Cara Mengatasi Tumit Kering dan Pecah-Pecah

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 02:27 WIB 9
Cara Mengatasi Tumit Kering dan Pecah-Pecah

Tumit kering dan pecah-pecah merupakan keluhan yang umum terjadi, terutama pada orang yang sering berdiri dalam waktu lama. Kondisi ini dapat membuat kaki terasa tidak nyaman, bahkan menimbulkan retakan yang mengganggu penampilan. Seorang dokter kulit dan profesor klinis dermatologi di NYU Langone Medical Center, Doris Day, membagikan cara sederhana untuk mengatasinya.

Perawatan tersebut dapat dilakukan sendiri di rumah dengan bahan yang mudah ditemukan di dapur. Salah satu langkah yang disarankan adalah memanfaatkan madu dan minyak kelapa untuk membantu melembapkan kulit kaki secara lebih mendalam. Dengan rutinitas yang tepat, tumit kering dapat dirawat sebelum menjadi lebih parah.

Rendam Kaki

Langkah awal yang dianjurkan adalah merendam kaki dalam air hangat yang telah dicampur madu dan minyak kelapa. Kombinasi ini membantu melembutkan kulit yang kusam dan mulai retak. Rendaman dilakukan sekitar lima hingga sepuluh menit agar kulit lebih siap menerima perawatan berikutnya.

Air hangat dapat membantu membuka permukaan kulit, sehingga bahan pelembap bekerja lebih optimal. Madu dikenal memiliki sifat humektan, sedangkan minyak kelapa membantu menjaga kelembapan kulit. Keduanya dapat menjadi solusi sederhana untuk perawatan tumit di rumah.

Setelah perendaman, kaki sebaiknya dikeringkan secara lembut tanpa digosok terlalu keras. Langkah ini penting agar kulit tidak makin iritasi. Perawatan yang dilakukan dengan hati-hati akan membantu menjaga kondisi tumit tetap nyaman.

Kunci Kelembapan

Sesaat setelah kaki setengah lembap, oleskan petroleum jelly atau krim oles seperti ointment pada area tumit. Menurut para dermatolog, langkah ini dapat membantu mengunci hidrasi lebih efektif dibandingkan pelembap biasa. Kulit yang masih lembap akan lebih mudah menyerap perlindungan dari produk oles tersebut.

Penggunaan petroleum jelly juga membantu membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit. Lapisan ini membuat air pada kulit tidak cepat menguap. Hasilnya, tumit terasa lebih halus dan tidak mudah kering kembali.

Perawatan ini sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama pada malam hari sebelum tidur. Dengan kebiasaan yang konsisten, kulit tumit memiliki kesempatan untuk memperbaiki kondisinya. Cara ini juga relatif aman dan mudah diterapkan di rumah.

Pakai Kaus Kaki

Setelah krim dioleskan, tumit yang sudah lembap sebaiknya ditutup dengan kaus kaki lembut. Fungsi kaus kaki adalah menjaga agar pelembap tidak mudah hilang dan tetap bekerja semalaman. Selain itu, kaus kaki membantu melindungi kaki dari gesekan dengan permukaan lain saat tidur.

Pemilihan kaus kaki yang nyaman juga berpengaruh pada hasil perawatan. Bahan yang terlalu kasar dapat membuat kulit tidak nyaman, terutama jika tumit sedang retak. Karena itu, bahan yang lembut lebih disarankan untuk mendukung proses pemulihan kulit.

Langkah sederhana ini bisa menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kaki. Kombinasi pelembap dan penutup kaki memberi kesempatan pada kulit untuk menyerap nutrisi lebih baik. Dengan cara ini, tumit pecah-pecah dapat ditangani secara lebih efektif.

Jaga Secara Rutin

Masalah tumit pecah-pecah memang umum dialami banyak orang, tetapi bukan berarti boleh dibiarkan. Perawatan rutin sangat penting agar kondisi kulit tidak semakin kering dan menimbulkan retakan yang lebih dalam. Semakin cepat ditangani, semakin mudah pula proses pemulihannya.

Selain menggunakan bahan alami dan krim oles, kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan. Menghindari berdiri terlalu lama tanpa jeda dapat membantu mengurangi tekanan pada tumit. Asupan cairan yang cukup juga berperan menjaga kesehatan kulit dari dalam.

Bila kondisi tumit terasa nyeri, berdarah, atau tidak membaik meski sudah dirawat, pemeriksaan ke dokter kulit dapat menjadi pilihan. Penanganan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah kulit lain yang menyertainya. Dengan perawatan yang tepat, tumit kering dapat kembali terasa nyaman dan lebih sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!