Dokter Buka Suara soal Mitos Air Dingin dan Lemak

Lifestyle Nadia Safira Putri 02 Juni 2026 10:15 WIB 2
Dokter Buka Suara soal Mitos Air Dingin dan Lemak

Banyak orang masih percaya minum air dingin setelah makan daging dapat membuat lemak membeku di dalam tubuh. Mitos ini kerap mencuat saat perayaan besar seperti Idul Adha, ketika konsumsi sate, gulai, dan makanan berlemak meningkat, lalu es teh manis menjadi minuman pilihan.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menegaskan anggapan tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa makanan dan minuman yang masuk ke tubuh akan menyesuaikan diri dengan suhu tubuh, sehingga tidak mungkin membuat lemak membeku di saluran pencernaan.

Air Dingin dan Lemak

Menurut dr Aru, anggapan bahwa air dingin dapat membekukan lemak di dalam tubuh hanyalah mitos. Ia menekankan bahwa cairan yang diminum tidak akan tetap berada dalam kondisi dingin saat melewati tenggorokan dan masuk ke sistem pencernaan.

Air dingin maupun air hangat akan mengikuti suhu tubuh setelah masuk ke dalam tubuh. Karena itu, kondisi tersebut tidak dapat memicu lemak menjadi padat atau mengeras di saluran cerna.

Penjelasan ini penting karena masih banyak masyarakat yang mengaitkan minuman dingin dengan gangguan pencernaan setelah makan besar. Padahal, dari sisi medis, proses tubuh bekerja untuk menyesuaikan suhu makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Dengan demikian, minum air dingin setelah makan daging tidak otomatis menimbulkan penumpukan lemak yang membeku. Dr Aru menegaskan bahwa tubuh memiliki mekanisme alami yang membuat suhu di dalam saluran cerna tetap seimbang.

Proses Tubuh Menyesuaikan Suhu

Ketika minuman masuk ke tubuh, suhu cairan akan segera menyesuaikan dengan suhu internal. Proses ini berlangsung alami dan tidak memerlukan perlakuan khusus dari pencernaan.

Dalam penjelasannya, dr Aru menyebut makanan maupun minuman yang dikonsumsi akan berubah mengikuti suhu tubuh. Karena itu, anggapan bahwa lemak bisa langsung membeku setelah minum air dingin tidak sesuai dengan prinsip kerja tubuh manusia.

Ia menegaskan, perubahan suhu tersebut membuat makanan tidak akan tetap dingin saat berada di dalam usus. Dengan demikian, tidak ada kondisi yang mendukung terbentuknya lemak beku hanya karena minum es.

Penjelasan medis ini sekaligus membantah kekhawatiran yang selama ini berkembang di masyarakat. Kebiasaan minum air dingin setelah makan tetap tidak berkaitan dengan pembekuan lemak di tubuh.

Mitos Saat Idul Adha

Mitos soal air dingin biasanya kembali ramai dibahas saat Idul Adha. Pada momen ini, masyarakat banyak mengonsumsi daging kambing, daging sapi, hingga aneka olahan berlemak.

Di saat yang sama, minuman dingin seperti es teh manis sering menjadi pendamping makan. Kombinasi inilah yang kemudian memicu kekhawatiran bahwa lemak dari makanan akan membeku di dalam tubuh.

Padahal, menurut penjelasan dokter, kekhawatiran tersebut tidak memiliki dasar medis. Yang perlu diperhatikan justru adalah pola makan secara keseluruhan, terutama porsi dan frekuensi konsumsi makanan berlemak.

Karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak mudah percaya pada mitos kesehatan yang belum terbukti. Informasi dari tenaga medis tetap menjadi rujukan utama agar kebiasaan makan tidak dipengaruhi anggapan keliru.

Tips Minum Setelah Makan

Minum air setelah makan tetap dianjurkan untuk membantu kenyamanan tubuh. Pilihan air dingin maupun hangat pada dasarnya tidak memengaruhi pembekuan lemak di saluran pencernaan.

Yang penting, asupan minuman disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan masing-masing orang. Jika tubuh merasa lebih nyaman dengan air suhu biasa, pilihan itu tentu dapat menjadi kebiasaan yang baik.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menjaga porsi makan saat menikmati hidangan berlemak. Keseimbangan antara makanan, minuman, dan aktivitas fisik akan lebih berpengaruh terhadap kesehatan dibanding mitos air dingin.

Dengan memahami penjelasan medis, masyarakat dapat lebih tenang saat menikmati hidangan daging. Minum air dingin setelah makan tidak menyebabkan lemak membeku, sehingga kekhawatiran tersebut sebaiknya tidak lagi dijadikan patokan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!