Bulog Serap Jagung 300 Ribu Ton Hingga Mei 2026

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 13 Mei 2026 08:42 WIB 10
Bulog Serap Jagung 300 Ribu Ton Hingga Mei 2026

Perum Bulog mencatat serapan jagung kering hampir mencapai 300 ribu ton hingga Mei 2026. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut angka itu sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Kantor Pusat Bulog di Jakarta Selatan mengonfirmasi pencapaian ini pada Senin, 11 Mei 2026.

Rizal menjelaskan bahwa serapan saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode serapan tahun lalu yang hanya 102 ribu ton. Dengan demikian ada peningkatan hampir tiga kali lipat antara tahun ini dan tahun sebelumnya. Langkah ini juga bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung nasional melalui program SPHP.

Harga Jagung Nasional

Program SPHP Jagung telah diluncurkan sejak Sabtu lalu. Penyaluran program difokuskan ke sentra peternakan ayam dan peternakan lain guna mengendalikan lonjakan biaya produksi. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga pasokan jagung tetap kuat dan harga tetap terkendali di tingkat konsumen.

Untuk SPHP Jagung, Bulog menyiapkan sekitar 240 ribu ton jagung. Rizal menambahkan harga jagung yang dilepas ke pasar dipatok Rp 5.500 per kilogram sesuai aturan pemerintah. Staf Bulog menggarisbawahi bahwa inisiatif ini bagian dari langkah nasional mengamankan pangan harga terjangkau.

Langkah ini juga menargetkan sentra-sentra peternakan besar seperti ayam dan peternakan lainnya. Penyaluran SPHP diprioritaskan di daerah yang sensitif terhadap perubahan harga jagung. Kebijakan itu dinilai efektif menekan lonjakan harga di pasar.

Harga Jagung Nasional

Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan stabilitas harga jagung menjadi fokus utama serapan yang meningkat. Kenaikan volume serapan dibandingkan tahun lalu menjadi indikasi permintaan domestik kuat yang perlu didukung kebijakan SPHP. Pemerintah terus memantau dinamika harga jagung untuk memastikan harga tetap terjangkau bagi konsumen dan pelaku usaha.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan berdampak positif bagi sektor peternakan dan produsen makanan ternak. Bulog menilai program SPHP Jagung menjadi instrumen untuk menjaga kestabilan pasokan jagung nasional dalam jangka menengah. Penetapan harga Rp 5.500 per kilogram memberi kepastian bagi para pelaku pasar untuk perencanaan produksi.

Kebijakan SPHP Jagung akan dievaluasi berkala sesuai dinamika pasokan global dan nasional. Bulog akan mengkaji kebutuhan stok tambahan jika diperlukan untuk menjaga keseimbangan harga. Publik akan diberi informasi lanjut melalui rilis resmi ketika ada perubahan kebijakan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!