Dewi Rezer mendatangi lokasi lelang aset rampasan perkara yang digelar Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung dalam rangka BPA Fair 2026 di Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Mei 2026. Kehadirannya dipicu rasa penasaran setelah melihat ramai pembahasan soal lelang itu di TikTok. Di lokasi, sejumlah barang mewah milik Sandra Dewi, mulai dari tas, perhiasan, hingga mobil mewah Harvey Moeis, dipamerkan untuk dilelang.
Ia datang bersama rekannya, Saira Nisar Ali, yang juga tertarik melihat langsung barang sitaan yang viral di media sosial. Keduanya mengaku ingin mengetahui seperti apa proses dan barang yang ditawarkan dalam lelang tersebut. Meski semula hanya ingin melihat-lihat, Dewi sempat menaruh perhatian pada beberapa tas yang dipamerkan.
Lelang aset jadi perhatian
Dewi mengaku datang bukan untuk berbelanja, melainkan sekadar memenuhi rasa penasaran. Menurutnya, kabar soal lelang aset rampasan itu sudah terlanjur ramai di media sosial dan memancing banyak perhatian. Ia pun memilih melihat langsung barang-barang yang dipajang di Gedung BPA Kejaksaan RI.
Saira Nisar Ali menyampaikan hal serupa, karena dirinya tertarik setelah melihat informasi yang beredar di TikTok. Ia menilai viralnya lelang tersebut membuat banyak orang ingin tahu lebih jauh soal barang yang disita negara. Kehadiran keduanya menunjukkan besarnya atensi publik terhadap pelelangan aset rampasan kasus korupsi.
Di lokasi, pengunjung dapat melihat langsung berbagai barang mewah yang menjadi objek lelang. Koleksi itu menampilkan tas, perhiasan, hingga mobil mewah yang menarik perhatian banyak orang. Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan proses lelang aset rampasan kepada masyarakat.
Barang mewah curi perhatian
Dewi mengaku sempat melirik sejumlah koleksi tas yang dipamerkan di lokasi lelang. Sebagai kolektor tas, ia menilai beberapa barang tampil menarik dan layak dilihat lebih dekat. Namun, barang yang sempat menarik perhatiannya sudah lebih dulu terjual.
Ia sempat bereaksi spontan saat mengetahui tas incarannya tidak lagi tersedia. Dengan nada bercanda, Dewi menyebut barang tersebut sudah sold out. Ia kemudian memilih tidak menyesali hal itu karena sejak awal hanya ingin melihat-lihat.
Selain tas, deretan perhiasan yang dipajang juga menjadi pusat perhatian pengunjung. Barang-barang tersebut memperlihatkan nilai tinggi dari aset yang dilelang negara. Kehadiran koleksi mewah itu membuat suasana lokasi lelang semakin ramai dikunjungi.
Harga lelang dinilai miring
Menurut Dewi, harga barang-barang yang dilelang terlihat lebih murah dibandingkan harga pasar. Ia menilai penawaran tersebut cukup menarik bagi pemburu barang mewah. Meski demikian, ia mengaku belum berencana membeli karena banyak barang sudah habis terjual.
Dewi menyebut dirinya tidak sempat membawa pulang apa pun dari lokasi lelang. Ia mengatakan sebagian besar barang yang menarik perhatian sudah terjual sebelum dirinya sempat mengambil keputusan. Situasi itu membuat kunjungannya benar-benar hanya sebatas melihat-lihat.
Dalam komentarnya, Dewi menegaskan bahwa ia datang karena penasaran, bukan untuk berburu transaksi. Ia ingin mengetahui langsung seperti apa harga dan kualitas barang rampasan yang selama ini ramai dibicarakan. Menurutnya, pengalaman itu cukup menarik meski tanpa hasil belanja.
Mobil mewah ikut dipamerkan
Selain tas dan perhiasan, mobil mewah yang dipamerkan juga mencuri perhatian Dewi. Ia mengaku tertarik melihat seluruh barang yang ditampilkan karena semuanya memiliki daya tarik tersendiri. Namun, ia menilai kemampuan finansialnya belum cukup untuk membeli barang-barang tersebut.
Dewi menanggapi ketertarikannya sambil tertawa, karena menurutnya semua koleksi itu tampak menarik. Ia menyebut hampir semua barang membuat penasaran untuk dilihat lebih dekat. Meski begitu, ia menegaskan tetap realistis soal kemampuan membeli.
Kunjungan Dewi dan Saira memberi gambaran bahwa lelang aset rampasan tidak hanya menarik minat pembeli, tetapi juga publik yang ingin mengetahui prosesnya. Viral di media sosial, kegiatan ini menjadi sorotan karena barang yang dilelang berasal dari perkara besar. Antusiasme masyarakat menunjukkan lelang aset kini punya daya tarik tersendiri di ruang publik.
