Dasco Soroti Kepercayaan Investor Saat Kunjungi BEI

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 21 Mei 2026 22:08 WIB 7
Dasco Soroti Kepercayaan Investor Saat Kunjungi BEI

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengunjungi kantor Bursa Efek Indonesia di Jakarta Selatan pada Selasa, 19 Mei 2026. Kunjungan itu dilakukan bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, dan COO BPI Danantara Dony Oskaria. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas kondisi investor ritel dan investor global. Dasco menilai dialog itu penting untuk memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Menurut Dasco, pembahasan juga menyinggung pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang terus meningkat. Ia menyebut investor ritel masih menunjukkan perkembangan yang positif di tengah dinamika pasar. Selain itu, ia mengaku mendengarkan paparan Danantara mengenai arah kebijakan yang dapat membuat investor lebih nyaman. Dengan fundamental yang dinilai kuat, Dasco optimistis bursa saham Indonesia akan semakin kokoh.

Fokus Kepercayaan Investor

Dasco mengatakan, diskusi utama dalam kunjungan itu adalah cara meyakinkan investor agar tetap percaya pada pasar modal nasional. Ia menilai kepercayaan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan daya tarik bursa. Menurutnya, investor global perlu melihat kepastian arah kebijakan yang jelas. Karena itu, pertemuan dengan otoritas dan pengelola investasi dinilai relevan.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kepercayaan tidak hanya ditujukan kepada investor asing. Investor domestik, khususnya ritel, juga membutuhkan kepastian agar tetap aktif berpartisipasi. Dalam pandangannya, pasar modal yang sehat harus ditopang oleh kepercayaan dari berbagai lapisan investor. Hal itu akan membantu menjaga likuiditas dan memperkuat aktivitas perdagangan.

Dasco menyebut komunikasi antara DPR, OJK, Danantara, dan BEI perlu terus dijaga. Ia menilai kolaborasi antarlembaga dapat menciptakan sentimen yang lebih positif bagi pasar. Dengan koordinasi yang baik, kebijakan yang muncul diharapkan lebih mudah dipahami pelaku pasar. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan rasa aman bagi investor.

Investor Ritel Bertumbuh

Dalam kesempatan itu, Dasco mengaku mendapat penjelasan mengenai pertumbuhan jumlah investor ritel di Indonesia. Ia mengatakan tren tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal masih tinggi. Menurutnya, perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem investasi nasional. Pertumbuhan investor ritel juga dinilai mencerminkan semakin luasnya inklusi keuangan.

Ia menilai peningkatan jumlah investor perlu diikuti dengan edukasi yang berkelanjutan. Pasalnya, investor baru membutuhkan pemahaman yang cukup agar dapat berinvestasi secara bijak. Dengan literasi yang lebih baik, pasar modal dapat tumbuh lebih sehat dan stabil. Hal itu sekaligus mengurangi risiko keputusan investasi yang hanya mengikuti sentimen sesaat.

Dasco juga melihat pertumbuhan investor ritel sebagai modal penting bagi penguatan bursa di masa depan. Ia menyebut partisipasi masyarakat akan membantu menopang transaksi dan memperluas basis investor. Semakin banyak investor lokal yang aktif, semakin besar pula daya tahan pasar. Karena itu, penguatan kepercayaan publik menjadi agenda yang terus perlu dijaga.

Arah Kebijakan Baru

Selain membahas kondisi investor, Dasco juga mendengarkan paparan Rosan Roeslani mengenai regulasi yang sedang disiapkan. Ia mengatakan kebijakan yang tepat akan membantu menciptakan rasa nyaman di kalangan pelaku pasar. Dalam pandangannya, kepastian regulasi menjadi elemen penting bagi iklim investasi. Tanpa itu, pasar akan lebih rentan terhadap keraguan dan spekulasi.

Dasco menilai arah kebijakan yang disusun perlu mampu menjawab kebutuhan investor lokal maupun global. Ia menyebut investor membutuhkan aturan yang mudah dipahami dan konsisten dijalankan. Dengan begitu, mereka dapat menilai prospek pasar secara lebih percaya diri. Hal ini juga dapat mendukung masuknya modal baru ke Indonesia.

Ia menambahkan bahwa masukan dari Danantara menunjukkan adanya upaya serius memperkuat fondasi investasi. Menurutnya, langkah tersebut penting agar pasar modal Indonesia tidak hanya berkembang secara nominal. Yang lebih penting, pasar harus memiliki daya tahan yang kuat di tengah perubahan ekonomi global. Dengan fondasi yang baik, bursa diharapkan tetap menarik bagi investor jangka panjang.

Bursa Makin Kokoh

Dasco menyampaikan keyakinannya bahwa bursa Indonesia akan semakin kuat apabila kepercayaan investor terus terjaga. Ia menilai fundamental ekonomi yang ada saat ini masih memberikan ruang bagi pertumbuhan pasar modal. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dipelihara melalui kebijakan yang konsisten dan komunikatif. Pasar yang kuat akan memberi manfaat bagi emiten, investor, dan perekonomian nasional.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku pasar dalam menjaga sentimen positif. Dalam situasi global yang dinamis, kepastian kebijakan menjadi nilai tambah bagi Indonesia. Dasco menilai pasar modal yang kredibel akan lebih mudah menarik investor baru. Karena itu, komunikasi publik perlu dilakukan secara terbuka dan terarah.

Pada akhirnya, Dasco menilai kunjungan ke BEI memberi gambaran bahwa pasar modal Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan. Pertumbuhan investor ritel, dukungan regulasi, dan fundamental ekonomi disebut menjadi tiga penopang utama. Jika ketiganya berjalan searah, kepercayaan investor diyakini akan semakin menguat. Dengan demikian, bursa saham Indonesia berpeluang melangkah lebih stabil ke depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!