Dari MUA Gagal ke Salad Umma yang Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 30 Mei 2026 23:23 WIB 2
Dari MUA Gagal ke Salad Umma yang Naik Kelas

Hikma Nurul Audhliya, perempuan 38 tahun asal Jakarta, berhasil bangkit dari kegagalan usaha rias wajah saat pandemi dan membangun bisnis kuliner sehat bernama Salad Umma. Melalui pelatihan usaha, program Kartu Prakerja, serta dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat atau KUR dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, usahanya kini berkembang dan meraih pelanggan rutin.

Kisahnya berawal ketika seluruh jadwal pernikahan dibatalkan, membuat ia harus menanggung kerugian hingga menjual mobil, baju, dan perlengkapan makeup untuk menutup kewajiban kepada vendor. Dari titik terendah itu, Hikma memilih memulai lagi dari nol dengan usaha salad sayur yang sederhana, sehat, dan sesuai kebutuhan pasar.

Bangkit Lewat Salad Sehat

Sebelum merintis Salad Umma, Hikma bekerja sebagai makeup artist yang mengandalkan pesanan acara pernikahan. Pandemi membuat seluruh jadwalnya hilang seketika, sementara uang muka dari pelanggan sudah terlanjur diterima.

Ia mengaku harus menjual mobil, pakaian, hingga alat makeup untuk menutup ganti rugi kepada vendor dekorasi, tenda, dan bunga. Kondisi itu membuatnya pasrah karena hampir seluruh sumber penghasilan berhenti.

Di tengah tekanan ekonomi, Hikma lalu mencari jalan baru untuk bertahan hidup. Pilihannya jatuh pada usaha kuliner sehat yang tidak membutuhkan kompor, minyak, atau gas.

Modal Awal Dari Prakerja

Hikma sempat mencoba mengikuti program Kartu Prakerja dan gagal pada gelombang pertama. Namun, pada kesempatan berikutnya ia berhasil lolos dan memperoleh voucher pelatihan usaha senilai Rp1 juta.

Awalnya, ia mengikuti kelas makeup karena berharap industri hiburan dan pernikahan segera pulih. Situasi yang tak kunjung membaik membuatnya beralih ke kelas usaha yang lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan saat itu.

Dari pelatihan tersebut, ia mulai merancang usaha salad sayur yang bisa dijalankan dari rumah. Dana Rp2,4 juta yang diterima bertahap digunakan untuk membeli bahan baku, chopper, blender, kemasan, hingga showcase.

Pasar Mulai Mengenal Produk

Usaha itu dirintis dari dapur rumah dan awalnya menyasar kawasan indekost karyawan serta karyawati di sekitar lokasi. Permintaan perlahan datang karena produk yang ditawarkan dianggap sesuai dengan gaya hidup sehat yang sedang meningkat.

Pada 2022, Hikma mendapat pesanan untuk acara ulang tahun, lalu menambahkan menu salad buah ke dalam produknya. Inovasi tersebut membuat Salad Umma memiliki pilihan yang lebih beragam dan menarik bagi konsumen.

Meski begitu, omzet usaha sempat naik turun karena persaingan dan ketergantungan pada pesanan harian. Pada hari tertentu, pendapatannya hanya Rp15 ribu, sementara di hari lain bisa mencapai Rp100 ribu, bahkan kadang tanpa pesanan sama sekali.

Dorongan Dari Sertifikasi Halal

Perubahan besar terjadi setelah Salad Umma memperoleh sertifikasi halal dan mengikuti bazar yang difasilitasi Jakpreneur. Dari kegiatan itu, Hikma memperluas jejaring dan mulai dikenal oleh lebih banyak pelanggan.

Kesempatan baru datang ketika ia menerima pesanan rutin untuk rapat kementerian dan pemerintah daerah. Aliran pesanan tersebut membantu menjaga kestabilan usaha dan meningkatkan kepercayaan pasar.

Seiring bertambahnya permintaan, omzet harian Salad Umma bahkan bisa menembus Rp1 juta per hari. Bagi Hikma, dukungan pembiayaan KUR BRI menjadi salah satu penopang penting dalam proses naik kelas usaha.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!