Dari Rumah, UliMus Bawang Goreng Crispy Jadi Sumber Cuan

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 28 Mei 2026 11:58 WIB 2
Dari Rumah, UliMus Bawang Goreng Crispy Jadi Sumber Cuan

Peluang usaha sering kali lahir dari kebutuhan sederhana di rumah. Romauli Sri Astuti Sitoris, 40 tahun, membuktikannya saat merintis usaha bawang goreng crispy bernama UliMus pada 2022, berawal dari upaya membuat anaknya menyukai bawang goreng.

Produk yang awalnya dibuat sebagai camilan untuk bekal ke pondok pesantren di Parung itu justru menarik minat banyak orang. Dari situ, perempuan yang akrab disapa Uli tersebut mulai melihat potensi bisnis yang lebih besar dan perlahan menjadikannya sumber penghasilan keluarga.

Peluang Bawang Goreng Crispy

Ide usaha Uli berawal ketika anaknya tidak menyukai bawang goreng biasa. Ia lalu mencoba mengolah bawang menjadi camilan crispy dengan rasa yang lebih menarik.

Hasil olahan itu dibawa sebagai bekal rutin saat anaknya menempuh pendidikan di pondok pesantren. Respons positif datang tidak hanya dari sang anak, tetapi juga dari teman-temannya yang ikut mencicipi.

Uli kemudian menyadari bahwa produk sederhana tersebut memiliki pasar yang nyata. Dari kebiasaan membawakan stok setiap bulan, lahirlah peluang usaha yang terus berkembang.

Modal Bawang Goreng Crispy

Setelah melihat adanya minat pasar, Uli mulai menekuni usaha itu dari rumah secara lebih serius. Keputusan tersebut ia ambil setelah mendapat dukungan penuh dari suami.

Pada saat yang sama, usaha suaminya terdampak pandemi hingga mengalami kebangkrutan. Kondisi itu membuat keluarga perlu mencari sumber pendapatan baru yang bisa segera berjalan.

Modal awal usaha ini bahkan kurang dari Rp500 ribu. Meski terbatas, Uli tetap berani memulai karena melihat bawang goreng crispy punya peluang jual yang baik.

Perjalanan UliMus Berkembang

Ketekunan Uli membuat usahanya perlahan tumbuh dari skala kecil menjadi lebih terarah. Pada 2022, bisnis tersebut resmi memiliki legalitas dengan nama UliMus.

Nama UliMus diambil dari gabungan nama Uli dan suaminya, Mustofa. Penamaan ini menjadi penanda bahwa usaha tersebut dibangun bersama sebagai fondasi ekonomi keluarga.

Produk yang ditawarkan juga punya keunikan tersendiri karena tidak hanya berfungsi sebagai taburan makanan. Bawang goreng crispy buatan Uli dapat dinikmati sebagai camilan dengan berbagai varian rasa.

Dukungan Rumah BUMN BRI

Perjalanan UliMus turut mendapat perhatian sebagai bagian dari UMKM binaan Rumah BUMN BRI. Dukungan pendampingan ini membantu pelaku usaha kecil memperkuat posisi bisnisnya di pasar.

Keberadaan legalitas usaha menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan penjualan. Dengan status yang lebih jelas, Uli memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan produk dan membangun kepercayaan konsumen.

Kisah Uli menunjukkan bahwa inovasi sederhana bisa tumbuh menjadi usaha yang bernilai ekonomi. Dari dapur rumah, bawang goreng crispy berubah menjadi produk yang memberi harapan baru bagi keluarga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!