tujuan konsumsi.

Tren ubi cream cheese memang menarik perhatian karena memadukan cita rasa manis, gurih, dan tekstur lembut. Namun, di balik popularitasnya, masyarakat tetap perlu memahami bahwa tidak semua olahan viral otomatis lebih baik untuk kesehatan. Prinsip utamanya tetap pada bahan dan teknik memasak yang digunakan.

Waspadai Bagian yang Gosong

Dokter Tjandra mengingatkan agar ubi yang dibakar di atas arang tidak sampai gosong. Bagian yang hitam akibat paparan panas berlebih sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak. Hal itu penting karena permukaan yang terlalu terbakar dapat memunculkan senyawa yang kurang aman.

Ia menjelaskan, bagian hitam pada makanan yang terlalu matang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Kondisi itu terjadi karena proses pembakaran menghasilkan senyawa tertentu, termasuk akrilamid. Senyawa ini dapat muncul ketika bahan pangan berpati dipanaskan pada suhu tinggi.

Karena itu, aroma smoky dan tekstur karamel memang boleh dicari, tetapi tetap harus dalam batas wajar. Masyarakat disarankan menghentikan proses pemanggangan sebelum permukaan ubi berubah terlalu gelap. Dengan begitu, cita rasa tetap didapat tanpa mengorbankan aspek keamanan pangan.

Akrilamid pada Makanan Panggang

Akrilamid merupakan senyawa yang dapat terbentuk saat makanan berpati dimasak pada suhu tinggi, termasuk saat dibakar atau dipanggang. Senyawa ini menjadi perhatian karena konsumsi berlebihan dalam jangka panjang tidak baik bagi tubuh. Oleh sebab itu, makanan yang terlalu gosong perlu dihindari.

Dalam konteks ubi bakar, risiko ini muncul ketika bagian permukaan terkena panas langsung terlalu lama. Jika lapisan luar berubah hitam, kemungkinan kandungan akrilamid ikut meningkat. Kondisi tersebut membuat ubi yang tampak lezat justru tidak ideal jika dimakan berlebihan.

Meski begitu, bukan berarti masyarakat harus sepenuhnya menghindari ubi panggang. Yang lebih penting adalah memastikan tingkat kematangan masih dalam batas aman. Selama tidak gosong, ubi tetap bisa menjadi pilihan camilan yang lebih baik dibanding banyak dessert lain.

Pilihan Aman Saat Mengolah Ubi

Untuk menjaga manfaat ubi, cara memasaknya perlu diperhatikan sejak awal. Mengukus dapat menjadi pilihan yang sederhana karena tidak memerlukan tambahan minyak. Oven juga bisa digunakan, asalkan suhu dan waktunya dikendalikan dengan baik.

Bila ingin dibakar, prosesnya sebaiknya dipantau agar permukaan tidak terlalu gelap. Teknik ini membantu menjaga rasa tanpa memicu pembakaran berlebih. Dengan cara tersebut, ubi tetap bisa menghadirkan sensasi smoky yang diinginkan.

dr Tjandra menekankan bahwa kunci utama ada pada keseimbangan antara cita rasa dan keamanan. Konsumen dapat menikmati ubi cream cheese panggang sebagai camilan, tetapi tetap perlu memperhatikan tingkat gosongnya. Sikap bijak dalam memilih cara masak akan membuat tren kuliner viral tetap selaras dengan pola makan sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!