BSI Cetak Laba Bersih Rp2,2 Triliun di Q1 2026

Teknologi Moh. Royhan Nahado 13 Mei 2026 19:39 WIB 8
BSI Cetak Laba Bersih Rp2,2 Triliun di Q1 2026

Bank Syariah Indonesia (BSI) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun hingga kuartal I-2026. Pertumbuhan ini tercatat 17,10% secara year on year dibanding periode yang sama tahun lalu. Performa tersebut ditopang oleh meningkatnya segmen infrastruktur digital perseroan.

DPK perseroan tumbuh 17,99% yoy menjadi Rp 377 triliun hingga kuartal I 2026. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyebut infrastruktur digital sebagai mesin utama pertumbuhan, termasuk aplikasi Byond by BSI yang telah memiliki 6,5 juta pengguna dan tumbuh 79% sejak diluncurkan. Pertumbuhan ini juga sejalan dengan perbaikan kualitas aset dan modal inti perseroan.

Infrastruktur Digital Pengungkit

Infrastruktur digital perseroan terus diperkuat melalui BEYOND dan jaringan pembayaran seperti ATM, EDC, dan QRIS. Peningkatan infrastruktur ini mendukung kenyamanan nasabah dalam bertransaksi. Upaya ini memperkuat kepercayaan pasar terhadap kinerja BSI.

Aplikasi Byond by BSI mencatat 6,5 juta pengguna, tumbuh 79 persen sejak peluncuran. Peningkatan aktivitas digital berdampak pada efisiensi biaya operasional perseroan. Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan laba dan pembiayaan.

Kinerja likuiditas ditopang oleh peningkatan DPK sebesar 17,99% yoy menjadi Rp 377 triliun. Total aset BSI naik 14,78% yoy menjadi Rp 460 triliun. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan NPF gross sebesar 1,8%, membaik 8 basis poin dari periode sebelumnya.

Kinerja Keuangan Terkini

Laba bersih perseroan pada kuartal I-2026 tercatat Rp 2,2 triliun, melonjak 17,10% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba didorong kinerja intermediasi, dengan pembiayaan sebesar Rp 329 triliun, naik 14,39% yoy. Dana pihak ketiga terus tumbuh, memperkuat dasar likuiditas perseroan.

Tabungan tumbuh 20,18% yoy menjadi Rp 160 triliun hingga kuartal I-2026. Pertumbuhan DPK mendukung likuiditas kuat yang menopang pembiayaan. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan NPF gross 1,8%, membaik 8 basis poin.

Sejalan dengan posisi keuangan, manajemen menyatakan komitmen menjaga neraca yang sehat untuk mendukung ekspansi ke depannya. Data menunjukkan kerangka kerja risiko terkendali dengan rasio NIM dan ROA yang kompetitif. Investor disarankan mengikuti laporan keuangan lanjutan untuk detail lebih lanjut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!