Camilan Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 02 Juni 2026 10:37 WIB 5
Camilan Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Keripik singkong Yammy Babeh buatan PT Gemilang Agro Inovasi asal Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Nilai pengiriman satu kontainer 20 kaki itu mencapai USD 18.000 atau sekitar Rp288 juta, dan menjadi tonggak penting bagi UMKM yang didirikan oleh penyandang disabilitas tuna rungu, Ade Soelistyowati.

Ekspor perdana tersebut dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, pada hari ini, dengan dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PPPA Arifah Fauzi, dan Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Selain menandai perluasan pasar, capaian ini juga memperlihatkan bahwa produk lokal berbasis singkong dapat bersaing di pasar global jika didukung kualitas, kemasan, dan jejaring bisnis yang tepat.

Ekspor UMKM Singkong

Produk Cassava Crackers Yammy Babeh diolah dari singkong lokal dengan proses yang higienis. Kemasan modern turut disiapkan agar produk memenuhi standar pasar internasional.

PT Gemilang Agro Inovasi kini menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Brunei, SP Setia SDN BHD, untuk pengiriman berkelanjutan. Skema itu membuka peluang pasar yang lebih stabil bagi usaha rintisan tersebut.

Selain keripik singkong, Ade juga mengembangkan produk turunan mangrove seperti kapsul, teh, dan bubuk. Sejumlah produk itu mulai dipasarkan ke Korea Selatan sebagai bagian dari diversifikasi usaha.

Perluasan lini produk menjadi strategi agar usaha tidak bergantung pada satu komoditas saja. Langkah ini sekaligus menunjukkan orientasi bisnis yang adaptif terhadap permintaan pasar.

Perjuangan Pelaku Usaha Difabel

Ade menjalankan usaha bersama suaminya yang tengah berjuang melawan penyakit stroke. Di tengah keterbatasan itu, keduanya tetap menjaga operasional usaha agar tetap berjalan.

Usaha tersebut juga memberi manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar. Saat ini, PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi.

Ade menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Ia menyebut dukungan berbagai pihak menjadi modal penting untuk membawa produk lokal naik kelas.

Semangat yang dibangun pelaku usaha difabel ini menjadi contoh nyata ketahanan UMKM. Kisahnya memperlihatkan bahwa inklusivitas dapat berjalan seiring dengan produktivitas dan daya saing.

Dukungan Pemerintah dan BUMN

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian ekspor tersebut. Menurut dia, keberhasilan Ade menunjukkan pentingnya kolaborasi pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam memperkuat UMKM.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk memperoleh pembinaan, pelatihan, dan penguatan daya saing. Kebijakan itu dijalankan atas arahan Presiden Prabowo.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menilai ekspor Yammy Babeh sejalan dengan upaya mendorong wirausaha lokal menembus pasar dunia. Ia menyebut semangat inklusivitas dan inovasi menjadi kunci pertumbuhan usaha binaan.

Pertamina menyatakan terus memperluas dukungan kepada UMKM di seluruh Indonesia. Hingga Oktober 2025, perusahaan itu mencatat delapan UMKM binaan berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.

Harapan Ekspor Berkelanjutan

Keberhasilan ekspor perdana ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan kapasitas produksi. Dengan permintaan yang terus tumbuh, UMKM perlu menjaga kualitas dan konsistensi pasokan.

Peluang pasar luar negeri juga dinilai dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal. Jika rantai produksi dan distribusi berjalan baik, dampak ekonominya akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Kisah Yammy Babeh memperlihatkan bahwa produk berbasis bahan baku sederhana tetap memiliki peluang besar di pasar global. Faktor penentu utamanya adalah inovasi, ketekunan, dan dukungan ekosistem usaha.

Dengan dukungan pemerintah, BUMN, dan mitra dagang, ekspor berkelanjutan berpotensi terus bertambah. Capaian ini menjadi contoh bahwa UMKM daerah mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!