Dokter Ingatkan Bahaya Makan Daging Berlebihan Saat Idul Adha

Lifestyle Anindya Kirana Putri 30 Mei 2026 16:28 WIB 2
Dokter Ingatkan Bahaya Makan Daging Berlebihan Saat Idul Adha

Momen Idul Adha identik dengan melimpahnya olahan daging di rumah, mulai dari sate, gulai, rendang, hingga tongseng. Di balik tradisi itu, dokter mengingatkan bahwa pola makan yang berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada orang dengan riwayat penyakit tertentu.

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyanto, SpPD-KGEH, menegaskan pentingnya menjaga porsi makan selama perayaan Idul Adha. Ia menyebut konsumsi daging secara berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, dan asam urat.

kesehatan saat Idul Adha

Menurut dr Aru, masyarakat sebaiknya tetap makan dalam porsi yang wajar meski suasana hari raya membuat hidangan daging tersedia sepanjang hari. Ia menilai kebiasaan makan berlebihan justru dapat mengganggu keseimbangan tubuh.

Ia menjelaskan bahwa perubahan pola makan yang terlalu drastis berpotensi membebani metabolisme. Kondisi itu dapat berdampak pada tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar asam urat.

Dr Aru mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan Idul Adha sebagai alasan untuk mengonsumsi daging secara berlebihan. Menurutnya, makan seperti biasa jauh lebih aman bagi tubuh.

Ia menekankan pentingnya pengendalian diri dalam menikmati hidangan hari raya. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah keluhan kesehatan yang muncul setelah perayaan.

kesehatan bagi kelompok rentan

Risiko konsumsi daging berlebih dinilai lebih besar pada orang yang sudah memiliki diabetes, hipertensi, atau gangguan metabolik lain. Kelompok ini perlu lebih berhati-hati karena tubuh mereka lebih sensitif terhadap perubahan asupan makanan.

Dr Aru menyebut pola makan tinggi lemak dan tinggi garam dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada. Karena itu, setiap pilihan makanan perlu disesuaikan dengan keadaan medis masing-masing.

Ia menilai pengawasan asupan selama Idul Adha bukan hanya soal kenyang atau tidak kenyang. Yang lebih penting adalah menjaga agar tubuh tidak menerima beban berlebih dari makanan yang dikonsumsi.

Dalam kondisi tertentu, konsumsi daging yang tidak terkontrol dapat memicu keluhan yang lebih cepat muncul. Hal ini terutama berlaku pada mereka yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau gangguan gula darah.

kesehatan dari cara memasak

Selain jumlah, cara pengolahan daging juga perlu diperhatikan agar lebih aman bagi tubuh. Dr Aru menyarankan masyarakat menghindari olahan yang terlalu asin, terlalu berminyak, atau terlalu berlemak.

Ia menilai makanan dengan santan berlebih dapat meningkatkan asupan lemak jenuh. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk kadar kolesterol dalam darah.

Olahan yang tinggi garam juga dinilai dapat berdampak pada tekanan darah. Sementara itu, makanan yang terlalu berlemak dapat memperberat kerja sistem metabolisme tubuh.

Karena itu, pilihan menu sebaiknya dibuat lebih seimbang meski tetap merayakan hari raya. Dengan begitu, tradisi Idul Adha tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.

kesehatan dan kebiasaan makan

Dr Aru juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang mengonsumsi aneka olahan daging dari pagi hingga malam. Menurutnya, pola makan seperti itu sebaiknya dihindari karena dapat membuat asupan harian menjadi terlalu tinggi.

Ia menyebut tubuh membutuhkan jeda dan keseimbangan dalam menerima makanan. Jika konsumsi daging terus-menerus dilakukan, risiko gangguan pencernaan dan metabolik bisa meningkat.

Karena itu, masyarakat disarankan untuk membatasi frekuensi makan hidangan daging selama Idul Adha. Pemilihan porsi yang tepat menjadi cara sederhana untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar.

Dengan pengaturan makan yang lebih bijak, tradisi berbagi daging kurban tetap dapat berjalan sejalan dengan upaya menjaga kesehatan. Pendekatan ini dinilai penting agar perayaan hari raya tidak berujung pada keluhan kesehatan setelahnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!