Dewi Perssik Tegas Jaga Privasi Anak dari Isu Publik

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 07:37 WIB 6
Dewi Perssik Tegas Jaga Privasi Anak dari Isu Publik

Dewi Perssik mengambil sikap tegas terkait kabar yang menyeret nama putranya, Gabriel, dalam perbincangan publik bersama Aldi Taher. Ia menilai isu tersebut sudah melebar ke media sosial dan mulai berdampak pada kondisi psikologis anaknya yang sedang menempuh pendidikan. Karena itu, keputusan untuk memberi teguran dianggapnya sebagai bentuk perlindungan seorang ibu. Langkah tersebut ia ambil agar ruang pribadi keluarganya tidak terus menjadi konsumsi publik.

Pelantun Mimpi Manis itu menegaskan, jika memang ada hal yang ingin disampaikan, seharusnya dilakukan secara langsung melalui komunikasi pribadi. Ia menyebut media sosial, termasuk podcast, membuat sebuah pernyataan cepat menyebar dan sulit dikendalikan. Dewi Perssik juga menyatakan bahwa fokus utamanya adalah menjaga anaknya secara emosional, sosial, dan hukum. Pernyataan itu ia sampaikan saat ditemui di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dewi Perssik Soal Batas Publik

Dewi Perssik menilai ruang publik bukan tempat yang tepat untuk membahas hal sensitif yang menyangkut anak. Menurutnya, komunikasi pribadi melalui pesan singkat jauh lebih bijak dibanding menyampaikannya di forum terbuka. Ia menegaskan bahwa pernyataan di podcast bisa dengan cepat menyebar dan menimbulkan tafsir beragam. Kondisi itu, kata dia, berpotensi mengganggu kenyamanan keluarga.

Ia juga menyampaikan bahwa teguran yang diberikan melalui media sosial bukan bentuk serangan pribadi. Tindakan itu, menurutnya, merupakan upaya seorang ibu menjaga batas dan martabat anak. Dewi Perssik ingin agar publik memahami bahwa responsnya lahir dari kekhawatiran, bukan emosi sesaat. Baginya, perlindungan terhadap anak harus ditempatkan di atas perdebatan publik.

Dalam penjelasannya, Dewi Perssik meminta agar persoalan yang melibatkan anak tidak diperlakukan sebagai bahan obrolan ringan. Ia menilai setiap kata yang diucapkan di ruang digital dapat membawa konsekuensi panjang. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian saat berbicara di hadapan publik. Sikap tersebut dianggapnya penting untuk mencegah polemik yang tidak perlu.

Dewi Perssik juga menekankan bahwa ia tidak ingin memperpanjang konflik. Ia hanya ingin situasi kembali tenang agar anaknya bisa belajar tanpa tekanan. Baginya, ketenangan psikologis anak jauh lebih penting daripada komentar yang beredar di media sosial. Oleh sebab itu, ia memilih menyampaikan keberatan secara terbuka namun tetap terukur.

Dewi Perssik Pantau Kondisi Anak

Selama dua minggu, Dewi Perssik mengaku sempat kesulitan berkomunikasi dengan Gabriel karena sang anak sedang berada di hutan untuk keperluan pendidikan. Situasi itu membuatnya cemas ketika isu mengenai status anaknya mulai ramai dibicarakan. Ia hanya bisa memantau dari kejauhan sambil menunggu kesempatan untuk menghubungi sang buah hati. Kekhawatiran itu membuatnya semakin berhati-hati dalam bersikap.

Ketika akhirnya bisa melakukan panggilan video, Dewi Perssik langsung menjelaskan situasi yang terjadi di media sosial. Ia ingin mengetahui apakah anaknya merasa terganggu atau justru sudah memahami persoalan tersebut. Menurut pengakuannya, Gabriel merespons dengan tenang meski sempat bingung. Respons itu membuat Dewi Perssik sedikit lega setelah sebelumnya diliputi rasa khawatir.

Ia menirukan reaksi sang anak yang hanya bertanya, “Mama ada apa?” sebelum akhirnya memahami penjelasan yang diberikan. Setelah mendengar cerita soal keramaian di media sosial, Gabriel disebut memilih bersikap santai. Bagi Dewi Perssik, reaksi tersebut menunjukkan bahwa anaknya cukup matang menghadapi situasi yang muncul. Meski begitu, ia tetap merasa perlu menjaga agar isu serupa tidak terulang.

Dewi Perssik menilai pengalaman itu menjadi pengingat bahwa anak tidak boleh dibebani persoalan orang dewasa. Ia ingin memastikan Gabriel tetap fokus pada pendidikan dan tumbuh dalam suasana yang sehat. Karena itu, setiap persoalan yang menyentuh ranah pribadi keluarga akan direspons dengan kehati-hatian. Baginya, ketenangan anak adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Dewi Perssik Memaafkan Aldi Taher

Meski sempat membawa persoalan ini ke kuasa hukum, Dewi Perssik kini mengaku telah memaafkan Aldi Taher. Ia menilai mantan suaminya itu bukan sosok yang berniat buruk. Namun, ia menganggap cara penyampaian kalimat di ruang publik kurang bijak dan menyentuh aspek sensitif. Karena itu, ia memilih meredakan ketegangan daripada memperpanjang perselisihan.

Dewi Perssik menyebut dirinya selalu membuka ruang silaturahmi dengan siapa pun, termasuk dengan Aldi Taher. Ia bahkan menilai hubungan mereka sudah seperti keluarga, sehingga tidak perlu dibawa ke arah permusuhan. Menurutnya, kesalahan dalam memilih kata bisa terjadi ketika seseorang tidak berada dalam kendali penuh. Meski demikian, ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Ia juga mengaku memahami bahwa setiap orang bisa saja berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Dalam pandangannya, hal itu tidak otomatis menunjukkan niat jahat. Dewi Perssik hanya mengingatkan agar setiap pernyataan yang berkaitan dengan orang lain dibuat lebih hati-hati. Dengan begitu, ruang publik tidak berubah menjadi sumber luka bagi keluarga pihak lain.

Sikap memaafkan yang ditunjukkan Dewi Perssik menjadi penanda bahwa ia masih mengutamakan kedamaian. Ia memilih melihat persoalan ini sebagai pelajaran bersama, bukan akhir dari hubungan baik. Baginya, menjaga komunikasi yang sehat lebih penting daripada mempertahankan pertengkaran. Karena itu, ia berharap semua pihak bisa saling memahami dan menahan diri.

Dewi Perssik Harap Jadi Pelajaran

Dewi Perssik berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati saat berbicara di media sosial. Ia menilai ruang digital memiliki daya sebar yang sangat cepat, sehingga ucapan kecil bisa berubah menjadi polemik besar. Karena itu, setiap orang perlu mengukur dampak dari kata-kata yang disampaikan. Menurutnya, kehati-hatian adalah bentuk tanggung jawab sosial.

Ia juga berharap silaturahmi dengan Aldi Taher tetap terjaga meski sempat terjadi ketegangan. Dewi Perssik menekankan pentingnya muhasabah dan introspeksi diri agar kesalahan serupa tidak berulang. Baginya, hubungan yang baik lebih bermanfaat daripada saling menyerang di ruang publik. Dengan begitu, masing-masing pihak bisa melanjutkan hidup tanpa beban yang berkepanjangan.

Dalam pandangannya, persoalan ini bukan semata tentang dirinya, melainkan tentang perlindungan anak dan etika berkomunikasi. Ia ingin masyarakat memahami bahwa seorang ibu akan selalu bereaksi ketika anaknya terseret dalam isu yang tidak perlu. Oleh sebab itu, ia menganggap wajar bila langkah tegas ditempuh untuk mencegah dampak yang lebih luas. Perlindungan terhadap anak, katanya, harus selalu menjadi pertimbangan utama.

Dewi Perssik menutup penjelasannya dengan harapan agar semua pihak bisa belajar dari kejadian ini. Ia ingin publik lebih bijak dalam menilai dan menyampaikan pendapat di media sosial. Baginya, kedewasaan dalam berucap dapat mencegah banyak kesalahpahaman. Dengan sikap saling menjaga, ia percaya hubungan antarpihak tetap bisa berjalan baik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!