Dasco Optimistis IHSG Kembali Menguat

Forex & Saham Kevin S. Pratama 21 Mei 2026 18:13 WIB 7
Dasco Optimistis IHSG Kembali Menguat

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan optimisme bahwa pasar modal Indonesia dapat kembali menguat di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG lebih dari 3 persen. Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan ke Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, pada Selasa, 19 Mei 2026. Dasco menilai keyakinan perlu terus dijaga agar perlindungan terhadap 26 juta investor tetap terjaga.

Dalam kesempatan itu, Dasco menekankan bahwa investor pasar modal harus dilindungi secara ketat, terutama karena banyak pemegang Single Investor Identification atau SID berasal dari generasi Z. Ia menilai rasa optimistis perlu dibangun bersama agar pelaku pasar, khususnya investor muda, tidak kehilangan kepercayaan. Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG tercatat melemah 3,08 persen ke level 6.396,26 setelah sempat menguat ke 6.635,12 pada awal perdagangan.

Optimisme di Pasar Modal

Dasco menegaskan bahwa optimisme menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan di pasar modal. Menurut dia, suasana percaya diri di antara pelaku pasar akan membantu membentuk sentimen yang lebih stabil. Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan investor tidak boleh dikendurkan.

"Kita kan harus optimis, optimis terus," ujar Dasco di Jakarta Selatan. Ia menambahkan, jika para pemangku kepentingan tidak menunjukkan keyakinan, maka generasi muda sebagai investor baru juga sulit tumbuh dengan tenang. Pandangan itu, menurutnya, perlu menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pasar modal nasional.

Ia menilai pasar modal Indonesia memiliki peluang untuk pulih jika kepercayaan publik terus diperkuat. Optimisme tersebut, kata dia, bukan sekadar pernyataan, melainkan bagian dari perlindungan ekosistem investasi. Karena itu, ia mendorong semua pihak untuk menjaga narasi yang menenangkan pasar.

Fokus Lindungi Investor

Dasco menyebut perlindungan terhadap investor harus dilakukan secara ketat karena jumlah partisipan pasar modal terus bertambah. Ia menyoroti peran investor ritel yang semakin besar dalam menopang aktivitas transaksi. Dalam konteks itu, stabilitas informasi dan regulasi dianggap sangat penting.

Menurut dia, dominasi generasi Z dalam data SID menunjukkan pasar modal makin menarik bagi kalangan muda. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan edukasi dan pengawasan yang memadai agar partisipasi investor tetap sehat. Dengan begitu, pertumbuhan jumlah investor dapat berjalan seiring dengan meningkatnya pemahaman risiko.

Ia menilai perlindungan investor bukan hanya tugas otoritas pasar, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Kepercayaan investor, kata dia, akan tumbuh bila mereka merasa aman dan mendapat kepastian. Hal itu menjadi fondasi penting bagi perkembangan bursa di masa depan.

Diskusi Dengan OJK

Dalam kunjungan tersebut, Dasco berdiskusi mengenai kondisi investor global dan arah kebijakan pasar modal. Ia hadir bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi serta jajaran BPI Danantara. Pertemuan itu disebut bertujuan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Dasco mengatakan, paparan yang disampaikan dalam pertemuan itu memberi gambaran mengenai langkah yang sedang disiapkan untuk menopang pasar. Menurut dia, koordinasi antara regulator dan pelaku kelembagaan menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas. Hal tersebut dinilai dapat membantu meredam kekhawatiran pelaku pasar.

Ia juga menilai dialog langsung seperti ini penting untuk memastikan arah kebijakan dipahami dengan baik oleh publik. Keterbukaan informasi, menurutnya, dapat membantu menciptakan persepsi yang lebih positif. Dengan komunikasi yang tepat, pasar dinilai lebih mudah merespons secara sehat.

Harapan Bursa Menguat

Dasco menyimak paparan dari CEO BPI Danantara Rosan Roeslani dan COO BPI Danantara Dony Oskaria mengenai regulasi yang disiapkan. Ia menilai kebijakan yang meyakinkan investor lokal akan mendorong rasa nyaman di pasar. Dari sana, pertumbuhan investor ritel dapat terus berlanjut.

Menurut dia, fundamental pasar modal Indonesia masih cukup kuat untuk mendukung penguatan bursa ke depan. Ia meyakini berbagai langkah yang disiapkan dapat memperbaiki sentimen dan meningkatkan minat investasi. Harapan itu, kata dia, perlu dijaga melalui kerja sama lintas lembaga.

"Dengan fundamental yang ada, saya yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat," ujar Dasco. Ia menegaskan bahwa optimisme harus berjalan beriringan dengan perlindungan investor dan kebijakan yang kredibel. Dengan kombinasi itu, pasar modal Indonesia diharapkan mampu kembali bangkit.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!