Cokelatin Signature Bawa Cokelat RI ke Pasar Dunia

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 06:20 WIB 6
Cokelatin Signature Bawa Cokelat RI ke Pasar Dunia

Cokelat menjadi salah satu rasa favorit masyarakat Indonesia, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa racikan berbahan kakao asli Tanah Air juga mampu menembus pasar internasional. Melalui Cokelatin Signature, pasangan suami istri Irena Surosoputra dan Nugroho Surosoputra memperkenalkan olahan cokelat dari kakao asal Jawa Timur dan Sulawesi Selatan ke sejumlah negara.

Irena mengatakan bisnis tersebut masih didominasi pasar domestik, meski ekspor sudah dilakukan ke Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Produk yang paling banyak dikirim adalah bubuk minuman cokelat karena lebih mudah ditangani dalam pengiriman dan tetap menjaga identitas merek.

Cokelat Indonesia Menembus Ekspor

Irena menjelaskan ekspor yang telah dilakukan masih dalam skala terbatas karena pihaknya memilih menjaga kualitas produk. Menurut dia, Cokelatin Signature tidak ingin menyalurkan bahan mentah, melainkan membawa produk jadi dengan identitas merek yang kuat.

Ia menyebut pengiriman produk sudah menjangkau Boston di Amerika Serikat, Riyadh di Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Langkah itu menjadi bukti bahwa cokelat berbasis kakao Indonesia memiliki daya saing di pasar global.

Meski volume ekspor belum besar, pencapaian tersebut dinilai penting bagi perkembangan usaha. Irena menilai pasar luar negeri memberi ruang untuk memperkenalkan cita rasa khas Indonesia kepada konsumen yang lebih luas.

Strategi ekspor itu juga sejalan dengan orientasi bisnis yang tidak hanya menyasar pasar domestik. Dengan pendekatan tersebut, Cokelatin Signature berupaya membangun posisi sebagai merek cokelat Indonesia yang bernilai tambah.

Awal Usaha Dari Kesukaan Pribadi

Usaha ini bermula dari kegemaran Irena terhadap minuman manis, terutama cokelat. Dari ketertarikan itu, ia melihat bahwa banyak kakao Indonesia sebenarnya memiliki rasa yang baik.

Awalnya ia membuat olahan cokelat untuk konsumsi sendiri, sebelum membagikannya kepada rekan kantor. Respons positif dari lingkungan terdekat menjadi titik awal berkembangnya gagasan bisnis tersebut.

Pada 2016, saat masih bekerja sebagai karyawan swasta, Irena mulai serius mempelajari cokelat dan bisnis UMKM. Dari proses belajar itulah ia dan suaminya membangun fondasi usaha secara bertahap.

Nama Cokelatin sendiri lahir dari gabungan nama Irena dan Nugroho, yang kemudian disederhanakan menjadi identitas merek yang mudah diingat. Menurut Irena, cokelat dipilih karena dianggap sebagai simbol cinta yang dekat dengan banyak orang.

Fokus Pada Bubuk Minuman

Seiring waktu, Cokelatin Signature tidak hanya memproduksi bubuk minuman cokelat, tetapi juga mengembangkan cokelat bar. Namun, porsi produksi terbesar masih berada pada bubuk minuman karena permintaan pasar lebih stabil.

Irena mengatakan minuman cokelat menjadi produk yang paling sesuai dengan minat pribadinya sekaligus kebutuhan pasar. Dari sisi bisnis, varian minuman juga memberi peluang pengembangan rasa yang lebih beragam.

Untuk keperluan ekspor, bubuk minuman dinilai lebih praktis karena penanganannya lebih mudah dibanding produk lain. Pertimbangan itu membuat perusahaan bisa menjaga efisiensi tanpa mengorbankan kualitas produk.

Selain menyasar konsumen lokal, perusahaan juga menyiapkan produk agar lebih siap masuk ke pasar luar negeri. Dengan strategi ini, Cokelatin Signature berupaya memperkuat daya saing produk olahan cokelat asal Indonesia.

Pasar Global Dan Peluang UMKM

Kisah Cokelatin Signature menunjukkan bahwa UMKM berbasis bahan baku lokal dapat naik kelas jika memiliki diferensiasi produk. Dalam kasus ini, kakao Indonesia diolah menjadi minuman cokelat bernilai tambah yang mudah diterima pasar.

Keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Tangerang, juga membuka peluang promosi yang lebih luas. Ajang tersebut menjadi sarana penting bagi pelaku usaha untuk bertemu calon pembeli dari berbagai negara.

Bagi Irena dan Nugroho, ekspor bukan semata soal volume penjualan, tetapi juga soal konsistensi menjaga kualitas. Prinsip itu membuat mereka tetap fokus pada produk jadi dan bukan bahan mentah.

Perjalanan usaha yang dimulai dari hobi kini berkembang menjadi merek yang dikenal hingga mancanegara. Dari kakao lokal, Cokelatin Signature membuktikan bahwa produk Indonesia dapat bersaing di pasar global dengan pendekatan yang tepat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!