Pertamina Dorong UMKM Olah Limbah Pisang di Kebumen

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 20:07 WIB 4
Pertamina Dorong UMKM Olah Limbah Pisang di Kebumen

PT Pertamina (Persero) mendorong pengembangan UMKM melalui Program Pertapreneur Aggregator dengan menghadirkan kolaborasi antara binaan usahanya, PT Agrominafiber Java Indonesia, dan Rutan Kelas IIB Kebumen. Kerja sama ini berfokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Program tersebut sudah menunjukkan hasil awal, termasuk pengiriman sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen dalam waktu satu minggu. Ke depan, sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku Agrominafiber yang mencapai 15 ton ditargetkan berasal dari produksi warga binaan.

UMKM Pertamina di Kebumen

Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menilai pelepah pisang memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan. Menurut dia, pasar ekspor juga menunjukkan minat terhadap produk berbasis serat alami.

Novita mengatakan keterlibatan warga binaan dalam rantai produksi memberi nilai tambah yang nyata bagi usaha. Selain menghasilkan produk, program ini juga membuka peluang keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Agrominafiber menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya mengejar volume produksi, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan pasokan. Pendekatan tersebut diarahkan agar UMKM binaan dapat tumbuh secara bisnis sekaligus memberi dampak sosial.

Pendampingan Produksi Berlanjut

Setelah pelatihan perdana, perusahaan menyalurkan bahan baku ke Rutan Kebumen untuk memastikan proses produksi berjalan. Langkah ini menjadi bagian dari pendampingan awal yang langsung diterapkan di lapangan.

Dari hasil pelatihan, warga binaan telah mampu memproduksi serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat. Sekitar 60 persen produk saat ini sudah memenuhi standar kualitas perusahaan.

Target produksi ditetapkan sekitar tiga ton per bulan untuk mendukung kebutuhan industri. Sisa produk yang belum sesuai standar masih dalam tahap penyempurnaan teknik dan kerapian hasil olahan.

Peran Rutan Kebumen

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyebut respons awal terhadap kerja sama ini cukup positif. Ia menilai perkembangan program terlihat baik meski belum genap satu bulan berjalan.

Pramu menegaskan bahwa keterlibatan mitra usaha memperkuat arah program agar tidak berhenti pada pelatihan semata. Menurut dia, manfaat program perlu dirasakan selama masa pembinaan maupun setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

Rutan Kebumen juga menempatkan program ini sebagai bekal keterampilan yang bernilai ekonomi. Dengan begitu, warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk mandiri setelah menjalani masa pidana.

Pertamina Perkuat Ekosistem

Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina, Bima, menilai sinergi Agrominafiber dan Rutan Kebumen merupakan langkah strategis. Kolaborasi ini dinilai potensial karena dapat memperkuat pasokan bahan baku secara berkelanjutan.

Menurut Bima, hasil kerja sama juga bisa terlihat dalam waktu relatif cepat. Fokus pendampingan berikutnya diarahkan pada kualitas produksi dan ketepatan waktu pengiriman.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan program ini merupakan hasil sinergi yang dijalankan secara intensif. Pertamina berharap model tersebut dapat menjadi contoh pengembangan UMKM yang berdaya saing dan memberi dampak sosial berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!