Peluang usaha kerap lahir dari kebutuhan sederhana di rumah, seperti yang dialami Romauli Sri Astuti Sitoris saat merintis bawang goreng crispy bernama UliMus pada 2022. Berawal dari sang anak yang tidak menyukai bawang goreng, ia kemudian mengubah bahan pelengkap makanan itu menjadi camilan yang lebih menarik.
Inovasi tersebut awalnya dibuat untuk bekal anaknya yang menempuh pendidikan di pondok pesantren di Parung pada awal 2020. Tak disangka, respons positif dari sang anak dan teman-temannya justru membuka jalan usaha yang kini memberi penghasilan tambahan bagi keluarga kecil itu.
Peluang Bawang Goreng
Uli, sapaan akrab Romauli, menyadari ada potensi bisnis ketika bawang goreng buatannya mulai disukai banyak orang. Setiap kali berkunjung ke pesantren, ia membawa varian rasa seperti barbecue dan balado untuk dititipkan kepada anaknya.
Produk yang awalnya hanya dibuat untuk konsumsi pribadi ternyata cepat diterima lingkungan sekitar. Teman-teman sang anak turut membeli, sehingga permintaan mulai muncul secara alami.
Situasi itu membuat Uli melihat bahwa bawang goreng tidak harus berhenti sebagai taburan makanan. Dengan pengolahan yang tepat, produk sederhana tersebut bisa naik kelas menjadi camilan bernilai jual.
Awal Bawang Goreng Usaha
Setelah mendapat dukungan dari suami, Uli memutuskan menekuni usaha bawang goreng secara serius dari rumah. Keputusan itu diambil saat usaha suaminya terdampak pandemi dan tidak lagi berjalan lancar.
Ia mengatakan, kondisi ekonomi keluarga saat itu mendorong mereka mencari sumber penghasilan baru yang lebih cepat dijalankan. Bawang goreng kemudian dipilih karena bahan bakunya mudah didapat dan pasarnya sudah terbentuk.
Dari dapur rumah, ia mulai memproduksi bawang goreng crispy dalam skala kecil. Langkah sederhana itu menjadi titik awal berkembangnya UliMus sebagai usaha rumahan yang terus bertahan.
Modal Kecil Bawang Goreng
Modal awal usaha ini terbilang terbatas, yakni kurang dari Rp 500 ribu. Dengan dana minim, Uli tetap berani mencoba karena melihat peluang yang cukup besar.
Ia mengandalkan ketekunan, kreativitas, dan penjualan dari mulut ke mulut untuk menjaga perputaran usaha. Strategi itu membuat produksi tetap berjalan meski pada tahap awal kapasitasnya belum besar.
Perlahan, usahanya berkembang hingga memiliki legalitas resmi pada 2022. Legalitas tersebut menjadi penanda bahwa usaha rumahan itu mulai naik kelas dan lebih siap bersaing.
UliMus Bawang Goreng Naik Kelas
Nama UliMus diambil dari gabungan nama Uli dan suaminya, Mustofa. Penamaan itu menjadi simbol kerja bersama dalam membangun usaha keluarga.
Keunikan produk UliMus terletak pada fungsi ganda, yakni bisa dimakan langsung sebagai camilan atau digunakan sebagai taburan makanan. Diferensiasi ini membuat produknya memiliki daya tarik lebih luas di pasar.
Perjalanan Uli menunjukkan bahwa usaha kecil dapat tumbuh dari pengamatan sederhana terhadap kebutuhan keluarga. Dengan dukungan keluarga, keberanian mencoba, dan konsistensi, produk rumahan bisa berkembang menjadi UMKM yang berdaya saing.
