Danantara Buka Rekrutmen Profesional untuk BUMN DSI

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 20:25 WIB 2
Danantara Buka Rekrutmen Profesional untuk BUMN DSI

Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, angkat bicara soal calon pegawai di Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI. Ia menegaskan, rekrutmen akan dilakukan oleh tim khusus agar sumber daya manusia yang bergabung memiliki kualitas terbaik.

Dony menyampaikan hal itu saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Senin, 25 Mei 2026. Meski begitu, ia belum menjelaskan apakah pegawai DSI akan berasal dari internal Danantara atau dari Badan Pengaturan BUMN.

Rekrutmen DSI Disiapkan Khusus

Dony menuturkan, proses rekrutmen DSI tidak akan dilakukan secara sembarangan. Menurut dia, ada tim khusus yang akan menyeleksi calon pegawai agar perusahaan dapat diisi oleh orang-orang yang tepat.

Ia menekankan, pembentukan tim rekrutmen menjadi bagian penting untuk memastikan DSI berjalan dengan baik sejak awal. Dengan mekanisme itu, perusahaan diharapkan memiliki fondasi organisasi yang kuat dan profesional.

“Ada tim, jadi ada tim yang melakukan proses rekrutannya. Kan kita harus membuat ini sangat bagus,” ujar Dony. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Danantara ingin membangun DSI dengan standar seleksi yang ketat.

Profesional Jadi Target Utama

Danantara membuka peluang bagi para profesional dari berbagai sektor untuk bergabung di DSI. Dony menyebut, sumber tenaga kerja bisa datang dari mana saja selama memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Ia menambahkan, perusahaan membutuhkan awak yang benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya. Karena itu, seleksi akan menitikberatkan pada kemampuan, pengalaman, dan kecocokan dengan posisi yang dibutuhkan.

“Sumbernya bisa dari mana saja, para profesional tentunya,” kata Dony. Pernyataan ini menegaskan bahwa DSI tidak hanya bergantung pada satu jalur rekrutmen tertentu.

Peran Strategis DSI

DSI resmi menjadi BUMN pada hari ini dan langsung mendapat tugas khusus dari pemerintah. Perusahaan itu akan mengelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis yang dinilai memiliki peran besar bagi perekonomian nasional.

Pembentukan DSI dilakukan setelah pemerintah mengumumkan kebijakan ekspor melalui BUMN khusus. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pengawasan, agar proses ekspor berjalan lebih tertib dan transparan.

Kehadiran perusahaan tersebut juga dimaksudkan untuk menutup celah praktik manipulasi dalam perdagangan luar negeri. Pemerintah menaruh perhatian besar pada risiko under invoicing, transfer pricing, dan potensi pelarian devisa hasil ekspor.

Komoditas Ekspor Diawasi Ketat

Lewat kebijakan baru itu, sejumlah komoditas strategis wajib diekspor melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Minyak kelapa sawit, batu bara, hingga fero alloy termasuk dalam daftar komoditas yang akan diawasi lebih ketat.

Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam pelaporan nilai ekspor. Dengan pengawasan yang lebih terpusat, pemerintah juga ingin memastikan penerimaan negara dan devisa dapat tercatat secara optimal.

Di sisi lain, penunjukan BUMN khusus dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola ekspor nasional. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kepentingan negara sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku industri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!