Tumit kering dan pecah-pecah merupakan keluhan yang umum dialami banyak orang, terutama mereka yang sering berdiri dalam waktu lama. Kondisi ini memang bisa membuat kaki terasa tidak nyaman, namun umumnya dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah.
Seorang dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di NYU Langone Medical Center, Doris Day, membagikan langkah yang dapat membantu mengatasi tumit pecah-pecah. Perawatan ini menekankan kelembapan mendalam, perlindungan kulit, dan kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan sendiri dengan bahan dari dapur.
Tumit Kering dan Perawatannya
Tumit kering biasanya muncul ketika kulit kehilangan kelembapan secara bertahap. Jika dibiarkan, permukaan kulit dapat menebal dan akhirnya retak.
Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang banyak berdiri atau berjalan dalam waktu lama. Tekanan berulang pada telapak kaki membuat area tumit lebih mudah mengalami kekeringan.
Meski terlihat ringan, tumit pecah-pecah tetap perlu mendapat perhatian. Bila tidak dirawat, retakan dapat semakin dalam dan menimbulkan rasa perih.
Perawatan yang tepat membantu kulit kembali lembut dan nyaman. Kunci utamanya adalah menjaga hidrasi kulit secara konsisten.
Rendaman Madu dan Minyak Kelapa
Untuk tumit yang kusam dengan retakan halus, rendaman madu dan minyak kelapa bisa menjadi pilihan awal. Kedua bahan ini dikenal membantu melembapkan kulit secara mendalam.
Caranya, campurkan madu dan minyak kelapa ke dalam air hangat. Setelah itu, rendam kaki selama sekitar lima sampai sepuluh menit.
Rendaman ini membantu kulit terasa lebih lunak sebelum diberi pelembap tambahan. Proses tersebut juga memudahkan bahan oles berikutnya bekerja lebih efektif.
Perawatan sederhana ini dapat dilakukan di rumah tanpa alat khusus. Namun, hasilnya akan lebih baik jika dilakukan secara rutin.
Langkah Sesudah Merendam Kaki
Setelah kaki direndam, langkah berikutnya adalah mengoleskan petroleum jelly atau krim oles. Produk seperti ointment dapat membantu mengunci kelembapan di permukaan kulit.
Pengolesan sebaiknya dilakukan saat kaki masih setengah lembap. Kondisi ini membantu bahan pelembap bekerja lebih optimal dibandingkan pada kulit yang benar-benar kering.
Dermatolog menilai penggunaan petroleum jelly pada kulit lembap lebih efektif dalam menjaga hidrasi. Cara ini dapat membantu mengurangi rasa kering yang sering muncul pada tumit.
Pemakaian teratur dapat membuat tekstur kulit terasa lebih halus. Selain itu, langkah ini juga membantu mencegah retakan bertambah parah.
Manfaat Kaus Kaki Lembut
Setelah krim dioleskan, kaki sebaiknya ditutup dengan kaus kaki lembut. Cara ini membantu menjaga lapisan pelembap tetap berada di tempatnya.
Kaus kaki juga memberi perlindungan tambahan dari kontak langsung dengan permukaan lain saat tidur. Perlindungan ini penting agar krim tidak cepat terhapus.
Selain menjaga kelembapan, penggunaan kaus kaki juga membuat kulit lebih nyaman. Udara hangat di dalam kain membantu bahan oles bekerja lebih lama.
Dengan kombinasi perendaman, pelembap, dan kaus kaki, tumit kering bisa dirawat lebih efektif. Perawatan ini sederhana, tetapi dapat memberi hasil yang nyata jika dilakukan secara konsisten.
