Pasangan selebriti Dede Sunandar dan Karen Hertatum mengungkap kondisi rumah tangga mereka dalam sebuah episode podcast C8 bersama Dilan Janiyar. Kisah ini dibagikan setelah keduanya membahas perjalanan pernikahan selama 12 tahun. Konflik yang terjadi membuat air mata mengalir dan menambah sorotan publik.
Karen mengungkap dirinya menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga serta dugaan perselingkuhan oleh Dede Sunandar. Ia menyatakan kisahnya dibagikan dengan air mata, menggambarkan bagaimana dirinya dihajar dan dijambak. Ia juga mengungkapkan bahwa anak sulungnya pernah terkena dampak karena mencoba melerai pertengkaran.
Kisah kekerasan keluarga
Selama wawancara, Dede Sunandar menilai kisah istri tidak sepenuhnya akurat dan menyebut ada bagian yang perlu diklarifikasi. Ia menegaskan bahwa tidak semua hal benar, tetapi juga tidak semua salah. Ia menekankan pentingnya introspeksi diri bagi keduanya.
Dia mengakui bahwa dirinya pernah melakukan KDRT dengan alasan emosi yang memuncak. Ia menjelaskan kejadian itu terjadi ketika ia berada di luar kota dan tidak bisa mengendalikan diri. Ia menegaskan bahwa kekerasan itu salah dan menyampaikan permintaan maaf kepada istrinya serta keluarga.
Ia mengaku telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga istrinya melalui pesan, meski pertemuan langsung belum bisa dilakukan. Ia menyatakan keinginan bertemu istrinya secara langsung tetap ada, meski waktunya belum tepat. Ia menegaskan kesiapan untuk memperbaiki hubungan seiring berjalannya waktu.
Respon Publik dan Peluang Bertemu
Karen tetap tegar meski mengungkap kisah kekerasan yang dialaminya. Ia menekankan bahwa perlindungan bagi dirinya dan ketiga anaknya menjadi prioritas utama. Ia berharap publik memahami bahwa kekerasan rumah tangga bukan hal yang bisa diterima begitu saja.
Ia menceritakan bagaimana anak sulungnya berusaha melindungi ibunya hingga bibirnya pecah. Kisah itu menunjukkan dampak kekerasan pada seluruh keluarga. Karen menegaskan pentingnya dukungan publik serta langkah-langkah perlindungan bagi keluarga.
Karen menyatakan belum ada rencana pertemuan langsung dengan suaminya, meski pembicaraan melalui jalur yang benar tetap diusahakan. Ia menekankan bahwa prioritasnya adalah keselamatan serta kesejahteraan anak-anak. Ia berharap dialog dapat berjalan secara konstruktif agar situasi rumah tangga bisa ditangani dengan lebih baik.
