Keinginan memiliki wajah yang lebih mulus, cerah, dan tampak segar membuat diet gula kian diminati banyak orang. Selain bergantung pada skincare, pola makan ternyata ikut menentukan kondisi kulit wajah.
Asupan gula berlebihan selama ini dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, termasuk diabetes, namun dampaknya tidak berhenti di sana. Sejumlah penelitian menunjukkan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis dapat mempercepat kerusakan kulit, memicu jerawat, dan mempercepat munculnya tanda penuaan dini.
Diet Gula dan Kesehatan Kulit
Direktur dermatologi laser dan kosmetik di University of Texas, Austin Dell Medical School, S. Tyler Hollmig, MD, menegaskan bahwa apa yang dikonsumsi seseorang sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Ia menyebut pola makan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas kulit, termasuk pada wajah.
Menurut Hollmig, hubungan antara makanan dan kesehatan kulit tidak bisa diabaikan karena asupan harian memberi dampak jangka panjang. Ketika konsumsi gula terlalu tinggi, proses di dalam tubuh dapat memicu perubahan yang terlihat pada kulit.
Fenomena ini membuat diet gula semakin populer di kalangan masyarakat yang ingin tampil lebih sehat dan terawat. Banyak orang mulai mengurangi makanan manis dengan harapan kulit tampak lebih cerah, kenyal, dan tidak mudah kusam.
Gula dan Penuaan Dini
Konsumsi gula berlebihan dapat memicu proses glikasi, yaitu ketika molekul gula menempel pada protein, lemak, atau asam nukleat dalam tubuh. Proses ini menghasilkan senyawa advanced glycation end products atau AGEs yang merusak struktur kulit.
Kolagen berperan besar dalam menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit, sehingga kerusakan pada protein ini membuat wajah tampak lebih tua. Saat kolagen menurun kualitasnya, garis halus, kerutan, dan kulit kendur lebih mudah muncul.
Glikasi juga mendorong produksi radikal bebas yang memperparah kerusakan jaringan kulit. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat wajah terlihat lebih lelah dan kehilangan tampilan segarnya.
Gula dan Jerawat Wajah
Selain mempercepat penuaan, asupan gula tinggi juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko jerawat. Sebuah studi di JAMA Dermatology pada 2020 yang melibatkan hampir 25 ribu orang dewasa menemukan hubungan antara makanan manis dan kenaikan risiko jerawat.
Penelitian tersebut menunjukkan konsumsi makanan berlemak dan manis dikaitkan dengan peningkatan risiko jerawat sebesar 54 persen. Sementara itu, minuman manis tercatat meningkatkan risiko tersebut sebesar 18 persen.
Gula dapat meningkatkan kadar insulin yang kemudian memicu peradangan dalam tubuh. Kondisi ini juga dapat memengaruhi hormon androgen, yang merangsang produksi minyak berlebih dan membuat pori-pori lebih mudah tersumbat.
Cara Memulai Diet Gula
Diet gula tidak selalu berarti menghapus semua makanan manis secara total, melainkan mengontrol asupannya dengan lebih bijak. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengurangi minuman berpemanis, camilan tinggi gula, dan makanan olahan.
Masyarakat juga perlu lebih cermat membaca label kemasan karena gula sering tersembunyi dalam berbagai produk harian. Kebiasaan ini membantu seseorang mengenali sumber gula yang selama ini tidak disadari.
Jika dilakukan konsisten, pengurangan gula dapat membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hasilnya mungkin tidak instan, tetapi perubahan pola makan dapat memberi manfaat nyata bagi wajah dalam jangka panjang.
