Dewi Rezer Penasaran Lihat Lelang Aset Rampasan Kejagung

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 05:16 WIB 3
Dewi Rezer Penasaran Lihat Lelang Aset Rampasan Kejagung

Artis Dewi Rezer datang langsung ke lokasi lelang aset rampasan perkara yang digelar Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung di Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026). Kehadirannya dipicu rasa penasaran setelah melihat ramai pembahasan soal lelang tersebut di TikTok.

Sejumlah barang mewah yang dikaitkan dengan Sandra Dewi dan Harvey Moeis, mulai dari tas, perhiasan, hingga mobil mewah, dipamerkan dalam gelaran itu. Dewi datang bersama rekannya, Saira Nisar Ali, untuk melihat langsung barang-barang yang tengah menjadi sorotan publik.

Lelang Aset Kejagung Jadi Sorotan

Dewi Rezer mengaku tidak memiliki tujuan khusus selain ingin mengetahui langsung suasana lelang yang ramai dibicarakan warganet. Ia menilai rasa penasaran itu muncul setelah melihat konten mengenai barang sitaan tersebut tersebar luas di media sosial.

Menurut Dewi, informasi soal lelang itu membuat dirinya ingin datang dan melihat kondisi barang yang ditawarkan. Ia pun menegaskan bahwa kedatangannya hanya sebagai pengunjung yang ingin mencari tahu lebih jauh.

Saira Nisar Ali juga menyampaikan alasan serupa, yakni tertarik datang setelah melihat kabar lelang itu viral di TikTok. Ia menyebut suasana di lokasi membuat rasa penasarannya semakin besar.

Keduanya hadir tanpa rencana membeli barang tertentu, karena lebih fokus melihat langsung pameran aset rampasan yang dipajang. Kehadiran publik figur tersebut turut menambah perhatian terhadap gelaran lelang yang digelar Kejagung.

Penasaran Melihat Barang Pameran

Dewi sempat memperhatikan sejumlah tas yang dipamerkan dalam lelang tersebut, namun barang yang menarik perhatiannya sudah lebih dulu terjual. Ia pun menanggapi hal itu dengan santai sambil tertawa.

Menurut pengakuannya, barang-barang yang dipamerkan memang sempat memancing rasa ingin tahu. Meski begitu, ia menilai sebagian koleksi sudah habis dibeli peserta lain.

Dewi juga mengatakan bahwa dirinya hanya ingin melihat langsung barang sitaan yang selama ini ramai diperbincangkan. Ia menilai pengalaman datang ke lokasi lebih penting daripada sekadar mengikuti informasi di media sosial.

Sikap santai Dewi membuat suasana perbincangan di lokasi terasa ringan. Ia memilih tidak terlalu banyak menyebut barang mana yang paling menarik perhatiannya.

Harga Barang Dinilai Lebih Miring

Sebagai kolektor tas, Dewi menilai harga barang-barang lelang tersebut berada di bawah harga pasaran. Ia menyebut tarif yang ditawarkan terasa lebih terjangkau dibanding nilai di toko atau pasar umum.

Namun, menurutnya, kesempatan membeli barang itu sudah tertutup karena sebagian besar koleksi telah laku. Ia bahkan menyebut barang yang ia incar sudah tidak tersedia lagi saat tiba di lokasi.

Dewi mengaku sempat berpikir untuk membeli, tetapi kondisi di lapangan membuatnya hanya bisa melihat-lihat. Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan berbelanja, melainkan memastikan sendiri informasi yang beredar.

Ia juga sempat melirik deretan koleksi tas yang dipamerkan bersama barang mewah lainnya. Dari pengamatannya, daya tarik lelang tersebut tidak hanya terletak pada nama besar pemilik sebelumnya, tetapi juga pada harga yang dianggap menarik.

Mobil Mewah Ikut Menyedot Perhatian

Selain tas dan perhiasan, mobil mewah yang dipamerkan di lokasi juga menarik perhatian Dewi. Ia mengaku tertarik melihat seluruh barang yang dipajang, meski belum mampu membelinya.

Menurut Dewi, semua barang yang dipamerkan tampak menarik karena memiliki nilai dan cerita yang besar di mata publik. Ia menyebut dirinya hanya bisa mengagumi tanpa berencana membawa pulang satu pun barang.

Dewi menegaskan rasa penasarannya sudah terjawab setelah datang langsung ke lokasi lelang. Ia merasa cukup dengan melihat suasana pameran dan mendengar penjelasan seputar barang-barang rampasan tersebut.

Kehadiran publik figur di tengah lelang aset rampasan itu memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap proses pemulihan aset negara. Gelaran tersebut tidak hanya menjadi ajang lelang, tetapi juga ruang publik untuk melihat langsung barang sitaan yang selama ini ramai di media sosial.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!