Run for Rivers Kumpulkan 22 Ton Plastik di Jawa-Bali

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 21:12 WIB 4
Run for Rivers Kumpulkan 22 Ton Plastik di Jawa-Bali

Kampanye lingkungan Run for Rivers yang digagas Sungai Watch berhasil menarik perhatian publik setelah menempuh rute di lima provinsi serta 36 kabupaten dan kota di Bali dan Jawa. Selama 58 hari, aksi ini tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular melalui pengumpulan dan pemanfaatan sampah plastik.

Dalam periode tersebut, tim berhasil mengumpulkan 22.076 kilogram plastik dari aliran sungai yang dilalui. Penggalangan dana yang dibuka melalui situs runforrivers.sungaiwatch.com juga telah menembus lebih dari US$200.000 dari target US$1 juta, dan akan terus berlangsung hingga akhir Juni 2026.

Run for Rivers Dorong Ekonomi Sirkular

Model kampanye yang diusung Sungai Watch menempatkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari solusi ekonomi yang berkelanjutan. Setiap dolar yang disumbangkan akan langsung digunakan untuk mengangkat satu kilogram plastik dari sungai di Indonesia.

Dana yang terkumpul tidak hanya dipakai untuk aksi bersih sungai, tetapi juga untuk memperluas jaringan kerja Sungai Watch di Pulau Jawa. Ekspansi tersebut mencakup pemasangan jaring penghalang sungai baru, fasilitas pemilahan sampah, dan pembukaan lapangan kerja hijau di komunitas yang telah dipetakan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024, Sandiaga Uno, menilai gerakan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut sungai yang bersih merupakan modal penting untuk memperkuat ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Pemilahan Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Sungai Watch selama ini fokus memasang trash barriers sederhana di berbagai aliran sungai untuk menahan sampah plastik. Upaya itu dilanjutkan dengan pembersihan rutin dan pemilahan sampah yang berhasil dikumpulkan.

Setelah dipilah, sebagian sampah diolah kembali agar memiliki nilai guna baru. Plastik tertentu bahkan diubah menjadi kursi, sehingga limbah yang semula mencemari lingkungan dapat kembali memberi manfaat ekonomi.

Sandiaga menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari circular economy karena sampah yang diselamatkan dapat diolah menjadi barang bernilai tinggi. Ia menilai konsep ini memperlihatkan bahwa solusi lingkungan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Relawan dan Edukasi Meluas

Ekspedisi Run for Rivers juga melibatkan partisipasi besar dari masyarakat sepanjang rute perjalanan. Sungai Watch mengerahkan 4.212 relawan untuk aksi bersih-bersih sungai, dengan 60 persen di antaranya merupakan pelajar.

Selain kerja lapangan, tim juga menggelar 21 kegiatan edukasi yang diikuti 4.159 peserta. Program itu berlangsung di 13 sekolah dan komunitas untuk memperkuat kesadaran publik terhadap persoalan sampah sungai.

Kelly Bencheghib menyebut perjalanan tersebut membantu tim memetakan kondisi sungai dan sampah di Jawa secara langsung. Menurut dia, data lapangan yang diperoleh jauh lebih akurat dibandingkan pengamatan melalui citra satelit.

Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas

Dalam setiap provinsi yang disinggahi, tim Sungai Watch juga berdialog dengan para pemimpin daerah. Pembahasan difokuskan pada kondisi infrastruktur sampah dan peluang ekspansi program ke wilayah setempat.

Sejumlah tokoh daerah ikut mendukung gerakan ini, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, serta sejumlah bupati di wilayah rute perjalanan. Dukungan serupa juga terlihat saat tim bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah.

Dalam pertemuan itu, Jokowi memuji karya kursi hasil daur ulang sampah plastik yang dibuat Sungai Watch. Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut baik upaya penguatan kolaborasi dalam penanganan sampah sungai bersama pemerintah, komunitas, dan masyarakat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!