Calvin Dores Viral Usai Ngaku Ingin Jual Bola Mata

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 03:44 WIB 6
Calvin Dores Viral Usai Ngaku Ingin Jual Bola Mata

Calvin Dores, anak penyanyi dan pencipta lagu legendaris Deddy Dores, menjadi sorotan publik setelah pengakuannya soal ingin menjual bola mata demi bertahan hidup viral di media sosial. Pernyataan itu memicu perhatian luas karena berkaitan dengan upayanya mencukupi kebutuhan keluarga, terutama ibu dan anak-anaknya. Calvin menyampaikan hal tersebut saat berbincang di Studio FYP Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia mengaku tak menyangka ucapannya akan menjadi bahan perbincangan sebesar itu.

Di tengah sorotan itu, Calvin menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mencari sensasi, melainkan sedang menghadapi tekanan hidup yang berat. Ia menyebut kondisi ekonomi yang dialami membuatnya harus menerima berbagai pekerjaan, menjual karya musik, hingga menahan lapar. Meski begitu, Calvin tetap berusaha menjaga semangat agar keluarganya tidak ikut terpuruk. Ia menegaskan harapannya sederhana, yakni bisa membuat anak-anaknya hidup lebih baik dari dirinya.

Perjuangan Calvin Dores

Calvin menjelaskan bahwa ucapannya soal menjual mata lahir dari keputusasaan menghadapi kebutuhan hidup yang terus menekan. Ia mengatakan, tujuan utamanya adalah membantu ibu dan anak-anaknya agar tetap bisa bertahan. Menurut dia, setiap orang pasti mengalami masalah, tetapi tidak semua orang punya cara yang sama untuk menghadapinya. Ia mengaku tidak menyangka pernyataannya akan viral seperti sekarang.

Dalam penuturannya, Calvin menekankan bahwa ia tidak berniat mengeluh berlebihan. Ia hanya ingin menjelaskan situasi yang sedang dihadapinya secara jujur. Baginya, tekanan hidup membuat seseorang bisa berpikir sangat jauh demi keluarga. Karena itu, ia memilih terbuka agar publik memahami kondisinya.

Calvin juga menyebut dirinya tetap berusaha kuat di tengah keadaan yang serba terbatas. Ia menilai keluarga menjadi alasan utama untuk terus bergerak. Meski tengah berada dalam kondisi sulit, ia menolak menyerah pada keadaan. Ia berharap pengakuannya dapat dipahami sebagai gambaran nyata perjuangan hidup.

Kerja Serabutan Calvin

Calvin mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalani berbagai pekerjaan serabutan untuk menyambung hidup. Ia pernah bekerja sebagai sopir, mengantar mobil gereja, hingga menjemput anak sekolah. Seluruh pekerjaan itu dijalani tanpa ikatan bulanan yang pasti. Menurutnya, kondisi tersebut hanya cukup untuk bertahan dari hari ke hari.

Ia menuturkan, persoalan mencari pekerjaan tetap menjadi tantangan tersendiri baginya. Salah satu hambatan terbesar yang ia hadapi adalah syarat ijazah saat melamar kerja. Calvin mengaku sudah mencoba berbagai cara, tetapi hasilnya kerap mentok pada dokumen pendidikan. Ia merasa tekad bekerja tidak selalu cukup ketika persyaratan administratif tidak terpenuhi.

Meski sering mendapat komentar miring dari warganet, Calvin menegaskan bahwa dirinya bukan sosok yang malas. Ia menyebut sudah melakukan banyak hal untuk mencari penghasilan dalam beberapa waktu terakhir. Baginya, penilaian orang yang tidak mengenalnya tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Karena itu, ia memilih tetap fokus pada upaya bertahan hidup.

Musik Jadi Penopang Hidup

Di tengah kesulitan ekonomi, Calvin mengatakan dirinya masih aktif berkarya di dunia musik. Ia tetap menjalankan aktivitas bermusik meski hasil yang didapat tidak lagi besar. Beberapa karya miliknya, baik di dalam maupun luar negeri, bahkan terpaksa dijual murah. Ia mengaku tidak punya banyak pilihan selain melepaskan aset kreatif demi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Calvin, harga karya musik yang dijualnya turun sangat jauh dari nilai semestinya. Namun, ia memilih menerima keadaan karena yang terpenting saat itu adalah bertahan hidup. Bagi dia, menjaga keberlangsungan keluarga jauh lebih prioritas daripada mempertahankan semua karya. Sikap itu menunjukkan beratnya tekanan ekonomi yang ia hadapi.

Calvin juga menilai musik masih menjadi bagian penting dalam hidupnya. Walau hasilnya tidak lagi seperti dulu, ia belum berhenti berkarya. Dunia musik, kata dia, tetap menjadi ruang untuk berharap dan bekerja. Dari sana, ia mencoba menjaga identitasnya sebagai seorang musisi sekaligus pencari nafkah.

Harapan Calvin Untuk Anak

Calvin mengaku pernah menahan lapar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasinya, ia bahkan mencoba memaknai kondisi itu sebagai bentuk puasa atau intermittent fasting. Ia mengatakan cara itu dilakukan agar dirinya tetap bisa berpikir tenang. Meski terdengar ringan, pengalaman tersebut menggambarkan beratnya situasi yang sedang ia alami.

Yang paling membuatnya sedih, menurut Calvin, adalah ketika anak-anaknya ikut merasakan kekurangan. Ia menyebut kondisi itu bukan karena lapar ekstrem, melainkan karena lauk yang sering tidak tersedia. Bagi dia, melihat anak-anak ikut menahan kebutuhan dasar terasa lebih berat daripada dirinya sendiri. Situasi itu menjadi alasan utama ia terus berjuang.

Calvin berharap anak-anaknya tidak mengalami hidup yang sama beratnya seperti dirinya. Ia ingin mereka tumbuh dengan kondisi yang lebih layak dan stabil. Karena itu, segala upaya yang ia lakukan saat ini ditujukan untuk masa depan keluarga. Harapan tersebut menjadi penguat bagi Calvin untuk tetap bertahan di tengah kesulitan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!