Komika Cece Upit memilih bertahan di Jakarta demi menjaga peluang kariernya di dunia stand up comedy. Perempuan kelahiran 1992 itu mengaku, keputusan tersebut diambil karena panggung komedi di Malang, Jawa Timur, semakin terbatas dan sulit memberi ruang kerja yang memadai.
Sudah setahun ia menetap di ibu kota, meski harus menghadapi tekanan finansial yang tidak ringan. Di tengah minimnya pekerjaan hiburan, alumni Stand Up Comedy Academy musim keempat itu kini mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online dan tetap berusaha menjaga semangatnya.
Perjuangan Cece Upit
Cece Upit tidak menutupi bahwa hidup di Jakarta dengan kondisi keuangan terbatas bukan perkara mudah. Ia mengaku harus mencari pekerjaan lain karena job di dunia hiburan belum banyak datang.
Meski begitu, ia memilih tetap bertahan dan tidak menyerah pada keadaan. Baginya, keputusan merantau kembali ke Jakarta adalah langkah penting untuk menjaga eksistensinya sebagai komika.
Cece juga menyebut dukungan dari teman-temannya sangat berarti saat ia berada dalam kondisi sulit. Kehadiran orang-orang terdekat membuatnya tetap bisa bergerak, meski sempat berada di titik tanpa uang sama sekali.
Alasan Tetap Di Jakarta
Keputusan Cece Upit menetap di Jakarta bukan hal baru, karena ia pernah merantau ke ibu kota pada 2018. Saat itu, ia juga sempat tinggal selama sekitar setahun sebelum kembali pulang.
Kini, ia datang lagi ke Jakarta setelah mengikuti kompetisi yang memberinya kesempatan baru. Menurutnya, kota ini masih menjadi pusat yang paling relevan untuk meniti karier di dunia stand up comedy.
Cece menilai peluang di kampung halaman kian terbatas untuk komika sepertinya. Karena itu, ia memilih mengambil risiko dengan tetap berada di Jakarta meski harus memulai lagi dari bawah.
Kerja Sampingan Cece Upit
Untuk bertahan hidup, Cece Upit tidak hanya mengandalkan panggung hiburan. Ia kini bekerja sebagai driver ojek online agar tetap punya pemasukan harian.
Sebelum itu, ia juga pernah mencari nafkah dengan membuat aksesoris Barbie. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu cara Cece menutup kebutuhan hidup saat job komedi belum stabil.
Meski begitu, perjalanan itu tidak selalu mulus karena ia juga sempat menjadi korban order fiktif. Situasi tersebut tentu menggerus pendapatannya, namun ia tetap berusaha melanjutkan pekerjaan yang ada.
Harapan Cece Upit
Cece Upit mengaku sempat tak menyangka bisa bertahan sejauh ini di tengah beratnya perjuangan. Ia merasa banyak hal yang sudah diupayakan, tetapi jalan menuju kesempatan besar kerap terasa sulit.
Namun, ia melihat masih ada pintu yang terbuka, meski datang setelah masa-masa nyaris tanpa harapan. Dari audisi hingga kesempatan masuk kompetisi, menurutnya selalu ada bantuan yang datang pada waktu yang tidak terduga.
Bagi Cece, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa ketekunan tidak selalu langsung berbuah hasil. Ia tetap memilih melangkah, sambil berharap rezeki yang lebih baik segera datang dari dunia yang ia cintai.
