Dasco Optimistis Pasar Modal Indonesia Kembali Menguat

Forex & Saham Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 06:04 WIB 7
Dasco Optimistis Pasar Modal Indonesia Kembali Menguat

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan optimisme bahwa pasar modal Indonesia dapat kembali menguat, meski Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tengah melemah lebih dari 3 persen. Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan ke Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, pada Selasa, 19 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Dasco menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pelaku pasar. Ia menilai optimisme perlu terus dibangun agar 26 juta investor tetap terlindungi.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 3,08 persen ke level 6.396,26 setelah sempat menguat ke 6.635,12 pada awal perdagangan. Kondisi itu menjadi latar penting dari kunjungan Dasco bersama sejumlah pejabat sektor keuangan dan investasi. Ia mengatakan bahwa pembahasan yang dilakukan tidak hanya menyentuh kondisi pasar domestik, tetapi juga sentimen investor global. Menurutnya, fundamental pasar modal Indonesia tetap memberi ruang untuk pemulihan.

Optimisme Di Tengah Tekanan

Dasco menegaskan bahwa optimisme harus dijaga di tengah fluktuasi pasar. Ia menilai pasar modal tidak cukup hanya didukung oleh data, tetapi juga oleh kepercayaan. Karena itu, sikap optimistis dinilai penting untuk menjaga stabilitas psikologis investor. Ia juga mengingatkan bahwa pesimisme dapat memperburuk sentimen pasar.

Dalam pernyataannya, Dasco menyebut bahwa semua pihak perlu percaya pada kekuatan pasar modal nasional. Ia menilai kepercayaan publik akan memengaruhi arah pergerakan investasi. Jika keyakinan investor terjaga, pasar dinilai lebih mudah pulih dari tekanan jangka pendek. Sikap itu, menurutnya, harus dimulai dari para pemangku kepentingan.

Dasco juga menyinggung pentingnya perlindungan terhadap investor di pasar modal. Ia menyebut jumlah investor yang terus bertambah harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat. Perlindungan itu, menurutnya, diperlukan agar minat masyarakat tidak menurun. Dalam pandangannya, pasar yang aman akan lebih menarik bagi investor baru.

Ia menambahkan bahwa perlindungan investor menjadi semakin relevan karena basis pemodal kini semakin beragam. Generasi Z disebut menjadi salah satu kelompok yang banyak mengisi Single Investor Identification atau SID. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar modal telah menjangkau kalangan muda. Karena itu, edukasi dan rasa aman menjadi kebutuhan utama.

Perlindungan Investor Muda

Dasco menyampaikan bahwa generasi muda perlu didorong agar tetap percaya pada pasar modal. Ia menilai anak muda cenderung responsif terhadap sentimen dan perkembangan informasi. Jika kepercayaan mereka goyah, pertumbuhan investor ritel bisa ikut terhambat. Oleh sebab itu, stabilitas pasar dinilai harus dijaga bersama.

Menurut Dasco, investor muda merupakan aset penting bagi keberlanjutan pasar modal Indonesia. Mereka tidak hanya menambah likuiditas, tetapi juga memperluas partisipasi publik. Karena itu, perlindungan terhadap mereka perlu ditempatkan sebagai agenda utama. Dengan dukungan yang tepat, investor muda dapat menjadi penopang pasar dalam jangka panjang.

Ia menegaskan bahwa sikap optimistis dari para pejabat dan pelaku industri akan memberi contoh positif. Bila para pemimpin saja tidak percaya diri, maka publik akan semakin ragu. Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa komunikasi yang baik memegang peran penting. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, pesan yang menenangkan dinilai sangat diperlukan.

Dasco juga melihat bahwa pertumbuhan investor ritel masih berlangsung. Hal itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal belum pudar. Namun, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan perlindungan dan literasi yang memadai. Dengan begitu, partisipasi publik dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Dialog Dengan Otoritas

Kunjungan Dasco ke BEI dilakukan bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, dan COO BPI Danantara Dony Oskaria. Pertemuan itu menjadi ruang untuk membahas arah kebijakan yang dapat memperkuat pasar. Berbagai masukan dari otoritas dan pengelola investasi turut menjadi bahan diskusi. Tujuannya adalah membangun keyakinan baru di tengah tekanan pasar.

Dalam pertemuan tersebut, Dasco mengaku banyak berdiskusi mengenai kondisi investor global. Ia menilai perubahan di pasar internasional tetap perlu dicermati karena berpengaruh terhadap Indonesia. Meski demikian, ia melihat ruang penguatan masih terbuka. Karena itu, koordinasi antarlembaga dianggap penting untuk menjaga sentimen tetap positif.

Dasco juga menyimak paparan dari Danantara terkait regulasi yang tengah disiapkan. Menurutnya, kebijakan yang jelas dan terukur akan membuat investor lokal merasa lebih nyaman. Kepastian aturan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga arus investasi. Dengan tata kelola yang baik, pasar modal dapat memiliki daya tahan lebih kuat.

Ia menegaskan bahwa dialog seperti ini perlu terus dilakukan agar pasar memiliki arah yang jelas. Keterlibatan berbagai lembaga menunjukkan adanya perhatian serius terhadap pasar modal nasional. Dasco menilai sinergi antara otoritas dan pelaku pasar akan memperkuat kepercayaan. Dalam pandangannya, kepercayaan itulah yang menjadi modal utama pemulihan.

Prospek Pasar Ke Depan

Dasco meyakini bursa Indonesia akan semakin kuat apabila fondasi ekonomi tetap terjaga. Ia melihat pertumbuhan investor lokal sebagai sinyal yang menggembirakan. Di sisi lain, dukungan regulasi juga akan membantu memperkuat posisi pasar. Kombinasi keduanya dianggap penting bagi arah jangka panjang bursa.

Menurutnya, pelemahan IHSG tidak selalu mencerminkan lemahnya fundamental. Fluktuasi pasar dapat terjadi karena tekanan eksternal maupun perubahan sentimen sesaat. Karena itu, reaksi yang berlebihan justru perlu dihindari. Pasar dinilai akan lebih sehat jika pelaku utamanya tetap tenang dan rasional.

Ia berharap ke depan kepercayaan investor lokal terus meningkat. Pertumbuhan partisipasi ritel dinilai menjadi bukti bahwa pasar modal semakin inklusif. Dengan pengawasan yang kuat, minat itu dapat berubah menjadi kekuatan ekonomi. Dalam jangka panjang, hal tersebut bisa membantu memperdalam pasar keuangan nasional.

Dasco menutup pandangannya dengan keyakinan bahwa Bursa Efek Indonesia akan semakin tangguh. Ia menilai optimisme bukan sekadar sikap, melainkan bagian dari strategi menjaga pasar. Dengan dukungan regulasi, edukasi, dan perlindungan investor, pemulihan dianggap lebih realistis. Pasar modal Indonesia pun dinilai memiliki peluang besar untuk kembali menguat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!