Rupiah Tertekan, Dolar AS Sentuh Rp17.949

Forex & Saham Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 01:36 WIB 2
Rupiah Tertekan, Dolar AS Sentuh Rp17.949

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis, 28 Mei 2026, saat dolar AS sempat menyentuh Rp17.949 berdasarkan data Investing. Dalam pergerakan harian, dolar AS bergerak di kisaran Rp17.772 hingga Rp17.995, menandakan volatilitas pasar masih tinggi.

Data Google Finance juga menunjukkan dolar AS sempat berada di level Rp17.904 pada pukul 04.00 UTC, sebelum berbalik ke Rp17.850 atau menguat 0,37 persen. Pengamat Komoditas dan Mata Uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang mendorong investor mencari aset safe haven.

Tekanan Rupiah dari Eksternal

Ibrahim menjelaskan tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor eksternal yang bergerak bersamaan dengan faktor domestik. Salah satu pemicu utama adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas membuat pasar lebih waspada.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan distribusi energi global. Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia, menjadi perhatian utama pelaku pasar. Ketidakpastian itu mendorong investor mengalihkan dana ke dolar AS.

Selain itu, pasar juga menilai The Federal Reserve berpeluang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Ekspektasi tersebut menjadi sentimen negatif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Harga energi yang tinggi juga berpotensi mendorong inflasi global dan membatasi ruang pelonggaran kebijakan The Fed.

Faktor Domestik Menambah Beban

Dari sisi domestik, kebutuhan dolar AS ikut meningkat untuk keperluan impor minyak. Selain itu, pembayaran dividen dan kewajiban utang yang jatuh tempo turut menambah permintaan valas. Kombinasi ini membuat tekanan terhadap rupiah semakin terasa.

Ibrahim menilai pelaku pasar juga masih mencermati kondisi fiskal domestik. Sejumlah program pemerintah dinilai ikut memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi nasional. Sentimen ini membuat pasar bergerak lebih berhati-hati.

Ketika kebutuhan dolar meningkat di dalam negeri, pasar valas menjadi lebih sensitif terhadap tekanan eksternal. Aliran dana asing pun cenderung keluar dari negara berkembang ketika sentimen global memburuk. Situasi itu membuat rupiah sulit mendapatkan ruang penguatan yang berarti.

Langkah Stabilisasi BI

Bank Indonesia disebut telah melakukan intervensi di pasar valas untuk menahan pelemahan rupiah. Namun, tekanan yang datang dari dalam dan luar negeri masih cukup besar. Hal itu membuat upaya stabilisasi menjadi lebih menantang.

Menurut Ibrahim, ruang gerak BI untuk menstabilkan rupiah kini semakin terbatas. Intervensi yang dilakukan bank sentral tetap penting untuk menjaga volatilitas agar tidak semakin lebar. Meski begitu, hasilnya belum sepenuhnya mampu meredam tekanan pasar.

Pasar masih menunggu perkembangan geopolitik, arah kebijakan The Fed, dan respons otoritas moneter domestik. Ketiga faktor tersebut akan sangat menentukan arah rupiah dalam jangka pendek. Jika tekanan global mereda, rupiah berpeluang mendapat napas tambahan.

Prospek Nilai Tukar Rupiah

Dalam kondisi saat ini, rupiah masih bergerak di tengah kombinasi sentimen yang belum sepenuhnya positif. Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu kepastian dari pasar global. Akibatnya, fluktuasi dolar AS diperkirakan masih berlanjut.

Selama harga energi tetap tinggi dan ketegangan geopolitik belum mereda, tekanan pada mata uang emerging market kemungkinan bertahan. Rupiah juga akan sensitif terhadap setiap perubahan ekspektasi suku bunga The Fed. Karena itu, pasar perlu mencermati data dan pernyataan kebijakan berikutnya dengan hati-hati.

Di sisi lain, intervensi Bank Indonesia tetap menjadi penopang utama untuk menjaga stabilitas pasar. Langkah tersebut diharapkan mampu meredam gejolak jangka pendek sambil menunggu kondisi eksternal membaik. Pelaku pasar kini menilai arah rupiah sangat bergantung pada seberapa cepat tekanan global dapat menurun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!