Dokter Ingatkan Risiko Makan Daging Berlebihan Saat Idul Adha

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 07:00 WIB 2
Dokter Ingatkan Risiko Makan Daging Berlebihan Saat Idul Adha

Momen Idul Adha kerap diwarnai melimpahnya olahan daging di rumah, mulai dari sate, gulai, rendang, hingga tongseng yang tersaji hampir sepanjang hari. Di tengah tradisi tersebut, dokter mengingatkan bahwa pola makan berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan yang tidak boleh diabaikan.

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyanto, SpPD-KGEH, menegaskan perlunya membatasi konsumsi daging saat Idul Adha. Menurut dia, perubahan pola makan yang drastis dapat meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, hingga asam urat.

Daging Idul Adha dan Risiko Kesehatan

dr Aru menekankan bahwa yang harus dijaga bukan hanya jenis daging, tetapi juga porsinya. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi daging secara berlebihan hanya karena suasana hari raya.

Menurut dia, kebiasaan makan berlebih dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dalam mengolah lemak dan protein. Kondisi ini berpotensi memicu gangguan metabolik, terutama bila dilakukan tanpa kontrol.

Ia menyarankan masyarakat tetap menjaga pola makan seperti hari biasa, meski hidangan daging tersedia dalam jumlah banyak. Cara ini dinilai lebih aman untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap stabil.

Penderita Penyakit Perlu Waspada

Risiko gangguan kesehatan disebut perlu lebih diperhatikan oleh orang yang telah memiliki diabetes, hipertensi, atau masalah metabolik lainnya. Pada kelompok ini, konsumsi daging berlebihan dapat memperburuk kondisi yang sudah ada.

dr Aru menjelaskan bahwa tubuh dengan riwayat penyakit tertentu lebih sensitif terhadap perubahan asupan makanan. Karena itu, pengendalian porsi menjadi langkah penting untuk mencegah keluhan yang tidak diinginkan.

Ia juga menegaskan bahwa kewaspadaan tidak hanya berlaku saat makan besar, tetapi sepanjang rangkaian perayaan Idul Adha. Pola makan yang tidak terkontrol bisa berdampak langsung pada kesehatan dalam waktu singkat.

Cara Mengolah Daging Lebih Sehat

Selain jumlah konsumsi, cara pengolahan juga menjadi perhatian utama. Menurut dr Aru, olahan yang terlalu asin, terlalu berminyak, atau terlalu berlemak sebaiknya dihindari.

Makanan dengan santan berlebih dinilai dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memperberat kerja tubuh. Kandungan lemak tinggi juga berpotensi memicu kenaikan tekanan darah pada sebagian orang.

Ia menyarankan masyarakat memilih metode memasak yang lebih sederhana dan tidak berlebihan dalam penggunaan bumbu atau minyak. Langkah ini dapat membantu menjaga manfaat gizi daging tanpa menambah risiko kesehatan.

Hindari Makan Daging Sepanjang Hari

dr Aru juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang mengonsumsi berbagai olahan daging terus-menerus dari pagi hingga malam. Menurut dia, pola seperti itu tidak sejalan dengan prinsip makan sehat.

Ia mengingatkan bahwa tubuh tetap membutuhkan jeda dan keseimbangan dalam menerima asupan makanan. Mengulang konsumsi daging dalam intensitas tinggi bisa memperbesar peluang munculnya keluhan seperti nyeri sendi, perut tidak nyaman, atau tekanan darah naik.

Karena itu, masyarakat diminta tetap bijak menikmati hidangan Idul Adha tanpa berlebihan. Dengan pengaturan porsi dan pilihan olahan yang tepat, tradisi berbagi daging tetap bisa dijalani tanpa mengorbankan kesehatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!