Calvin Dores Ungkap Alasan Ucapan Jual Bola Mata Viral

Lifestyle Nadia Safira Putri 25 Mei 2026 07:04 WIB 4
Calvin Dores Ungkap Alasan Ucapan Jual Bola Mata Viral

Calvin Dores, anak penyanyi dan pencipta lagu legendaris Deddy Dores, menjadi sorotan publik setelah pengakuannya soal ingin menjual bola mata demi bertahan hidup viral di media sosial. Pernyataan itu ia sampaikan sebagai bentuk keputusasaan dalam menghadapi tekanan ekonomi dan kebutuhan keluarga.

Calvin mengaku tidak menyangka ucapannya akan memicu perhatian luas. Ia menegaskan, niat tersebut muncul dari keinginannya membantu ibu, istri, dan anak-anaknya agar tetap bisa bertahan dalam kondisi hidup yang serba sulit.

Calvin Dores dan Ucapan Viral

Calvin menjelaskan bahwa kalimat soal menjual bola mata itu bukan untuk mencari sensasi. Ia menyebut pernyataannya lahir dari situasi hidup yang menurutnya sedang sangat berat. Menurut dia, setiap orang pasti memiliki masalah ketika masih diberi napas.

Ia mengatakan sama sekali tidak menduga ungkapan tersebut akan tersebar luas di media sosial. Calvin bahkan mengaku kaget karena komentar yang awalnya ia anggap sebagai curahan hati justru menjadi bahan perbincangan publik. Meski begitu, ia tetap mencoba menanggapi sorotan itu dengan tenang.

Menurut Calvin, tujuan utamanya adalah keluarga yang selama ini menjadi tanggung jawabnya. Ia menegaskan bahwa yang ia pikirkan bukan diri sendiri, melainkan kebutuhan orang-orang terdekatnya. Dalam penuturannya, keluarga menjadi alasan utama ia terus berjuang.

Calvin menyampaikan keterangan itu saat ditemui di Studio FYP Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Mei 2026. Ia berbicara terbuka mengenai kondisi hidupnya yang sedang tidak mudah. Pernyataannya memperlihatkan tekanan ekonomi yang tengah ia hadapi.

Calvin Dores dan Ekonomi Keluarga

Calvin mengaku tidak ingin anak-anaknya mengalami kesulitan yang sama seperti dirinya saat ini. Ia mengatakan hidup susah sudah ia jalani dalam waktu cukup lama. Karena itu, ia berharap generasi berikutnya tidak merasakan beban yang serupa.

Ia menuturkan, kondisi ekonomi yang ia hadapi bukan sekadar keluhan sesaat. Menurut Calvin, hidup yang dijalani saat ini sudah berada pada titik yang sangat berat. Namun, ia tetap berusaha menjaga semangat di tengah keterbatasan.

Dalam pengakuannya, Calvin juga menyinggung soal tanggung jawab sebagai ayah. Ia menilai anak-anak harus memiliki kesempatan hidup yang lebih baik. Keinginan itu menjadi dorongan utama di balik upayanya mencari penghasilan.

Calvin menyebut kondisi keluarga membuat dirinya terus memikirkan cara untuk tetap bertahan. Ia berusaha menghindari situasi di mana anak-anak ikut menanggung dampak kesulitan ekonomi. Bagi dia, hal itu menjadi beban emosional yang paling berat.

Calvin Dores Cari Kerja

Calvin menceritakan bahwa ia sempat kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap. Salah satu kendala yang kerap ia temui adalah persoalan ijazah saat melamar kerja. Ia mengatakan hal itu berulang kali menjadi penghambat.

Menurut Calvin, mencari pekerjaan tidak selalu semudah yang dibayangkan banyak orang. Ia mengaku sering mendapat penilaian negatif dari warganet, termasuk tuduhan malas. Padahal, ia menegaskan bahwa dirinya terus berupaya mencari nafkah.

Selama beberapa waktu terakhir, Calvin sempat bekerja serabutan untuk menyambung hidup. Ia pernah menjadi sopir mobil, mengantar mobil gereja, hingga menjemput anak sekolah. Meski demikian, pekerjaan tersebut bersifat tidak tetap.

Ia juga pernah mencoba melamar ke sebuah perusahaan ketika ada lowongan pekerjaan. Namun, proses itu kembali terhenti karena syarat pendidikan. Calvin menyebut persoalan ijazah kembali menjadi tembok yang sulit ia lewati.

Calvin Dores dan Musik

Di tengah kesulitan ekonomi, Calvin menegaskan bahwa ia masih aktif bermusik. Dunia musik tetap ia jalani meski tidak selalu menjanjikan penghasilan yang stabil. Baginya, musik adalah bagian penting dari hidup yang belum ingin ia tinggalkan.

Ia mengaku pernah menjual beberapa karya musik, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Harga yang diterimanya disebut jauh di bawah harapan. Namun, ia menerima kondisi itu demi tetap bisa bertahan hidup.

Calvin mengatakan situasi tersebut membuatnya harus mengambil keputusan sulit. Ia lebih memilih mendapatkan uang cepat daripada membiarkan keluarganya kekurangan kebutuhan pokok. Dalam pandangannya, bertahan hidup menjadi prioritas utama.

Pada titik paling berat, Calvin mengaku pernah menahan lapar. Ia bahkan berusaha menenangkan diri dengan menganggap kondisi itu seperti intermittent fasting. Meski terdengar ringan, ia menyebut pengalaman itu sebagai bagian dari perjuangan yang nyata.

Calvin Dores dan Anak-Anak

Bagian yang paling membuat Calvin sedih adalah saat anak-anaknya ikut merasakan lapar. Ia menyebut kondisi itu terjadi karena dirinya tidak memiliki cukup uang. Dalam penuturannya, hal tersebut menjadi luka batin yang sulit diabaikan.

Calvin menjelaskan bahwa yang dimaksud bukan lapar berat, melainkan tidak adanya lauk yang memadai di rumah. Ia bahkan menyebut telur sudah terasa seperti rezeki yang patut disyukuri. Ucapan itu menggambarkan betapa terbatasnya kondisi yang ia hadapi.

Meski berada dalam situasi sulit, Calvin tetap berusaha menjaga sikap dan tidak menyerah. Ia ingin tetap kuat demi keluarganya. Baginya, keteguhan itu penting agar anak-anaknya tetap melihat sosok ayah yang bertahan.

Kisah Calvin menjadi potret nyata perjuangan seorang musisi di tengah tekanan hidup. Pengakuannya memperlihatkan bahwa persoalan ekonomi dapat berdampak langsung pada keluarga. Dalam kondisi seperti ini, ia berharap bisa segera menemukan jalan keluar yang lebih baik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!