Bulog Serap Jagung Kering Hampir 300 Ribu Ton Hingga Mei 2026

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 13 Mei 2026 16:29 WIB 7
Bulog Serap Jagung Kering Hampir 300 Ribu Ton Hingga Mei 2026

Perum Bulog melaporkan serapan jagung kering nasional hingga Mei 2026 mendekati 300 ribu ton. Kinerja tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan jagung di pasar domestik. Langkah ini didorong oleh kebijakan stabilisasi pangan melalui program SPHP Jagung.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan angka tersebut merupakan rekor sejak Indonesia merdeka. Serapan hingga Mei 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang tercatat sekitar 102 ribu ton. Rizal menambahkan peluncuran SPHP Jagung telah dilakukan sejak Sabtu lalu dan berlaku di sejumlah daerah pada 11 Mei 2026.

Stabilisasi Jagung Nasional

Segmen pertama fokus pada kinerja serapan jagung Bulog yang meningkat dan peran stabilisasi harga di pasar domestik. Peningkatan ini mencerminkan respons kebijakan terhadap dinamika permintaan. Upaya ini juga memperkokoh pasokan jagung untuk kebutuhan pangan dan pakan ternak di berbagai daerah.

Segmen ini juga menampilkan data bahwa serapan hingga Mei 2026 hampir mencapai 300 ribu ton untuk menjaga stabilitas. Lonjakan serapan dinilai sejalan dengan implementasi SPHP Jagung di berbagai sentra produksi. Program ini diharapkan mampu menjaga harga jagung di tingkat konsumen.

Segmen terakhir menegaskan pelaksanaan SPHP Jagung melalui alokasi sekitar 240 ribu ton jagung. Harga jual jagung yang dilepas ke pasar dipatok Rp 5.500 per kilogram sesuai kebijakan pemerintah. Penyaluran SPHP dilakukan serentak ke berbagai daerah, terutama sentra produksi ayam dan peternakan lain.

Segmen kedua menegaskan SPHP Jagung difokuskan untuk menjaga stabilitas pasokan dan menekan lonjakan harga jagung di tingkat pasar. Program ini bagian dari langkah nasional untuk menstabilkan harga pangan. Penyaluran dilakukan melalui kerja sama Bulog dengan distributor dan peternak setempat.

Segmen kedua juga menjelaskan penyaluran dilakukan sejak Sabtu lalu dan menyasar sentra peternakan utama di berbagai daerah. Target utama adalah menjaga ketersediaan jagung untuk pakan ternak terutama ayam. Integrasi dengan jaringan distributor memperkuat mekanisme penyaluran ke pasar.

Segmen kedua terakhir menyoroti alokasi SPHP jagung diperkirakan mencapai 240 ribu ton. Harga tetap mengikuti pedoman pemerintah, yakni Rp 5.500 per kilogram. Pelaksanaan SPHP dipantau secara berkala untuk memastikan distribusi berjalan merata.

Segmen terakhir menilai pengaruh program terhadap harga jagung di konsumen menunjukkan tren stabil dibanding bulan sebelumnya. Para pelaku industri pakan mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai efektif menekan biaya. Namun evaluasi jangka panjang tetap diperlukan untuk memastikan manfaat berkelanjutan.

Segmen terakhir juga menegaskan dukungan kebijakan ini mendorong kepercayaan pasar terhadap pasokan jagung nasional. Direktur Bulog menegaskan komitmen untuk menambah pasokan jika diperlukan demi menjaga harga tetap terjangkau. Pengawasan pasar dilakukan untuk menghindari kekosongan atau gejolak harga.

Segmen terakhir menambahkan bahwa para analis ekonomi menilai stabilitas jagung dapat berkontribusi pada stabilitas inflasi pangan. Bulog dan kementerian terkait berencana mengevaluasi hasil SPHP secara berkala. Mereka menilai keberlanjutan program ini bergantung pada fleksibilitas pasokan nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!