BSI Catat Laba Rp2,2 Triliun di Q1-2026 Didukung Digital

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 13 Mei 2026 01:09 WIB 7
BSI Catat Laba Rp2,2 Triliun di Q1-2026 Didukung Digital

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat laba bersih sebesar Rp2,2 triliun hingga kuartal I-2026, meningkat 17,10% yoy dibandingkan periode sama tahun lalu. Pertumbuhan laba dipicu oleh peningkatan pendapatan dari berbagai segmen, terutama infrastruktur digital perseroan. Direktur Utama Anggoro Eko Cahyo menilai kemajuan infrastruktur digital seperti BEYOND dan jaringan pendukungnya menjadi pilar utama kinerja.

DPK perseroan tumbuh 17,99% yoy menjadi Rp377 triliun hingga kuartal I-2026. Tabungan juga melonjak 20,18% yoy menjadi Rp160 triliun pada periode yang sama. Anggoro Eko Cahyo menegaskan kualitas pembiayaan tetap terjaga, dengan NPF Gross sebesar 1,8% yang membaik 8 bps dibandingkan periode sebelumnya.

Laba Didorong Infrastruktur

Laba bersih perseroan pada kuartal I-2026 tercatat Rp2,2 triliun, meningkat 17,1% dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan infrastruktur digital perseroan, termasuk aplikasi Byond by BSI dan ekosistem BEYOND. Anggoro Eko Cahyo menuturkan bahwa BEYOND dan jaringan pendukungnya menjadi pilar utama kinerja.

Aplikasi Byond by BSI telah mencatat 6,5 juta pengguna, tumbuh 79% sejak peluncuran. Pertumbuhan penggunaan layanan digital ini memperluas jangkauan produk perbankan perseroan. Keterangan disampaikan secara virtual dalam konferensi pers pada Selasa, 12 Mei 2026.

Hingga kuartal I-2026, total aset BSI tumbuh 14,78% yoy menjadi Rp460 triliun. Pada sisi dana pihak ketiga, DPK meningkat 17,99% yoy menjadi Rp377 triliun. Fungsi intermediasi juga membaik, dengan pembiayaan total sebesar Rp329 triliun tumbuh 14,39% yoy dan NPF Gross sebesar 1,8% membaik 8 bps dibanding periode sebelumnya.

Likuiditas dan Aset Tumbuh

Kinerja likuiditas perseroan tercermin dari pertumbuhan aset yang signifikan. Hingga kuartal I-2026, total aset mencapai Rp460 triliun, naik 14,78% yoy. Kenaikan ini mencerminkan kontribusi investasi serta ekspansi layanan digital perseroan.

DPK naik 17,99% yoy menjadi Rp377 triliun, meningkatkan likuiditas bank. Tabungan meningkat 20,18% yoy menjadi Rp160 triliun pada periode yang sama. Peningkatan kedua komponen tersebut memperkuat kemampuan intermediasi perseroan.

Fungsi intermediasi mencatat pembiayaan sebesar Rp329 triliun, naik 14,39% yoy. NPF gross turun menjadi 1,8%, membaik 8 bps dibandingkan periode sebelumnya. Anggoro menekankan bahwa kualitas pembiayaan tetap menjadi fokus meskipun momentum ekspansi digital terus berlanjut.

Kualitas Pembiayaan Stabil

Kualitas pembiayaan tetap menjadi fokus utama perseroan. NPF gross sebesar 1,8% menunjukkan perbaikan kualitas pembiayaan dibandingkan periode sebelumnya. Anggoro menegaskan komitmen BSI menjaga kualitas aset seiring perluasan layanan digital.

Infrastruktur digital seperti BEYOND dan aplikasi Byond menjadi pondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan. Bank menekankan fokus pada risiko kredit terkendali sejalan dengan ekspansi digital. Peningkatan kinerja Q1-2026 memberi sinyal positif untuk rencana ekspansi perseroan di masa mendatang.

BSI berkomitmen melanjutkan inovasi produk digital demi memperluas basis nasabah. BEYOND dan jaringan pembayaran akan terus dikembangkan untuk mendukung tujuan pertumbuhan. Hasil kuartal ini diharapkan memicu momentum positif bagi langkah ekspansi perseroan ke depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!