Di tengah kebiasaan belanja di pasar tradisional, banyak konsumen masih menilai kualitas lele hanya dari bentuk fisiknya saat digoreng. Padahal, lele yang tampak lurus belum tentu segar, sementara lele yang melengkung tidak selalu menandakan kualitas buruk.
Ketelitian saat memilih lele penting karena kondisi kesehatan ikan, cara pemeliharaan, dan kebersihan lingkungan budidaya sangat memengaruhi kualitas daging. Karena itu, konsumen perlu mengenali ciri lele segar sebelum membawanya pulang dan mengolahnya menjadi hidangan.
Ciri lele segar di pasar
Memilih lele segar sebenarnya tidak sulit jika pembeli memahami tanda-tanda yang perlu diperhatikan. Menurut pakar budidaya perikanan dari IPB University, Dr Ir Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, kondisi fisik ikan dapat menjadi indikator awal kualitasnya.
Lele yang baik umumnya memiliki tubuh proporsional, dengan kepala yang tidak lebih besar dari badan. Ikan juga cenderung panjang, tidak buntet, serta memiliki daging yang tebal dan tidak tampak kurus.
Selain bentuk tubuh, warna lele juga menjadi petunjuk penting. Lele segar biasanya berwarna hitam cerah, tidak pucat, dan tidak memiliki belang yang mencolok.
Aroma dan tekstur ikan
Aroma lele juga perlu diperiksa sebelum membeli. Lele yang masih segar umumnya tidak mengeluarkan bau amis yang menyengat.
Jika ikan tercium terlalu tajam atau menyengat, konsumen sebaiknya berhati-hati. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda kualitas ikan sudah menurun atau penyimpanannya kurang baik.
Tekstur daging juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Lele segar biasanya terasa kenyal saat disentuh dan tidak lembek.
Tubuh tanpa cacat
Kondisi tubuh lele perlu dilihat secara menyeluruh agar pembeli tidak salah memilih. Ikan yang layak dikonsumsi umumnya tidak memiliki luka, sobek, atau bagian tubuh yang rusak.
Permukaan kulit yang mulus menjadi salah satu penanda lele dalam kondisi baik. Sebaliknya, tubuh yang tampak lecet atau rusak dapat menunjukkan ikan tidak ditangani dengan benar.
Warna tubuh yang hitam cerah dan merata juga menjadi ciri yang patut dicermati. Jika warna terlihat pucat atau tidak seragam, kualitas ikan perlu dipertanyakan.
Tips aman memilih lele
Konsumen sebaiknya tidak tergesa-gesa saat membeli lele di pasar. Pemeriksaan sederhana pada bentuk, warna, aroma, dan tekstur dapat membantu menentukan kualitas ikan.
Jika memungkinkan, pembeli juga dapat membandingkan beberapa ekor lele sebelum memilih. Langkah ini memudahkan konsumen mendapatkan ikan yang tampak lebih segar dan layak konsumsi.
Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, masyarakat bisa lebih bijak saat berbelanja. Cara ini juga membantu mengurangi risiko membeli lele yang kualitasnya kurang baik dan tidak higienis.
