Dari Makeup Artist ke Salad Umma, UMKM Bangkit lewat KUR BRI

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 13 Mei 2026 22:23 WIB 8
Dari Makeup Artist ke Salad Umma, UMKM Bangkit lewat KUR BRI

Hikma Nurul Audhliya, 38 tahun, beralih dari makeup artist menjadi pengusaha kuliner sehat bernama Salad Umma. Pandemi 2020 membuat sejumlah pekerjaan terhenti dan mendorongnya mencari peluang baru. Ia memprioritaskan pilihan hidup sehat bagi konsumen sambil tetap bertahan secara finansial di tengah situasi sulit.

Di Jakarta, ia memulai dari dapur rumah dan mengandalkan pembiayaan KUR dari BRI sebagai tumpuan modal awal. Keberhasilan Salad Umma kemudian diraih berkat dukungan program pelatihan dan pendampingan yang mempercepat produksi serta pemasaran.

Langkah Awal

Ia mengikuti program Kartu Prakerja dan gagal di gelombang pertama. Namun ia lolos di gelombang berikutnya dan menerima voucher pelatihan usaha senilai Rp 1 juta. Voucher itu membantunya mempersiapkan perubahan arah karier menuju usaha salad.

Pernah berusaha tetap di industri makeup, namun situasinya belum membaik. Akhirnya ia memilih kelas usaha yang lebih praktis dan menempatkan salad sebagai fokus. Alasan utamanya adalah kebutuhan hidup yang lebih ringkas dan pola makan sehat.

Ia mulai merintis Salad Umma dari dapur rumah sebagai langkah awal. Modal awal berasal dari Kartu Prakerja sebesar Rp 2,4 juta yang diterima secara Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Saldo itu dipakai untuk membeli bahan baku, chopper, blender, kemasan, hingga showcase secara bertahap.

Pencapaian Awal

Perlahan ia menemukan pasar bermula dari lokasi dekat indekos karyawan. Promosi melalui media sosial meningkatkan kunjungan pelanggan. Namun omzetnya tetap fluktuatif pada fase awal.

Pada tahun 2022 ia menambah varian salad buah untuk acara ulang tahun. Penambahan varian itu menarik minat klien baru. Hal ini membantu memperluas peluang bisnis Salad Umma.

Omzetnya naik turun meski ada pesanan online. Kadang hanya Rp 15 ribu per hari, kadang bisa Rp 100 ribu. Ada periode tertentu tanpa pesanan sama sekali.

Sertifikasi & Pasar

Omzet mulai meningkat setelah Salad Umma mendapat sertifikasi halal. Ia juga mengikuti bazar Jakpreneur yang memperluas jejaring. Kedua langkah itu membuka peluang pesanan lebih banyak.

Dari situ ia mendapatkan pesanan rutin untuk rapat kementerian dan pemerintah daerah. Jaringan baru ini memperkuat aliran pendapatan dan stabilitas usaha. Ia pun mulai memperbaiki fasilitas produksi untuk memenuhi permintaan pemerintah daerah.

Omzet harian dapat mencapai hingga Rp1 juta. Pertumbuhan ini mendorong ekspansi kecil-kecilan dan peningkatan kapasitas produksi. Dukungan pelatihan dan sertifikasi makin memperkuat fondasi bisnisnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!