Kantor Wilayah DJPb Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan dalam Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Penghargaan diberikan untuk mitra pengelolaan PNBP USO dengan akuntabilitas terbaik. Penganugerahan berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat, 17 April 2026, sebagai bagian dari upaya memperluas akses internet bagi wilayah 3T.
Penghargaan ini menyoroti peran DJPb DKI Jakarta dalam mengelola PNBP USO untuk pembiayaan program konektivitas. Dana USO dialokasikan untuk pembiayaan proyek seperti pembangunan BTS di wilayah blank spot, penguatan jaringan tulang punggung, dan program literasi digital. Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi layanan publik, komunitas, dan individu yang berperan membuka akses teknologi.
Penghargaan tersebut mencerminkan tata kelola dana USO yang ditata secara transparan. DJPb DKI Jakarta dinilai memiliki mekanisme pelaporan dan audit yang konsisten. Kedua faktor tersebut menjadi kunci akuntabilitas yang diharapkan.
Kepatuhan terhadap regulasi dan akuntabilitas menjadi pilar utama. Hasilnya, rupiah USO benar-benar diarahkan pada program konektivitas. Hal ini memperkuat kepercayaan publik terhadap penggunaan dana nasional.
DJPb DKI Jakarta berharap kemitraan serupa bisa direplikasi di daerah lain. Langkah ini sejalan dengan upaya memperluas akses internet melalui wilayah 3T. Diharapkan transformasi digital nasional dapat terdorong melalui kolaborasi tersebut.
Dana USO berasal dari persentase pendapatan kotor penyelenggara telekomunikasi. Pemanfaatannya mencakup pembangunan infrastruktur seperti BTS dan penguatan jaringan tulang punggung. Program literasi digital juga menjadi bagian penting dari alokasi tersebut.
Proyek infrastruktur 3T menargetkan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Pembangunan BTS di wilayah blank spot menjadi fokus utama untuk meningkatkan konektivitas. Selain itu, program literasi teknologi ditujukan untuk meningkatkan keterampilan digital warga.
BAKTI Komdigi sebagai penanggung jawab mengimplementasikan program tersebut secara terfokus. Kolaborasi dengan DJPb DKI Jakarta dianggap krusial untuk memastikan alokasi tepat sasaran. Arus pendanaan USO diharapkan mendorong percepatan digitalisasi nasional.
Harapan ke depan bagi ekosistem digital nasional
Kementerian Keuangan menilai tata kelola USO sebagai pendorong pemerataan akses internet. Dengan akuntabilitas yang tinggi, penggunaan dana publik bisa lebih efektif. Publik pun diajak melihat dampak nyata program 3T di lapangan.
Penghargaan ini juga menegaskan peran DJPb dan BAKTI Komdigi dalam ekosistem digital. Transparansi anggaran menjadi fondasi untuk inovasi layanan telekomunikasi nasional. Diharapkan capaian ini menjadi contoh bagi daerah lain.
Keberlanjutan program USO akan bergantung pada kolaborasi lintas lembaga. Dengan dukungan semua pihak, literasi digital dan akses internet dapat merata di seluruh wilayah. Hal ini diharapkan mempercepat transformasi digital Indonesia.
