Dewi Rezer Tertarik Lelang Barang Mewah Sandra Dewi di Kejagung

Lifestyle Nadia Safira Putri 25 Mei 2026 21:07 WIB 2
Dewi Rezer Tertarik Lelang Barang Mewah Sandra Dewi di Kejagung

Dewi Rezer mendatangi lokasi lelang aset rampasan perkara yang digelar Badan Pemulihan Aset di Gedung Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Mei 2026. Kedatangannya dipicu rasa penasaran setelah melihat pembahasan lelang tersebut ramai di TikTok. Di lokasi, sejumlah barang mewah milik Sandra Dewi, mulai dari tas, perhiasan, hingga mobil mewah Harvey Moeis, ikut dipamerkan dan dilelang. Dewi mengaku hanya ingin melihat langsung barang-barang yang selama ini banyak dibicarakan publik.

Ia datang bersama rekannya, Saira Nisar Ali, yang juga tertarik menyaksikan lelang tersebut. Saira mengatakan dirinya terdorong datang setelah melihat kabar barang sitaan itu viral di media sosial. Dewi menegaskan kehadirannya lebih sebagai teman yang menemani, bukan untuk berburu barang tertentu. Meski begitu, ia tak menutup mata terhadap koleksi yang dipamerkan di lokasi.

Lelang Barang Mewah

Ajang lelang itu menarik perhatian karena menghadirkan barang-barang mewah yang disebut berasal dari aset rampasan perkara. Tas, perhiasan, hingga mobil mewah dipajang untuk dilihat calon peserta dan pengunjung. Kehadiran barang-barang tersebut membuat suasana di lokasi ramai dibicarakan. Publik pun menaruh minat besar karena objek lelang itu pernah dikaitkan dengan kasus yang menyita perhatian nasional.

Dewi Rezer mengaku datang bukan karena ingin membeli, melainkan karena ingin tahu seperti apa barang yang dilelang. Ia menilai fenomena tersebut wajar karena informasi di media sosial memancing rasa ingin tahu banyak orang. Menurutnya, lelang aset seperti ini memberi kesempatan publik melihat langsung barang yang sebelumnya hanya muncul di pemberitaan. Hal itu membuat lokasi lelang terasa lebih menarik dibanding dugaan awalnya.

Di sisi lain, Saira Nisar Ali juga mengaku datang setelah melihat kabar lelang itu ramai di TikTok. Baginya, viralnya informasi tersebut menjadi alasan kuat untuk hadir langsung ke lokasi. Ia ingin mengetahui suasana lelang dan melihat barang-barang yang dipamerkan. Kehadiran keduanya menunjukkan bahwa daya tarik media sosial masih sangat besar dalam mendorong rasa penasaran publik.

Dewi Rezer Penasaran

Dewi mengatakan dirinya sempat melirik beberapa koleksi tas yang dipamerkan di lokasi. Sebagai kolektor tas, ia mengaku barang-barang itu memiliki daya tarik tersendiri. Namun, ia tidak menyebutkan merek atau model yang paling menarik perhatiannya. Sikapnya itu menunjukkan bahwa ia datang lebih sebagai pengamat ketimbang pembeli serius.

Ia bahkan sempat bercanda ketika mengetahui tas incarannya sudah terjual. Menurut Dewi, barang yang dilihatnya ternyata sudah habis terlelang. Ia menyampaikan hal itu dengan nada ringan sambil tertawa. Situasi tersebut membuat keinginannya untuk membawa pulang barang incaran tidak terwujud.

Dewi juga menegaskan bahwa dirinya tidak banyak mengumbar barang mana yang sempat menarik perhatian. Ia memilih menjaga rasa penasaran itu tetap sederhana. Baginya, yang terpenting adalah melihat langsung bagaimana barang sitaan tersebut dipamerkan. Ia pun mengaku puas meski pulang tanpa membeli apa pun.

Harga Barang Lelang

Sebagai kolektor tas, Dewi menilai harga barang-barang lelang tersebut lebih murah dibandingkan harga pasar. Ia menyebut selisih harga yang ditawarkan tampak lebih miring. Penilaiannya itu membuat lelang barang mewah tampak menarik bagi pemburu barang preloved. Meski begitu, harga murah tidak selalu berarti barang masih tersedia.

Dewi menyadari bahwa banyak barang sudah habis terjual saat ia tiba di lokasi. Kondisi itu membuatnya hanya bisa melihat-lihat tanpa kesempatan ikut menawar. Ia bahkan menyebut barang incaran sudah tutup dan tidak bisa dibeli lagi. Hal tersebut menjadi alasan utama mengapa dirinya pulang tanpa membawa barang apa pun.

Meski begitu, Dewi tetap mengapresiasi konsep lelang yang memperlihatkan barang-barang dengan harga lebih terjangkau. Menurutnya, daya tarik semacam ini bisa memancing minat banyak orang. Apalagi jika barang yang dilelang memiliki kualitas dan merek yang dikenal luas. Dalam pandangannya, kombinasi harga miring dan popularitas barang menjadi daya tarik utama acara tersebut.

Barang Incaran Terjual

Di antara barang yang dipamerkan, mobil mewah juga ikut mencuri perhatian Dewi Rezer. Ia mengaku tertarik pada semua barang yang dilihatnya, tetapi masih merasa belum mampu untuk membelinya. Pernyataan itu ia sampaikan sambil tertawa ketika ditanya soal minatnya. Respons tersebut menegaskan bahwa kunjungannya lebih bersifat penasaran daripada transaksi.

Dewi menuturkan bahwa rasa ingin tahu terhadap barang sitaan yang ramai dibahas publik menjadi alasan utamanya datang. Ia ingin mengetahui langsung seperti apa penampilan barang-barang yang selama ini viral. Menurutnya, informasi di TikTok membuat banyak orang ingin menyaksikan sendiri suasana lelang. Fenomena itu menunjukkan bagaimana media sosial dapat membentuk perhatian publik secara cepat.

Pada akhirnya, Dewi hanya melihat-lihat dan tidak membawa pulang barang apa pun. Ia menilai pengalaman tersebut cukup menarik karena bisa menyaksikan proses lelang dari dekat. Meski barang incarannya sudah terjual, ia tetap menikmati kunjungan tersebut. Dari pengalaman itu, Dewi mendapat gambaran langsung tentang tingginya minat terhadap barang mewah yang dilelang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!