Daging Kurban dan Jeroan Harus Dipisahkan Sejak Awal

Lifestyle Anindya Kirana Putri 02 Juni 2026 00:25 WIB 2
Daging Kurban dan Jeroan Harus Dipisahkan Sejak Awal

Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban dalam jumlah besar, sehingga penanganan yang tepat menjadi sangat penting. Kebiasaan mencampur daging dan jeroan dalam satu wadah memang terlihat praktis, tetapi berisiko meningkatkan kontaminasi bakteri.

Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian, drh Ira Firgorita, mengingatkan agar daging dan jeroan dipisahkan sejak awal distribusi. Imbauan ini disampaikan dalam Webinar Paman Kece Seri 6: Mengolah Daging Kurban yang Aman, yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Daging Kurban Aman

Pemisahan daging kurban perlu dilakukan segera setelah hewan dipotong agar kualitas bahan pangan tetap terjaga. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah perpindahan bakteri dari satu bagian ke bagian lain.

Menurut drh Ira, daging, jeroan merah, dan jeroan hijau idealnya ditempatkan dalam wadah yang berbeda. Pengelompokan tersebut membuat proses distribusi lebih tertib dan memudahkan pengawasan kebersihan.

Jika semua bagian dimasukkan ke kantong yang sama, risiko kontaminasi silang akan meningkat. Kondisi itu dapat memengaruhi keamanan daging yang semestinya masih layak diolah.

Karena itu, masyarakat disarankan menyiapkan wadah terpisah sejak awal pembagian. Cara ini juga membantu menjaga aroma, tekstur, dan mutu daging kurban tetap baik sampai tiba di rumah.

Jeroan Kurban Terpisah

Jeroan memiliki karakteristik yang berbeda dari daging biasa, terutama pada bagian yang berhubungan langsung dengan saluran pencernaan hewan. Bagian seperti usus dan babat lebih rentan membawa sisa kotoran dan mikroorganisme.

Perbedaan karakteristik ini membuat penanganan jeroan tidak bisa disamakan dengan daging segar. Proses pencucian, penyimpanan, dan pengemasan perlu dilakukan lebih hati-hati.

Drh Ira menegaskan bahwa jeroan merah juga tidak sebaiknya dicampur dengan jeroan hijau. Pemisahan ini penting karena tingkat risiko kontaminasinya tidak sama.

Dengan pengelompokan yang tepat, masyarakat dapat mengurangi kemungkinan bakteri menyebar selama proses distribusi. Selain lebih aman, langkah tersebut juga memudahkan pengolahan di dapur rumah tangga.

Jeroan Hijau Kurban

Jeroan hijau merupakan istilah untuk organ yang bersentuhan langsung dengan sistem pencernaan hewan, seperti usus dan babat. Bagian ini lebih mudah terpapar bakteri karena kontak dengan sisa makanan dan kotoran di dalam tubuh hewan.

Karena tingkat risikonya lebih tinggi, jeroan hijau disarankan direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat. Perebusan dapat membantu menurunkan jumlah bakteri yang mungkin masih menempel pada permukaan jeroan.

Tahap pemanasan ini tidak hanya bermanfaat untuk keamanan pangan, tetapi juga membantu mempermudah proses pengolahan lanjutan. Dengan begitu, jeroan bisa diolah lebih aman dan higienis.

Masyarakat juga perlu memastikan air rebusan dibuang dengan benar agar tidak menimbulkan masalah kebersihan. Kebiasaan sederhana ini dapat mendukung keamanan pangan di lingkungan rumah maupun titik distribusi.

Simpan Daging Kurban

Penyimpanan menjadi tahap penting setelah pembagian daging kurban selesai dilakukan. Daging yang disimpan tanpa pemisahan berpotensi terpapar bakteri dari jeroan yang sebelumnya ikut berada di wadah yang sama.

Kontaminasi silang dapat terjadi ketika bakteri dari jeroan berpindah ke daging segar yang sebenarnya masih bersih. Risiko ini meningkat bila semua bahan diletakkan berdampingan dalam kondisi lembap dan tertutup rapat.

Untuk mencegahnya, daging dan jeroan sebaiknya langsung dipindahkan ke kantong atau wadah berbeda saat diterima. Penyimpanan di lemari pendingin juga perlu disesuaikan agar setiap jenis bahan tetap terjaga kualitasnya.

Dengan penanganan yang benar sejak awal, masyarakat dapat mengolah daging kurban dengan lebih aman dan nyaman. Langkah kecil seperti pemisahan wadah dapat memberi dampak besar terhadap keamanan pangan keluarga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!