Komika Cece Upit memilih bertahan di Jakarta demi memperjuangkan kariernya di dunia stand up comedy. Perempuan kelahiran 1992 itu mengaku, langkah merantau ke ibu kota menjadi pilihan paling realistis ketika peluang kerja di Malang, Jawa Timur, semakin terbatas.
Dalam wawancara di program Rumpi: No Secret yang ditayangkan pada Selasa, 26 Mei 2026, Cece menjelaskan alasan dirinya tidak pulang ke kampung halaman. Ia menilai, untuk tetap berada di industri hiburan, dirinya harus mencoba menetap di Jakarta dan terus mencari kesempatan baru.
Perjuangan Cece Upit di Jakarta
Cece Upit mengaku sudah setahun menetap di Jakarta dalam perantauan terbarunya. Keputusan itu diambil setelah ia melihat rekan seangkatannya seperti Oki DM dan Kiky Saputri mulai mendapat banyak perhatian.
Menurut Cece, kondisi di Malang tidak lagi mendukung langkahnya untuk berkembang sebagai komika. Ia menilai jumlah pekerjaan stand up di daerah tersebut semakin sedikit, sehingga bertahan di Jakarta menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Meski demikian, hidup di ibu kota tidak berjalan mudah bagi Cece. Ia harus menyesuaikan diri dengan ritme kota besar, sambil tetap menjaga semangat untuk menekuni panggung komedi.
Kerja sampingan demi bertahan
Di tengah minimnya job hiburan, Cece Upit memilih banting setir menjadi driver ojek online. Pekerjaan itu ia jalani agar tetap memiliki pemasukan selama menunggu kesempatan tampil datang.
Cece juga sempat bekerja membuat aksesoris Barbie pada masa sebelumnya. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa dirinya tidak ragu mengambil pekerjaan apa pun selama masih bisa membantu kebutuhan sehari-hari.
Ia mengakui, situasi finansialnya sempat sangat sulit ketika pertama kali menetap di Jakarta. Namun, ia tetap bersyukur karena masih memiliki kendaraan, bensin, dan dukungan dari orang-orang terdekat.
Tekanan hidup di ibu kota
Cece Upit bercerita bahwa dirinya pernah berada dalam kondisi tidak memiliki uang sama sekali. Situasi itu membuatnya harus berpikir cepat untuk mencari cara agar tetap bisa bertahan hidup.
Meski baru ngekos dan masih dalam masa adaptasi, Cece mengaku belum mengetahui bagaimana kondisi rezekinya ke depan. Ia merasakan betul beratnya hidup di Jakarta ketika job belum datang dan kebutuhan terus berjalan.
Dalam situasi seperti itu, dukungan teman-teman menjadi penopang penting bagi Cece. Ia merasa terbantu karena ada orang-orang yang mau mendukung langkahnya saat sedang berada di titik sulit.
Semangat yang belum padam
Meski berkali-kali menghadapi jalan yang terasa berat, Cece Upit tetap berusaha bertahan. Ia mengaku tidak menyangka bisa sampai sejauh ini setelah melihat kembali perjalanan kariernya melalui video-video stand up yang pernah ia buat.
Baginya, ada banyak usaha yang sudah dilakukan, tetapi jalannya memang kerap terasa sulit. Namun, ia percaya selalu ada kesempatan yang datang di saat harapan hampir habis.
Cece menyebut, dalam beberapa momen penting, selalu ada jalan menuju audisi atau kompetisi berikutnya. Ia menilai dukungan dan kesempatan kecil yang datang secara tiba-tiba membuatnya terus bertahan di dunia komedi.
